triggernetmedia.com – Provinsi Aceh masih dilanda krisis setelah banjir bandang dan tanah longsor meluas sejak 18 November 2025. Laporan terbaru Pos Komando (Posko) Tanggap Darurat menunjukkan peningkatan signifikan jumlah korban jiwa dan pengungsi, sementara upaya pencarian masih terus berlangsung di sejumlah wilayah yang sempat terisolasi.
Juru Bicara Posko Tanggap Darurat Bencana Aceh, Murthalamuddin, menyatakan hingga Selasa (2/12/2025) pukul 20.00 WIB, jumlah korban terus bertambah seiring pendataan dari lapangan. “Korban meninggal dan hilang terus bertambah seiring pembaruan laporan dari daerah,” ujarnya di Banda Aceh.
Bencana ini berdampak pada 18 kabupaten/kota dengan cakupan 229 kecamatan dan 3.310 gampong. Sebanyak 229.767 kepala keluarga atau 1.452.185 jiwa tercatat terdampak langsung. Dari jumlah tersebut, lebih dari 660.000 warga terpaksa mengungsi di 828 titik pengungsian.
“Hingga saat ini tercatat 1.435 jiwa luka ringan, 403 luka berat, 249 meninggal, dan 227 orang masih hilang,” kata Murthalamuddin, dikutip dari Antara. Pencarian terhadap ratusan warga hilang itu masih menjadi fokus tim SAR gabungan, yang harus bekerja di bawah tekanan cuaca tidak menentu.
Kerusakan fisik yang ditimbulkan juga tergolong besar. Sebanyak 201 sekolah, empat pondok pesantren, dan 51 tempat ibadah rusak. Infrastruktur transportasi mengalami hambatan serius dengan 302 titik jalan dan 152 jembatan putus atau rusak berat. Tak hanya itu, 138 gedung pemerintahan turut terdampak.
Sektor pertanian menjadi salah satu yang paling terpukul. “Rumah warga yang rusak mencapai 77.049 unit. Kerugian lain meliputi ternak 182 ekor, lahan persawahan 139.444 hektare, dan perkebunan 12.012 hektare,” ujar Murthalamuddin. Kerusakan lahan pertanian dalam jumlah besar ini diperkirakan berdampak pada produksi pangan lokal dalam beberapa bulan ke depan.
Pemerintah daerah bersama TNI, Polri, dan relawan terus melakukan evakuasi dan pendistribusian bantuan. “Prioritas saat ini adalah pencarian korban dan pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi,” tambahnya.
Cuaca ekstrem diperkirakan masih akan memengaruhi sebagian wilayah Aceh dalam waktu dekat. Posko Tanggap Darurat mengimbau masyarakat tetap waspada dan mengikuti instruksi petugas di lapangan. “Data bersifat sementara dan akan terus diperbarui,” tutup Murthalamuddin.




