triggernetmedia.com – Pemerintah Kota Pontianak kembali mencatatkan prestasi dalam tata kelola keuangan daerah. Pemkot Pontianak meraih peringkat terbaik I pada klaster kemampuan keuangan daerah kategori “sangat tinggi” untuk tahun anggaran 2024 tingkat kabupaten/kota se-Kalimantan Barat.
Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas komitmen Pemkot Pontianak dalam mengelola keuangan daerah secara efektif, efisien, transparan, dan akuntabel.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Menurutnya, penghargaan ini menjadi bukti kerja bersama seluruh perangkat daerah dalam menjaga kualitas pengelolaan keuangan pemerintah.
“Alhamdulillah, Pemerintah Kota Pontianak kembali mendapat penghargaan sebagai terbaik pertama dalam pengelolaan keuangan daerah untuk klaster kemampuan keuangan daerah sangat tinggi se-Kalimantan Barat,” ujar Edi, Kamis (27/8/2026).
Ia menegaskan, penghargaan tersebut tidak boleh hanya dipandang sebagai pencapaian administratif. Capaian ini justru harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan APBD, mulai dari tahap perencanaan hingga pertanggungjawaban.
“Pengelolaan keuangan daerah harus terus kita perbaiki. Mulai dari perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, penyerapan, sampai pelaporan harus semakin tertib dan akuntabel,” katanya.
Penilaian tersebut mengacu pada Indeks Pengelolaan Keuangan Daerah (IPKD), yang menjadi salah satu instrumen untuk mengukur kinerja pemerintah daerah dalam mengelola keuangan secara sistematis.
Dalam IPKD, terdapat enam dimensi yang menjadi bagian penilaian, yakni kesesuaian dokumen perencanaan dan penganggaran, pengalokasian belanja dalam APBD, transparansi pengelolaan keuangan, penyerapan anggaran, kondisi keuangan daerah, serta opini Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas laporan keuangan pemerintah daerah.
Edi mengatakan, indikator tersebut menunjukkan bahwa kualitas keuangan daerah tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran. Hal yang lebih penting adalah bagaimana anggaran tersebut direncanakan, dialokasikan, digunakan, serta dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.
“Keuangan daerah tidak hanya soal berapa besar anggaran yang dimiliki, tetapi bagaimana anggaran itu direncanakan, dialokasikan, dilaksanakan, dan dipertanggungjawabkan,” jelasnya.
Meski berhasil meraih peringkat pertama, Edi meminta seluruh jajaran Pemkot Pontianak tidak cepat berpuas diri. Menurutnya, masih terdapat sejumlah aspek yang perlu diperkuat agar pengelolaan keuangan daerah semakin sehat dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Kita tentu bersyukur, tetapi tidak boleh berpuas diri. Masih ada ruang perbaikan yang harus kita tindaklanjuti agar pengelolaan keuangan daerah semakin baik,” ujarnya.
Ia menilai tantangan fiskal daerah ke depan semakin kompleks. Kondisi tersebut menuntut pemerintah daerah lebih selektif dalam menentukan prioritas belanja serta menghindari penggunaan anggaran untuk program yang kurang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Karena itu, setiap program dan kegiatan harus disusun berdasarkan kebutuhan serta memiliki dampak yang jelas terhadap peningkatan pelayanan publik dan pembangunan daerah.
Edi juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh perangkat daerah yang terlibat dalam proses perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, pengawasan, hingga pelaporan keuangan.
“Terima kasih kepada seluruh perangkat daerah yang telah bekerja menjaga tata kelola keuangan daerah. Capaian ini adalah hasil kolaborasi dan komitmen bersama,” pungkasnya.










