triggernetmedia.com – Aktivitas penggalangan dana melalui Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue diperkirakan semakin marak pada 2026. Kondisi likuiditas pasar yang mulai melonggar serta kebijakan fiskal pemerintah yang mendukung pemulihan daya beli dinilai mendorong emiten lebih agresif berekspansi.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga 12 Desember 2025 tercatat 12 emiten telah merampungkan rights issue dengan total dana terhimpun sebesar Rp17,5 triliun.
Sejumlah emiten telah mengumumkan rencana rights issue pada 2026.
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) menargetkan dana sekitar Rp3,2 triliun melalui penerbitan 12,8 miliar saham baru dengan harga pelaksanaan Rp250 per saham. Dana tersebut akan digunakan untuk pengembangan jaringan Fiber to the Home (FTTH) berbasis teknologi Wi-Fi 7, proyek kabel laut, serta perluasan jaringan internet di Pulau Jawa.
PT Cansici Bina Rejeki Tbk (CBRE) memperoleh persetujuan RUPS untuk menerbitkan 48 miliar saham baru dalam 12 bulan ke depan. Dana hasil rights issue akan dimanfaatkan untuk pelunasan sebagian utang, penguatan modal kerja, serta pengadaan armada operasional, termasuk skema konversi utang menjadi saham senilai 55 juta dollar AS.
PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk (IRSX) membidik pendanaan hingga Rp3 triliun melalui penerbitan 12,3 miliar saham baru yang disertai bonus waran. Dana akan dialokasikan untuk belanja modal di sektor teknologi, seperti AI commerce, konten digital, dan teknologi digital-twin. Rights issue ini diperkirakan berlangsung pada Februari–Maret 2026.
PT Techno9 Indonesia Tbk (NINE) berencana menghimpun dana sekitar Rp80 miliar dengan menerbitkan maksimal 2,157 miliar saham baru. Dana akan digunakan untuk modal kerja dan pelunasan kewajiban jangka pendek, seiring rencana masuknya Poh Group sebagai pengendali baru.
PT Techno Indonesia Tbk (TRON) akan menerbitkan hingga 383,7 juta saham baru atau sekitar 11,5 persen dari modal disetor, dengan target dana Rp130 miliar hingga Rp150 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan.
Sementara itu, PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE) mendapat persetujuan menerbitkan maksimal 1,33 miliar saham baru. Dana rights issue akan digunakan untuk mempercepat proyek strategis perseroan, termasuk pengembangan kawasan industri dan properti.




