triggernetmedia.com – Tim Satuan Tugas (Satgas) Ketahanan Pangan Kota Pontianak memantau ketersediaan, distribusi, dan perkembangan harga sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Flamboyan serta sejumlah supermarket, Kamis (29/10/2026). Hasil pemantauan menunjukkan kondisi pangan secara umum masih relatif stabil, dengan sejumlah komoditas mengalami penurunan harga.
Salah satu komoditas yang mengalami penurunan harga adalah cabai cakra. Sila (18), pedagang cabai di Pasar Flamboyan, mengatakan harga cabai saat ini berada di angka Rp96 ribu per kilogram. Angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan harga tertinggi yang sempat mencapai Rp150 ribu per kilogram sekitar dua bulan lalu.
“Sekarang Rp96 ribu per kilogram. Paling mahal sempat Rp150 ribu per kilogram dua bulan lalu,” kata Sila.
Ia menjelaskan, cabai tersebut didatangkan dari luar Kalimantan Barat. Meski harganya sempat melonjak, permintaan terhadap komoditas ini tetap ada karena banyak warga Pontianak menyukai makanan pedas.
Sementara itu, harga sejumlah jenis ikan terpantau mengalami kenaikan. Aditya, pedagang ikan di Pasar Flamboyan, mengatakan harga ikan tongkol saat ini berkisar Rp38 ribu hingga Rp50 ribu per kilogram, bergantung pada kondisi pasokan.
“Kalau tongkol sekarang Rp45 ribu per kilogram. Naik turunnya tergantung suplai, kosong atau tidak,” ujarnya.
Sekretaris Daerah Kota Pontianak Amirullah mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan, kondisi pangan di Kota Pontianak secara umum masih relatif stabil. Penurunan harga terlihat pada sejumlah komoditas, terutama cabai yang sebelumnya berada di kisaran Rp120 ribu per kilogram.
“Cabai tadi mengalami penurunan. Dari sekitar Rp120 ribu, sekarang ada yang Rp96 ribu, Rp98 ribu, bahkan Rp86 ribu per kilogram. Penurunannya cukup besar, sekitar 20 persen,” ungkapnya.
Selain cabai, harga bawang juga cenderung menurun. Sebaliknya, beberapa jenis ikan mengalami sedikit kenaikan harga. Adapun harga telur ayam dan daging ayam terpantau relatif stabil, dengan ketersediaan yang dinilai mencukupi serta distribusi yang masih berjalan lancar.
“Berdasarkan wawancara dengan para pedagang, sejauh ini tidak ada persoalan dari sisi produksi maupun distribusi. Harga beberapa komoditas yang kita pantau juga relatif stabil,” kata Amirullah.
Menurutnya, kelancaran distribusi menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen. Karena itu, pemantauan Satgas Ketahanan Pangan tidak hanya mencakup harga jual, tetapi juga rantai pasok, mulai dari proses produksi hingga komoditas tersedia di pasar.
“Kita memastikan mulai dari produksi, distribusi, ketersediaan sampai harga. Faktor-faktor itulah yang menjadi perhatian Satgas Ketahanan Pangan,” jelasnya.
Amirullah menambahkan, pemantauan lapangan dilakukan secara rutin sepanjang tahun melalui agenda bulanan, triwulanan, maupun semesteran. Hasil pemeriksaan tersebut menjadi bahan evaluasi bersama untuk menentukan langkah yang perlu diambil pemerintah.
Satgas Ketahanan Pangan juga bersinergi dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) untuk memastikan kebutuhan pokok masyarakat tersedia, distribusinya lancar, dan harganya tetap terjangkau.
“Yang paling penting, kebutuhan pokok masyarakat harus terjamin, tersedia, distribusinya lancar, dan harganya tetap terjangkau,” tegasnya.
Meski kondisi saat ini relatif stabil, Pemerintah Kota Pontianak tetap memberi perhatian terhadap komoditas yang mengalami perubahan harga signifikan. Pemantauan dilakukan bersama perangkat daerah terkait, termasuk instansi yang membidangi perdagangan, pangan, pertanian, dan perikanan.
“Kita ingin memastikan ketersediaan tetap terjaga dan mengetahui lebih cepat kalau ada pergerakan harga yang tidak wajar,” ujarnya.
Jika terjadi lonjakan harga yang signifikan atau gangguan pasokan, pemerintah dapat mengambil langkah intervensi, termasuk melalui operasi pasar. Langkah tersebut sebelumnya telah dilakukan di seluruh kecamatan di Kota Pontianak.
“Kalau dipandang perlu dan terjadi distorsi harga yang tinggi, operasi pasar bisa dilakukan. Seperti yang sudah kita lakukan sebelumnya,” katanya.
Amirullah menegaskan, hingga saat ini belum ditemukan persoalan berarti terkait pasokan maupun distribusi kebutuhan pokok di Kota Pontianak. Kendati demikian, pemantauan akan terus dilakukan agar pemerintah dapat merespons dengan cepat apabila terjadi perubahan kondisi di lapangan.
“Untuk sekarang kondisinya masih relatif stabil. Tetapi pemantauan tetap kita lakukan supaya kalau ada perubahan, pemerintah bisa segera mengambil langkah,” pungkasnya.










