triggernetmedia.com – Pemerintah menyiapkan bantuan pangan berupa beras sebanyak 30 kilogram bagi 33,2 juta keluarga penerima manfaat (KPM) yang masuk kelompok desil 1 hingga desil 4. Bantuan untuk alokasi Oktober, November, dan Desember 2026 tersebut mulai disalurkan pada Oktober.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan, setiap keluarga akan menerima beras sebanyak 10 kilogram per bulan. Dengan demikian, total bantuan yang diberikan untuk tiga bulan mencapai 30 kilogram per keluarga.
“Untuk 33,2 juta keluarga, masing-masing dapat Oktober, November, Desember 10 kilo, jadi 30 kilo sekaligus bantuan pangan,” kata Zulkifli Hasan di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Senin (26/10/2026).
Ia menjelaskan, keputusan penyaluran bantuan tersebut telah dibahas bersama Menteri Keuangan, Menteri Pertanian, Menteri Perdagangan, serta Direktur Utama Perum Bulog. Pemerintah kemudian memutuskan untuk mempercepat pelaksanaannya agar bantuan segera diterima masyarakat yang membutuhkan.
“Yang enggak bisa beli jadi diberi, dipercepat. Tadi kita laporkan, kita putuskan seperti itu,” ujarnya.
Selain bantuan pangan, pemerintah menyiapkan penjualan beras melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Program ini ditujukan untuk menjaga ketersediaan pasokan sekaligus membantu mengendalikan harga beras di pasaran.
Zulkifli menyebutkan, Perum Bulog akan menjual beras SPHP dengan harga Rp12.500 per kilogram. Harga tersebut lebih rendah dibandingkan harga beras di pasar yang, menurut dia, mencapai Rp15.000 per kilogram.
“Dipercepat, SPHP yang di pasar Rp15.000, Bulog menjual Rp12.500, jumlahnya juga 1 juta ton,” ucapnya.
Penyaluran bantuan pangan dan penjualan beras SPHP menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga stabilitas harga serta memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Natal 2026 dan Tahun Baru 2027.
Pada periode libur akhir tahun, mobilitas masyarakat dan permintaan terhadap sejumlah komoditas diperkirakan meningkat. Karena itu, ketersediaan beras dengan harga terjangkau menjadi salah satu perhatian pemerintah untuk mengantisipasi tekanan harga pangan.










