Trigger Netmedia
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Sospolhukam
    • Metropolitan
    • Nasional
    • Internasional
  • Kalbar
    • Pontianak
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Kapuas Raya
    • Landak
    • Mempawah
    • Sanggau
    • SingBeBas
    • Kapuas Hulu
  • Ekonomi
    • Keuangan
    • Bisnis
    • Industri
    • Makro
    • IHSG
    • Fintech
  • Edutaiment
    • Literasi
    • Edukasi
    • Budaya
    • Gadgets
    • IT
  • Sport
    • Sepak Bola
    • Kabar Arena
    • Otomotif
  • Infotainment
    • Selebritis
    • Film
    • Music
    • Zodiak
    • Comunity
    • Kekinian
    • Fashion
    • Milenial
  • Kuliner
    • Food
    • Pesona Dunia
    • Pesona Nusantara
  • Pariwara
    • Videotron
    • Foto
    • Kanal Iklan
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Sospolhukam
    • Metropolitan
    • Nasional
    • Internasional
  • Kalbar
    • Pontianak
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Kapuas Raya
    • Landak
    • Mempawah
    • Sanggau
    • SingBeBas
    • Kapuas Hulu
  • Ekonomi
    • Keuangan
    • Bisnis
    • Industri
    • Makro
    • IHSG
    • Fintech
  • Edutaiment
    • Literasi
    • Edukasi
    • Budaya
    • Gadgets
    • IT
  • Sport
    • Sepak Bola
    • Kabar Arena
    • Otomotif
  • Infotainment
    • Selebritis
    • Film
    • Music
    • Zodiak
    • Comunity
    • Kekinian
    • Fashion
    • Milenial
  • Kuliner
    • Food
    • Pesona Dunia
    • Pesona Nusantara
  • Pariwara
    • Videotron
    • Foto
    • Kanal Iklan
No Result
View All Result
Trigger Netmedia
No Result
View All Result
Home Kilas Kalbar

Rakorwasda 2026, Wagub Kalbar: Pengawasan Harus Jadi Instrumen Pencegahan Risiko

Perkuat sinergi pengawasan berbasis risiko dan kinerja untuk mencegah penyimpangan serta meningkatkan tata kelola pemerintahan di Kalbar

TriggerNetMedia by TriggerNetMedia
29 September 2026
in ASN, Headline, Kilas Kalbar, News, Pelayanan Publik, Pontianak
0
Rakorwasda 2026, Wagub Kalbar: Pengawasan Harus Jadi Instrumen Pencegahan Risiko

Wakil Gubernur Kalimantan Barat (Wagub Kalbar), Krisantus Kurniawan, S.IP., M.Si., membuka Rapat Koordinasi Pengawasan Daerah (Rakorwasda) Tahun 2026 yang diselenggarakan Inspektorat Provinsi Kalimantan Barat di Hotel Aston Pontianak, Selasa (29/9/2026).

0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

triggernetmedia.com – Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan menekankan pentingnya mengubah paradigma pengawasan pemerintahan dari sekadar mencari kesalahan menjadi instrumen pencegahan risiko dan perbaikan tata kelola.

Hal tersebut disampaikan Krisantus saat menghadiri Rapat Koordinasi Pengawasan Daerah (Rakorwasda) 2026 yang digelar Inspektorat Provinsi Kalimantan Barat di Hotel Aston Pontianak, Selasa (29/9/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Kalimantan Barat Rudy M. Harahap, para kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, serta para inspektur kabupaten/kota se-Kalimantan Barat.

Menurut Krisantus, Rakorwasda menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, APIP, BPKP, dan unsur pengawasan lainnya. Sinergi tersebut diperlukan agar pengawasan dapat dilakukan secara terintegrasi dan tidak berjalan sendiri-sendiri.

Ukur Pembangunan dari Manfaatnya

Krisantus mengatakan keberhasilan pembangunan tidak semata-mata ditentukan oleh terealisasinya program atau tingginya penyerapan anggaran. Pemerintah harus memastikan setiap program benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Pembangunan daerah hakikatnya bukan sekadar merealisasikan program atau menghabiskan anggaran. Keberhasilan pembangunan harus diukur dari manfaat yang dirasakan masyarakat,” katanya.

Ia meminta setiap program pemerintah diperiksa dari sisi ketepatan sasaran, efektivitas, efisiensi, serta kesesuaiannya dengan peraturan perundang-undangan.

Menurutnya, pengawasan memiliki peran penting untuk memastikan tujuan tersebut tercapai sekaligus mencegah penggunaan anggaran yang tidak efektif.

APIP Diminta Perkuat Deteksi Dini

Krisantus menegaskan fungsi pengawasan seharusnya sudah berjalan sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan program. Dengan demikian, potensi penyimpangan dapat diketahui lebih awal sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.

“Pengawasan tidak boleh dipandang semata-mata sebagai mencari kesalahan. Pengawasan harus hadir sejak awal sebagai upaya preventif, sebagai peringatan dini atau early warning system, sekaligus memberikan solusi,” tegasnya.

Ia menilai pendekatan tersebut semakin penting diterapkan di Kalimantan Barat yang memiliki wilayah luas dan kawasan perbatasan antarnegara dengan sejumlah pintu masuk.

Karena itu, Krisantus mendorong APIP di tingkat provinsi dan kabupaten/kota menerapkan pengawasan berbasis risiko dan kinerja.

“Saya berharap pengawasan di Kalbar diarahkan kepada pendekatan yang berbasis risiko dan kinerja. Karena itu, APIP di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota harus terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah daerah,” jelasnya.

Bukan Banyaknya Temuan yang Jadi Ukuran

Krisantus juga mengingatkan bahwa banyaknya temuan bukan menjadi satu-satunya ukuran keberhasilan pengawasan. Menurutnya, keberhasilan justru terlihat dari kemampuan pengawasan mencegah risiko dan menjaga agar keuangan daerah digunakan secara efektif.

“Ukuran keberhasilan pengawasan bukan banyaknya temuan. Yang lebih penting adalah berapa banyak risiko yang bisa dicegah dan berapa banyak keuangan daerah yang bisa kita selamatkan dari belanja yang tidak efisien dan tidak efektif,” ungkapnya.

Ia menggunakan analogi pembalap motor untuk menggambarkan pentingnya kesiapan menghadapi risiko. Menurutnya, kemampuan bukan hanya soal menjalankan kendaraan, tetapi juga mengetahui langkah yang harus dilakukan ketika menghadapi situasi berisiko.

“Kalau kita sudah menguasai bagaimana menghadapi risiko, kita akan menjadi lebih berani karena kita sudah tahu cara mengantisipasinya. Begitu juga dengan pengawasan. Kita harus tahu risikonya sejak awal dan bagaimana mencegahnya,” terangnya.

Temuan Jadi Bahan Perbaikan

Wagub Kalbar selanjutnya meminta kepala perangkat daerah tidak menganggap hasil pengawasan sebagai sesuatu yang harus ditakuti. Temuan dan rekomendasi, kata dia, harus dijadikan bahan evaluasi untuk memperbaiki kelemahan dalam penyelenggaraan pemerintahan.

“Hasil pengawasan harus dijadikan cermin untuk berbenah, bukan sesuatu yang ditakuti. Setiap temuan dan rekomendasi segera ditindaklanjuti agar permasalahan yang sama tidak terulang kembali,” pintanya.

Ia menilai temuan administratif maupun kelemahan dalam pelaksanaan program dapat menjadi pembelajaran untuk menyempurnakan proses pemerintahan ke depan.

“Kalau kita sudah mengetahui apa yang menjadi temuan atau kesalahan administratif, itu justru harus menjadi ilmu bagi kita untuk ke depan menyempurnakan pelaksanaan pemerintahan,” tambahnya.

Di akhir arahannya, Krisantus kembali menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, APIP, BPKP, BPK, dan aparat penegak hukum. Menurutnya, seluruh unsur tersebut perlu memiliki pemahaman yang sama agar pengawasan berjalan terintegrasi, tidak tumpang tindih, dan lebih mengutamakan pencegahan.

“Saya berharap pengawasan bisa berjalan secara terintegrasi dan tidak tumpang tindih. Kita harus memiliki semangat yang sama, yaitu mencegah terjadinya kesalahan dan memperbaiki tata kelola pemerintahan,” tutupnya.

About Author

TriggerNetMedia

See author's posts

Tags: # BPKP KalbarAPIP KalbarInspektorat Kalimantan Baratkrisantus kurniawanpengawasan berbasis risikopengawasan pemerintahan KalbarRakorwasda Kalbar 2026Tata kelola pemerintahan KalbarWagub Kalbar
Previous Post

Bahasan Ajak Masyarakat Pontianak Perkuat Integritas untuk Cegah Korupsi

TriggerNetMedia

TriggerNetMedia

Stay Connected test

  • 24k Followers
  • 24k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
AKI dan AKB Masih Tinggi, Indonesia Terpaut Jauh dari Target SDGs

AKI dan AKB Masih Tinggi, Indonesia Terpaut Jauh dari Target SDGs

16 Juli 2025
Jabat Dewan Syuro, Anggota Komisi Fatwa MUI Berperan Beri Masukan dan Nasihat ke JI

Jabat Dewan Syuro, Anggota Komisi Fatwa MUI Berperan Beri Masukan dan Nasihat ke JI

17 November 2021
Kronologi Polemik Ijazah Jokowi: Dari Gugatan Hukum hingga Drama Politik

Kronologi Polemik Ijazah Jokowi: Dari Gugatan Hukum hingga Drama Politik

18 Juli 2025
Honda Civic Genio, Mobil Legendaris dengan Kelebihan dan Kekurangan

Honda Civic Genio, Mobil Legendaris dengan Kelebihan dan Kekurangan

3 April 2024
Bandara Rahadi Oesman Ketapang Hentikan Sementara Layanan Penerbangan Komersial

Bandara Rahadi Oesman Ketapang Hentikan Sementara Layanan Penerbangan Komersial

0
2 Hari Hilang, Nelayan Tewas Mengambang di Pantai Cipalawah Garut

2 Hari Hilang, Nelayan Tewas Mengambang di Pantai Cipalawah Garut

0
14 Tahun Terbunuhnya Munir, Polri Didesak Bentuk Tim Khusus

14 Tahun Terbunuhnya Munir, Polri Didesak Bentuk Tim Khusus

0
Prabowo Resmikan Kantor DPD Gerindra di Banten

Prabowo Resmikan Kantor DPD Gerindra di Banten

0
Rakorwasda 2026, Wagub Kalbar: Pengawasan Harus Jadi Instrumen Pencegahan Risiko

Rakorwasda 2026, Wagub Kalbar: Pengawasan Harus Jadi Instrumen Pencegahan Risiko

29 September 2026
Bahasan Ajak Masyarakat Pontianak Perkuat Integritas untuk Cegah Korupsi

Bahasan Ajak Masyarakat Pontianak Perkuat Integritas untuk Cegah Korupsi

29 September 2026
Wawako Pontianak: Pencegahan Narkoba Harus Dimulai dari Keluarga

Wawako Pontianak: Pencegahan Narkoba Harus Dimulai dari Keluarga

29 September 2026
400 Ribu Data Jamaah Haji Invalid, Masa Tunggu Faktual Jadi 14 Tahun

400 Ribu Data Jamaah Haji Invalid, Masa Tunggu Faktual Jadi 14 Tahun

29 September 2026

Recent News

Rakorwasda 2026, Wagub Kalbar: Pengawasan Harus Jadi Instrumen Pencegahan Risiko

Rakorwasda 2026, Wagub Kalbar: Pengawasan Harus Jadi Instrumen Pencegahan Risiko

29 September 2026
Bahasan Ajak Masyarakat Pontianak Perkuat Integritas untuk Cegah Korupsi

Bahasan Ajak Masyarakat Pontianak Perkuat Integritas untuk Cegah Korupsi

29 September 2026
Wawako Pontianak: Pencegahan Narkoba Harus Dimulai dari Keluarga

Wawako Pontianak: Pencegahan Narkoba Harus Dimulai dari Keluarga

29 September 2026
400 Ribu Data Jamaah Haji Invalid, Masa Tunggu Faktual Jadi 14 Tahun

400 Ribu Data Jamaah Haji Invalid, Masa Tunggu Faktual Jadi 14 Tahun

29 September 2026
  • Kode Etik
  • Kode Prilaku Perusahaan Pers
  • Tentang Kami
  • Redaksi

© 2026 triggernetmedia development

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Sospolhukam
    • Metropolitan
    • Nasional
    • Internasional
  • Kalbar
    • Pontianak
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Kapuas Raya
    • Landak
    • Mempawah
    • Sanggau
    • SingBeBas
    • Kapuas Hulu
  • Ekonomi
    • Keuangan
    • Bisnis
    • Industri
    • Makro
    • IHSG
    • Fintech
  • Edutaiment
    • Literasi
    • Edukasi
    • Budaya
    • Gadgets
    • IT
  • Sport
    • Sepak Bola
    • Kabar Arena
    • Otomotif
  • Infotainment
    • Selebritis
    • Film
    • Music
    • Zodiak
    • Comunity
    • Kekinian
    • Fashion
    • Milenial
  • Kuliner
    • Food
    • Pesona Dunia
    • Pesona Nusantara
  • Pariwara
    • Videotron
    • Foto
    • Kanal Iklan

© 2026 triggernetmedia development