triggernetmedia.com – Wali Kota Edi Rusdi Kamtono menegaskan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat arah pembangunan kota. Hal itu disampaikan dalam Forum Lintas Perangkat Daerah Kota Pontianak di Aula Sultan Syarif Abdurrahman, Rabu (4/3/2026).
Menurut Edi, forum tersebut menjadi wadah strategis untuk menyelaraskan program perangkat daerah dengan prioritas pembangunan nasional, provinsi, serta aspirasi masyarakat yang dihimpun melalui musrenbang tingkat kelurahan dan kecamatan.
Ia menjelaskan, sebagai ibu kota provinsi, Pontianak berperan sebagai pusat pemerintahan, perekonomian, pendidikan, dan layanan kesehatan di Kalimantan Barat. Namun, kota ini menghadapi keterbatasan wilayah seluas sekitar 118 kilometer persegi serta tantangan geografis yang dipisahkan Sungai Kapuas dan Sungai Landak.
Meski demikian, sejumlah indikator pembangunan menunjukkan capaian positif. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Pontianak mencapai 82,80 dengan kategori sangat tinggi. Pertumbuhan ekonomi pada 2025 tercatat 5,34 persen, sementara angka kemiskinan ditekan menjadi sekitar 4 persen.
Ke depan, Pemkot akan memprioritaskan penguatan UMKM, ekonomi kreatif, dan digitalisasi usaha. Selain itu, isu lingkungan seperti pengelolaan sampah dan perluasan ruang terbuka hijau juga menjadi perhatian, mengingat volume sampah telah mencapai lebih dari 370 ton per hari.
Wakil Ketua DPRD Pontianak, Bebby Nailufa, menekankan pentingnya perencanaan yang partisipatif, terintegrasi, serta berbasis indikator kinerja yang terukur dan realistis.




