triggernetmedia.com – Presiden Prabowo Subianto berencana mengevaluasi keanggotaan Indonesia dalam Board of Peace (BoP). Evaluasi dilakukan menyusul menurunnya efektivitas lembaga tersebut setelah eskalasi konflik di Iran yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel.
Rencana itu menjadi salah satu pokok pembahasan dalam pertemuan yang digelar di Istana Merdeka**, Selasa (3/3/2026) malam. Pertemuan dihadiri sejumlah mantan presiden, mantan wakil presiden, pimpinan partai politik, serta tokoh nasional.
Menteri Luar Negeri periode 2001–2009, Hassan Wirajuda, mengatakan Presiden menilai perkembangan terbaru di Timur Tengah berdampak langsung terhadap misi BoP.
“Dengan perkembangan terakhir ini, keanggotaan kita memang harus dievaluasi,” ujar Hassan usai pertemuan.
Menurut dia, konflik yang terjadi berpotensi melemahkan misi BoP yang bertujuan mendorong gencatan senjata, bantuan kemanusiaan, rehabilitasi, dan rekonstruksi. Pemerintah akan menghitung kembali tingkat efektivitas lembaga tersebut sebelum mengambil keputusan final.
Opsi untuk keluar dari keanggotaan BoP juga dibahas. Selain itu, rencana pengiriman 8.000 personel TNI berdasarkan mandat BoP turut menjadi perhatian dan akan disesuaikan dengan hasil evaluasi.




