triggernetmedia.com – Penyuluhan mengenai penyakit tiroid yang dipimpin oleh Dokter Muda Tupa Julita Tampubolon di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Syarif Mohamad Alkadrie (SSMA) Kota Pontianak mengedukasi 21 pasien dan pengunjung, Selasa (28/11).
Dokter Julita menjelaskan bahwa penyakit tiroid adalah gangguan pada kelenjar tiroid yang mengakibatkan ketidakseimbangan produksi hormon.
Menurutnya, faktor penyebabnya bervariasi tergantung pada jenis penyakitnya, termasuk kekurangan yodium, peradangan pada kelenjar tiroid, faktor genetik, penyakit autoimun, atau gangguan hormonal.
“Beberapa faktor risiko termasuk usia di atas 40 tahun, riwayat keluarga dengan penyakit tiroid, gangguan autoimun, tingkat stres emosional atau fisik, kehamilan, dan merokok,” jelasnya.
Gejala umum penyakit tiroid meliputi benjolan di leher, tremor, penurunan berat badan, kecenderungan berkeringat, gangguan tidur, kecemasan, gugup, mudah tersinggung, dan detak jantung yang tidak teratur.
Untuk penanganan, Dokter Julita menyebutkan bahwa terapi bergantung pada jenis penyakit tiroidnya.
Penyakit hipertiroid, yang terjadi karena kelebihan hormon tiroid, dapat diatasi dengan modifikasi gaya hidup, obat antitiroid, terapi iodin radioaktif, atau melalui pembedahan.
Sementara pada penyakit hipotiroid, pengobatan meliputi pemberian levothyroxine atau hormon tiroid buatan.
Dokter Julita juga menegaskan bahwa jika tidak diobati dengan tepat, penyakit tiroid dapat menyebabkan komplikasi serius seperti koma miksedema dan krisis tiroid.
“Penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter jika ada benjolan di leher atau gejala hipertiroid atau hipotiroid guna mengawasi perkembangan penyakit dan mengevaluasi efektivitas pengobatan,” tambahnya.





