triggernetmedia.com – Pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp1,28 triliun untuk menjalankan program Satu Orang Satu Rekening. Program ini ditargetkan menjangkau 25 juta penduduk berusia di atas 17 tahun yang masuk kelompok desil 1 hingga 4.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, program tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah untuk memperluas akses layanan keuangan masyarakat. Melalui program ini, tingkat inklusi keuangan Indonesia ditargetkan meningkat dari 93 persen menjadi mendekati 99 persen.
“Menindaklanjuti arahan Bapak Presiden, kami siapkan program Satu Orang Satu Rekening. Dengan program ini, inklusi keuangan kita mendekati 99 persen, naik dari 93 persen,” kata Airlangga dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), sebagaimana dikutip Minggu (25/10/2026).
Airlangga menjelaskan, calon penerima program akan ditentukan berdasarkan sejumlah sumber data, yakni Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), Badan Pusat Statistik (BPS), serta data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Dalam pelaksanaannya, pemerintah akan memberikan saldo awal sebesar Rp50.000 untuk setiap rekening penerima. Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Syariah Indonesia (BSI) disiapkan sebagai mitra perbankan untuk mendukung penyaluran program tersebut.
Airlangga menegaskan, program ini tidak sekadar berfokus pada pembukaan rekening baru, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan efektivitas penyaluran bantuan pemerintah dan mendukung kegiatan ekonomi produktif masyarakat.
“Ini kami dorong untuk efektivitas penyaluran bantuan dan kegiatan produktif, jadi bukan soal hanya pembukaan rekening,” jelasnya.
Selain program Satu Orang Satu Rekening, pemerintah juga mendorong peningkatan inklusi keuangan melalui program Rekening Pelajar. Program tersebut ditujukan untuk mengenalkan layanan keuangan dan budaya menabung sejak dini.
Menurut Airlangga, program Rekening Pelajar telah diikuti sebanyak 59,18 juta pelajar dengan total dana tabungan mencapai Rp27 triliun.
“Peningkatan inklusi juga dimulai sejak dini. Rekening Pelajar itu sudah diikuti oleh 59,18 juta pelajar dengan dana tabungan Rp27 triliun,” ujarnya.
Pemerintah berharap kedua program tersebut dapat memperluas akses masyarakat terhadap layanan perbankan, meningkatkan pemanfaatan rekening untuk kegiatan produktif, serta mendukung pemerataan inklusi keuangan di berbagai daerah.











