triggernetmedia.com – Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Landak Tahun 2027.
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, di Aula Kantor Bupati Landak, Senin (6/4/2026), dan dihadiri unsur Forkopimda, akademisi, tokoh agama, serta masyarakat.
Dalam sambutannya, Krisantus menegaskan bahwa pembangunan tahun 2027 harus tetap berpedoman pada visi besar Kalimantan Barat yang adil, demokratis, religius, sejahtera, dan berwawasan lingkungan.
Tema RKPD 2027 diarahkan pada “Penguatan Fondasi Transformasi Kalimantan Barat melalui Peningkatan Daya Saing yang Inklusif dan Berkelanjutan”.
“Fokusnya adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia, produktivitas ekonomi, efisiensi infrastruktur, serta tata kelola pemerintahan yang lebih baik,” ujarnya.
Ia menjelaskan, tahun 2027 menjadi fase penting dalam memperkuat fondasi transformasi pembangunan, seiring dimulainya pelaksanaan RPJPD 2025–2045.
Namun, tantangan geopolitik global yang terjadi sejak 2026 dinilai berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi hingga tahun mendatang.
“Perencanaan pembangunan harus lebih terarah, disiplin terhadap prioritas, dan berorientasi pada hasil,” tegasnya.
Krisantus juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kalimantan Barat pada 2025 sebagai modal awal, antara lain pertumbuhan ekonomi sebesar 5,39 persen, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 72,09, serta penurunan angka kemiskinan menjadi 5,97 persen dan pengangguran 4,63 persen.
Untuk 2027, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi di kisaran 5,27–6,47 persen, inflasi 2,5±1 persen, kemiskinan turun menjadi 5,64 persen, pengangguran 4,73 persen, serta IPM meningkat hingga 74,31–75,58.
Target tersebut akan didukung melalui prioritas pembangunan, seperti peningkatan akses pendidikan dan kesehatan, hilirisasi komoditas pangan, pembangunan infrastruktur dasar, serta transformasi digital pemerintahan.
Dalam konteks kewilayahan, Kabupaten Landak diposisikan sebagai pusat industri hijau dan lumbung pangan daerah. Penguatan hilirisasi komoditas unggulan seperti kelapa sawit dan karet menjadi fokus utama, didukung perbaikan infrastruktur dan pengembangan sumber daya manusia.
“Musrenbang ini harus menghasilkan program prioritas yang memiliki daya ungkit nyata, termasuk melalui inovasi pembiayaan dan penguatan sinergi antar pemangku kepentingan,” katanya.
Sementara itu, Karolin menegaskan bahwa penyusunan RKPD merupakan bagian penting dalam sistem perencanaan pembangunan daerah yang berjenjang, mulai dari desa hingga kabupaten.
Ia mengingatkan agar penyusunan RKPD 2027 tetap selaras dengan visi pembangunan daerah, yakni “Terwujudnya Kabupaten Landak Mandiri, Maju, dan Sejahtera”.
“Perencanaan harus memastikan kesinambungan program prioritas dalam RPJMD 2025–2029,” ujarnya.




