triggernetmedia.com – Pemerintah mengklaim ketersediaan beras nasional mencapai sekitar 25 juta ton dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga 10 bulan ke depan. Persediaan tersebut dinilai menjadi modal untuk menghadapi ancaman fenomena El Nino berkepanjangan yang berpotensi mengganggu produksi pertanian.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menjelaskan, perhitungan ketersediaan beras nasional mencakup produksi yang masih berada di lahan atau standing crop, persediaan di sektor hotel, restoran, dan kafe (horeka), serta stok yang dikelola Perum Bulog.
“Standing crop kita itu 10 juta ton, kemudian horeka—hotel, rumah-rumah, dan seterusnya—itu 10 juta ton, di Bulog 4,5 juta ton, total 25 juta ton,” kata Amran di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Senin (26/10/2026).
Menurut Amran, kebutuhan beras nasional diperkirakan mencapai 2,5 juta ton per bulan. Dengan mengacu pada angka ketersediaan sekitar 25 juta ton, pemerintah memperkirakan persediaan tersebut dapat menopang kebutuhan hingga 10 bulan ke depan.
“Kebutuhan per bulan 2,5 juta ton. 25 bagi 10, 2,5 juta berarti itu 10 bulan ke depan, sampai bulan Juli-Agustus aman,” ujarnya.
Meski demikian, pemerintah tetap mewaspadai potensi gangguan produksi akibat El Nino. Fenomena tersebut dapat memicu kekeringan dan berdampak pada ketersediaan air untuk kegiatan pertanian, terutama di wilayah yang bergantung pada curah hujan.
Amran mengatakan, pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi dampak kekeringan. Upaya tersebut meliputi pompanisasi, optimalisasi lahan (oplah), perbaikan jaringan irigasi, serta penggunaan benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.
“Jadi El Nino tidak perlu mengkhawatirkan karena kita sudah mengantisipasi sebelumnya dengan pompanisasi, oplah, irigasi kita perbaiki, kemudian benih yang tahan kekeringan,” ucapnya.
Pemerintah, lanjut Amran, berupaya mempertahankan produksi beras dalam negeri agar kebutuhan konsumsi masyarakat tetap terpenuhi tanpa bergantung pada pasokan dari luar negeri.
Ia juga menyebut Indonesia tidak melakukan impor beras pada 2025 maupun 2026. Pemerintah berharap ketersediaan stok dan langkah antisipasi di sektor pertanian dapat membantu menjaga ketahanan pangan nasional di tengah ancaman perubahan kondisi iklim.










