triggernetmedia.com – Penilaian Gerakan Menanam Sayur oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak telah dimulai, sebagai bagian dari perayaan Hari Jadi ke-252 Pontianak.
Proses penanaman yang memerlukan waktu hingga tiga bulan akan melalui beberapa tahapan penilaian yang ketat.
Gerakan Menanam Sayur yang dicanangkan sejak bulan Juli lalu merupakan upaya yang diambil Pemkot Pontianak untuk mengendalikan inflasi di Kota Pontianak.
Meskipun inflasi di kota ini sudah terkendali, semangat ASN dalam menanam komoditas sayur seperti cabai merah, sawi hijau, dan bawang putih tetap tinggi.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Pontianak, Utin Sri Lena, menyatakan bahwa mencegah lonjakan kenaikan harga komoditas sayur adalah suatu perhatian penting.
Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pontianak menunjukkan bahwa inflasi berada di angka 2,26 persen, meningkat sebesar 0,08 persen dari bulan sebelumnya.
“Walaupun harga terkendali dan angka inflasi relatif stabil, pencegahan terhadap lonjakan harga komoditas sayur itu penting,” ungkap Utin Sri Lena, Senin (16/10).
Gerakan Menanam Sayur ini mendapatkan dukungan dari Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat yang menyediakan seribu bibit cabai merah. Selain itu, Pemkot Pontianak juga menjalin kerjasama dengan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura dan Fakultas Pertanian, Sains & Teknologi Universitas Panca Bhakti (UPB).
“Bagi perangkat daerah yang memiliki nilai tanam terbaik nantinya akan mendapatkan hadiah dan diumumkan saat Hari Jadi ke-252 Pontianak,” tambahnya.
Kepala BKPSDM Kota Pontianak, Yuni Rosdiah, menekankan bahwa partisipasi ASN dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tidak boleh berhenti pada gerakan ini saja.
Mereka harus menjadi teladan bagi warga di lingkungan tempat tinggal masing-masing.
Fadjar Rianto, seorang akademisi dari Universitas Tanjungpura dan anggota tim penilai, mengungkapkan bahwa beberapa indikator penilaian meliputi kesesuaian jenis sayur yang ditanam dengan komoditas penyumbang inflasi.
“Itu yang prioritas, di luar itu juga tidak masalah. Yang penting ada jenis sayur,” jelasnya.
Tim penilai telah mengunjungi berbagai Perangkat Daerah, termasuk Sekretariat Daerah Kota Pontianak, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Pontianak, Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kota Pontianak, Inspektorat Kota Pontianak, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pontianak, dan Dinas Kesehatan Kota (Dinkes) Kota Pontianak. Delapan orang ASN terpilih juga turut dinilai dalam gerakan ini.




