triggernetmedia.com – EkonomiKinerja impor Indonesia pada awal tahun 2026 menunjukkan tren pertumbuhan positif, terutama pada kelompok barang modal. Peningkatan ini dinilai mencerminkan penguatan kapasitas produksi serta ekspansi sektor industri manufaktur dalam negeri.
Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, nilai impor Indonesia pada Februari 2026 tercatat sebesar 20,89 miliar dollar AS. Meski menurun secara bulanan dibandingkan Januari, angka tersebut tetap tumbuh secara tahunan.
Secara kumulatif, nilai impor sepanjang Januari hingga Februari 2026 mencapai 42,09 miliar dollar AS, meningkat 14,44 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kenaikan impor ini terutama ditopang oleh sektor nonmigas yang menunjukkan pertumbuhan konsisten, sementara impor migas justru mengalami penurunan.
Jika dilihat berdasarkan golongan penggunaan, seluruh komponen impor mengalami peningkatan. Lonjakan tertinggi terjadi pada barang modal yang tumbuh 34,44 persen. Sementara itu, impor barang konsumsi meningkat 15,60 persen dan bahan baku atau penolong naik 9,27 persen.
Struktur impor yang didominasi barang modal dan bahan baku ini menunjukkan adanya peningkatan investasi dan aktivitas produksi di dalam negeri.
Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan, tren ini sejalan dengan kinerja industri pengolahan yang berada dalam fase ekspansif.
Hal tersebut tercermin dari Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia yang mencapai 53,8 pada Februari 2026, level tertinggi sejak Maret 2024.
“Ini memberikan sinyal positif bagi kinerja perdagangan Indonesia ke depan,” ujar Budi dalam keterangan resminya, Minggu (5/4/2026).




