Trigger Netmedia
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Sospolhukam
    • Metropolitan
    • Nasional
    • Internasional
  • Kalbar
    • Pontianak
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Kapuas Raya
    • Landak
    • Mempawah
    • Sanggau
    • SingBeBas
    • Kapuas Hulu
  • Ekonomi
    • Keuangan
    • Bisnis
    • Industri
    • Makro
    • IHSG
    • Fintech
  • Edutaiment
    • Literasi
    • Edukasi
    • Budaya
    • Gadgets
    • IT
  • Sport
    • Sepak Bola
    • Kabar Arena
    • Otomotif
  • Infotainment
    • Selebritis
    • Film
    • Music
    • Zodiak
    • Comunity
    • Kekinian
    • Fashion
    • Milenial
  • Kuliner
    • Food
    • Pesona Dunia
    • Pesona Nusantara
  • Pariwara
    • Videotron
    • Foto
    • Kanal Iklan
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Sospolhukam
    • Metropolitan
    • Nasional
    • Internasional
  • Kalbar
    • Pontianak
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Kapuas Raya
    • Landak
    • Mempawah
    • Sanggau
    • SingBeBas
    • Kapuas Hulu
  • Ekonomi
    • Keuangan
    • Bisnis
    • Industri
    • Makro
    • IHSG
    • Fintech
  • Edutaiment
    • Literasi
    • Edukasi
    • Budaya
    • Gadgets
    • IT
  • Sport
    • Sepak Bola
    • Kabar Arena
    • Otomotif
  • Infotainment
    • Selebritis
    • Film
    • Music
    • Zodiak
    • Comunity
    • Kekinian
    • Fashion
    • Milenial
  • Kuliner
    • Food
    • Pesona Dunia
    • Pesona Nusantara
  • Pariwara
    • Videotron
    • Foto
    • Kanal Iklan
No Result
View All Result
Trigger Netmedia
No Result
View All Result
Home Nasional

Laboratorium Sabu Jaringan Internasional Terbongkar di Aceh, Dua WN China Ditangkap

Polri Sita 20 Drum Metamfetamina Cair dan 500 Kg Sabu dari Laboratorium di Aceh

TriggerNetMedia by TriggerNetMedia
24 Oktober 2026
in Headline, Nasional, News, Sorotan, Sospolhukam
0
Laboratorium Sabu Jaringan Internasional Terbongkar di Aceh, Dua WN China Ditangkap

Polri bersama BNN, Bea dan Cukai, serta otoritas narkotika China membongkar laboratorium sabu yang diduga dikelola jaringan internasional di Aceh. Sebanyak 11 tersangka ditangkap dan narkotika dengan total berat kotor sekitar 1,2 ton disita. (Foto: Waspada Aceh),

0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

triggernetmedia.com – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) bersama sejumlah instansi terkait membongkar laboratorium narkotika tersembunyi atau clandestine laboratory yang digunakan untuk memproduksi sabu di Kabupaten Pidie, Aceh, Rabu (21/10/2026). Dalam pengungkapan tersebut, petugas menangkap 11 tersangka dan menyita barang bukti narkotika dengan total berat kotor mencapai 1,2 ton.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigadir Jenderal Polisi Kristian Parluhutan Siagian mengatakan, pengungkapan kasus ini merupakan hasil operasi gabungan lintas negara yang melibatkan Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN), Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, serta National Narcotics Control Commission (NNCC) China.

Kasus tersebut berawal dari terdeteksinya jaringan narkotika internasional yang berbasis di China dan diduga mengirimkan metamfetamina cair dari wilayah utara Myanmar menuju Indonesia melalui Laos dan Thailand.

Pada Mei 2026, dua warga negara China berinisial LJ (45) dan XM (42), yang diduga berperan sebagai ahli kimia sekaligus peracik narkotika, berangkat ke Indonesia untuk melakukan survei lokasi produksi.

Keduanya tiba di Banda Aceh pada 24 Mei 2026 setelah transit di Malaysia. Selama berada di Aceh, mereka menginap di sebuah hotel selama sekitar 10 hari sebelum kembali ke luar negeri.

Pada Juli 2026, jaringan tersebut kembali mengirimkan hampir satu ton metamfetamina cair ke Aceh. Untuk mengelabui petugas, bahan tersebut dikemas menggunakan wadah berlabel produk cat akrilik.

“Pada Juli 2026, komplotan ini kembali mengirimkan 1 ton metamfetamina cair seberat 1 ton dengan rute serupa,” kata Kristian dalam keterangannya, Jumat (23/10/2026).

Dalam perkembangan penyelidikan, LJ dan XM kembali melakukan perjalanan dari China menuju Kuala Lumpur, Malaysia, pada Oktober 2026. Di sana, keduanya bertemu dengan sejumlah anggota jaringan, termasuk warga negara Indonesia yang diduga membantu operasional sindikat tersebut.

Kristian menjelaskan, akomodasi dan penginapan selama berada di Malaysia difasilitasi oleh tersangka berinisial MN. Setelah tiba di Aceh, para anggota jaringan diduga berkoordinasi untuk menyiapkan lokasi dan memulai proses produksi sabu.

Pada 18 Oktober 2026, LJ dilaporkan menghubungi atasannya untuk menyampaikan bahwa proses produksi telah dimulai. Sehari kemudian, tim gabungan memperoleh informasi mengenai pengiriman logistik bahan baku serta instruksi untuk mempercepat proses produksi dan pengemasan narkotika.

Setelah mengumpulkan barang bukti dan menganalisis informasi yang diperoleh, tim gabungan bergerak melakukan penindakan pada Rabu (21/10/2026).

“Tim gabungan melaksanakan penindakan di ruko Jalan Dayah, Pidie. Selain itu, tim juga melakukan penggeledahan di empat lokasi wilayah Bireuen, Aceh Utara, dan Lhokseumawe,” ujar Kristian.

Di lokasi yang dijadikan laboratorium narkotika di Kabupaten Pidie, petugas mengamankan enam tersangka, yakni LJ, XM, F, MY, AK, dan AY. Sementara itu, lima tersangka lainnya, yaitu RY, RM, RZ, MN, dan B, ditangkap di lokasi berbeda karena diduga terlibat dalam jaringan tersebut.

Dari penggerebekan dan penggeledahan di sejumlah lokasi, petugas menyita 20 drum berisi metamfetamina cair serta sekitar 500 kilogram sabu kristal. Tim gabungan juga mengamankan sejumlah peralatan yang digunakan dalam proses produksi narkotika.

Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto mengatakan, hasil penyelidikan menunjukkan laboratorium tersebut dikelola oleh jaringan internasional yang melibatkan orang-orang dengan keahlian khusus dalam pengolahan narkotika.

“Dari prosesnya, laboratorium sabu-sabu di Pidie, Aceh, tersebut menunjukkan bahwa dikelola jaringan dengan ahli kimia berpengalaman,” kata Suyudi saat mengunjungi lokasi laboratorium di Pidie, Jumat (23/10/2026), sebagaimana dilansir Antara.

Menurut Suyudi, pengungkapan kasus tersebut bermula dari informasi mengenai pengiriman metamfetamina cair dari luar negeri yang terdeteksi sejak awal 2026. Setelah bahan tersebut masuk ke Aceh, dua warga negara China yang diduga berperan sebagai ahli kimia terpantau datang untuk melakukan survei.

Jaringan itu kemudian kembali mengirimkan metamfetamina cair dalam jumlah besar sebelum mengolahnya menjadi sabu kristal di laboratorium tersembunyi.

Kapolri mengungkapkan, dalam operasi tersebut, petugas menangkap 11 orang, termasuk dua warga negara China. Polri bersama instansi terkait masih mengembangkan penyidikan untuk mengungkap pihak lain yang diduga terlibat dalam jaringan tersebut.

Sejumlah orang yang diduga memiliki peran dalam jaringan itu masih diburu, termasuk pihak yang disinyalir bertindak sebagai pengendali operasional di lapangan.

Suyudi menegaskan, pengungkapan laboratorium narkotika tersebut menjadi peringatan bahwa Indonesia tidak hanya menghadapi ancaman sebagai pasar peredaran narkoba, tetapi juga berpotensi menjadi lokasi produksi narkotika oleh jaringan internasional.

Ia memperkirakan pengungkapan kasus ini dapat menyelamatkan sekitar enam juta jiwa dari ancaman penyalahgunaan narkoba. Selain itu, penindakan tersebut diperkirakan dapat menghemat anggaran negara hingga Rp120 triliun yang berpotensi digunakan untuk rehabilitasi pengguna narkoba.

“Ancaman narkoba ini begitu nyata sehingga dibutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat dan menjadi benteng mencegah narkoba. Kasus ini menjadi alarm bahwa Indonesia bukan lagi sekadar pasar, tetapi juga target memproduksi narkoba,” kata Suyudi.

About Author

TriggerNetMedia

See author's posts

Tags: Bareskrim PolriBNNJaringan narkoba internasionalKabupaten PidieKristian Parluhutan SiagianLaboratorium Sabu AcehMetamfetamina CairnarkotikaPolriSabu KristalSuyudi Ario Setowarga negara china
Previous Post

Komisi IV DPR Buka Peluang Masukkan Terorisme Ekologi dalam RUU Kehutanan

Next Post

Pemerintah Siapkan Stimulus Ekonomi hingga Akhir 2026, dari Bansos hingga Diskon Tiket Nataru

TriggerNetMedia

TriggerNetMedia

Next Post
Pemerintah Siapkan Stimulus Ekonomi hingga Akhir 2026, dari Bansos hingga Diskon Tiket Nataru

Pemerintah Siapkan Stimulus Ekonomi hingga Akhir 2026, dari Bansos hingga Diskon Tiket Nataru

Stay Connected test

  • 24k Followers
  • 24k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
AKI dan AKB Masih Tinggi, Indonesia Terpaut Jauh dari Target SDGs

AKI dan AKB Masih Tinggi, Indonesia Terpaut Jauh dari Target SDGs

16 Juli 2025
Jabat Dewan Syuro, Anggota Komisi Fatwa MUI Berperan Beri Masukan dan Nasihat ke JI

Jabat Dewan Syuro, Anggota Komisi Fatwa MUI Berperan Beri Masukan dan Nasihat ke JI

17 November 2021
Kronologi Polemik Ijazah Jokowi: Dari Gugatan Hukum hingga Drama Politik

Kronologi Polemik Ijazah Jokowi: Dari Gugatan Hukum hingga Drama Politik

18 Juli 2025
Honda Civic Genio, Mobil Legendaris dengan Kelebihan dan Kekurangan

Honda Civic Genio, Mobil Legendaris dengan Kelebihan dan Kekurangan

3 April 2024
Bandara Rahadi Oesman Ketapang Hentikan Sementara Layanan Penerbangan Komersial

Bandara Rahadi Oesman Ketapang Hentikan Sementara Layanan Penerbangan Komersial

0
2 Hari Hilang, Nelayan Tewas Mengambang di Pantai Cipalawah Garut

2 Hari Hilang, Nelayan Tewas Mengambang di Pantai Cipalawah Garut

0
14 Tahun Terbunuhnya Munir, Polri Didesak Bentuk Tim Khusus

14 Tahun Terbunuhnya Munir, Polri Didesak Bentuk Tim Khusus

0
Prabowo Resmikan Kantor DPD Gerindra di Banten

Prabowo Resmikan Kantor DPD Gerindra di Banten

0
Pemerintah Siapkan Stimulus Ekonomi hingga Akhir 2026, dari Bansos hingga Diskon Tiket Nataru

Pemerintah Siapkan Stimulus Ekonomi hingga Akhir 2026, dari Bansos hingga Diskon Tiket Nataru

24 Oktober 2026
Laboratorium Sabu Jaringan Internasional Terbongkar di Aceh, Dua WN China Ditangkap

Laboratorium Sabu Jaringan Internasional Terbongkar di Aceh, Dua WN China Ditangkap

24 Oktober 2026
Komisi IV DPR Buka Peluang Masukkan Terorisme Ekologi dalam RUU Kehutanan

Komisi IV DPR Buka Peluang Masukkan Terorisme Ekologi dalam RUU Kehutanan

24 Oktober 2026
Polri Tetapkan 243 Orang dan 13 Korporasi sebagai Tersangka Karhutla, Delapan Perusahaan di Kalbar

Polri Tetapkan 243 Orang dan 13 Korporasi sebagai Tersangka Karhutla, Delapan Perusahaan di Kalbar

24 Oktober 2026

Recent News

Pemerintah Siapkan Stimulus Ekonomi hingga Akhir 2026, dari Bansos hingga Diskon Tiket Nataru

Pemerintah Siapkan Stimulus Ekonomi hingga Akhir 2026, dari Bansos hingga Diskon Tiket Nataru

24 Oktober 2026
Laboratorium Sabu Jaringan Internasional Terbongkar di Aceh, Dua WN China Ditangkap

Laboratorium Sabu Jaringan Internasional Terbongkar di Aceh, Dua WN China Ditangkap

24 Oktober 2026
Komisi IV DPR Buka Peluang Masukkan Terorisme Ekologi dalam RUU Kehutanan

Komisi IV DPR Buka Peluang Masukkan Terorisme Ekologi dalam RUU Kehutanan

24 Oktober 2026
Polri Tetapkan 243 Orang dan 13 Korporasi sebagai Tersangka Karhutla, Delapan Perusahaan di Kalbar

Polri Tetapkan 243 Orang dan 13 Korporasi sebagai Tersangka Karhutla, Delapan Perusahaan di Kalbar

24 Oktober 2026
  • Kode Etik
  • Kode Prilaku Perusahaan Pers
  • Tentang Kami
  • Redaksi

© 2026 triggernetmedia development

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Sospolhukam
    • Metropolitan
    • Nasional
    • Internasional
  • Kalbar
    • Pontianak
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Kapuas Raya
    • Landak
    • Mempawah
    • Sanggau
    • SingBeBas
    • Kapuas Hulu
  • Ekonomi
    • Keuangan
    • Bisnis
    • Industri
    • Makro
    • IHSG
    • Fintech
  • Edutaiment
    • Literasi
    • Edukasi
    • Budaya
    • Gadgets
    • IT
  • Sport
    • Sepak Bola
    • Kabar Arena
    • Otomotif
  • Infotainment
    • Selebritis
    • Film
    • Music
    • Zodiak
    • Comunity
    • Kekinian
    • Fashion
    • Milenial
  • Kuliner
    • Food
    • Pesona Dunia
    • Pesona Nusantara
  • Pariwara
    • Videotron
    • Foto
    • Kanal Iklan

© 2026 triggernetmedia development