triggernetmedia.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat di tengah meningkatnya ketidakpastian global.
Dalam keterangannya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (27/3/2026), Purbaya menyatakan ekonomi nasional saat ini berada dalam jalur ekspansi yang solid dan jauh dari ancaman resesi maupun krisis.
Optimisme tersebut didukung oleh daya beli masyarakat yang dinilai masih terjaga. Hal ini tercermin dari tingginya aktivitas konsumsi dan mobilitas selama periode libur Lebaran 2026.
“Siapa yang bilang krisis? Baru Lebaran kemarin, di mana-mana macet dan masyarakat ramai berbelanja,” ujarnya.
Menurut Purbaya, fenomena tersebut menunjukkan perputaran uang di tingkat masyarakat masih berlangsung kuat, sekaligus mencerminkan kepercayaan diri konsumen yang tetap tinggi.
Selain indikator lapangan, ia juga memaparkan sejumlah data ekonomi yang menunjukkan tren positif. Indeks Manajer Pembelian (Purchasing Managers’ Index/PMI) manufaktur Indonesia masih berada di zona ekspansi.
Di sisi lain, penjualan kendaraan bermotor, baik mobil maupun sepeda motor, menunjukkan peningkatan signifikan.
“Kalau indikator seperti survei konsumen, PMI, serta penjualan mobil dan motor naik, itu menunjukkan ekonomi memang bergerak lebih cepat,” katanya.
Purbaya menambahkan, sektor otomotif menjadi indikator penting karena mencerminkan ekspektasi masyarakat terhadap kondisi ekonomi ke depan.
Meski demikian, pemerintah tetap mewaspadai tantangan eksternal, terutama fluktuasi harga minyak dunia. Untuk itu, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) difungsikan sebagai peredam guncangan (shock absorber).
Kebijakan fiskal diarahkan untuk menahan dampak kenaikan harga energi agar tidak langsung mendorong inflasi dan menekan daya beli masyarakat.
Melihat tren yang ada, Kementerian Keuangan memproyeksikan ekonomi Indonesia akan terus berada dalam fase ekspansi hingga 2029-2030.
“Dengan indikator yang ada, kita melihat ekonomi akan terus tumbuh dan jauh dari krisis,” ujar Purbaya.




