triggernetmedia.com – Pemerintah memastikan penyaluran bantuan sosial (bansos) reguler triwulan II tahun 2026 akan mulai dilakukan pada pertengahan April. Kementerian Sosial saat ini masih menyelesaikan finalisasi data penerima melalui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan, data penerima yang telah dimutakhirkan akan diserahkan ke Kementerian Keuangan untuk proses penganggaran sebelum penyaluran dilakukan.
“Setelah selesai dari Kementerian Keuangan, kita akan salurkan melalui dua jalur, yakni Himbara dan PT Pos Indonesia. Mudah-mudahan minggu ketiga sudah mulai disalurkan,” ujar Saifullah dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (13/4/2026).
Bansos yang disalurkan mencakup Program Keluarga Harapan (PKH) berupa bantuan tunai dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dalam bentuk sembako.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti menyatakan pemutakhiran DTSEN dilakukan untuk meningkatkan akurasi penyaluran bansos. Berdasarkan evaluasi triwulan I 2026, ditemukan sekitar 11.014 penerima yang tidak tepat sasaran atau sekitar 0,06 persen dari total 18,15 juta keluarga penerima.
Menurut Amalia, pembaruan data ini diharapkan mampu memperbaiki ketepatan sasaran penerima bansos pada periode berikutnya.




