triggernetmedia.com – Pemerintah mulai menyalurkan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) untuk tahap keempat atau terakhir tahun 2025, yang mencakup periode Oktober hingga Desember. Bantuan ini menjadi bagian penting dari upaya menjaga daya beli masyarakat dan memastikan akses terhadap kebutuhan pangan tetap terjaga hingga akhir tahun.
Program BPNT yang dikelola oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Kementerian Sosial (Kemensos) diberikan dalam bentuk uang tunai sebesar Rp200.000 per bulan. Dana tersebut dapat digunakan untuk membeli bahan pangan di e-warung yang telah ditunjuk sesuai mekanisme resmi.
“Tahap IV ini menjadi periode penting karena merupakan pencairan terakhir di tahun anggaran 2025. Pemerintah memastikan penyaluran dilakukan secara bertahap, transparan, dan tepat sasaran,” ujar perwakilan Bapanas dalam keterangannya, Rabu (15/10/2025).
Penyaluran Dilakukan Bertahap Sesuai Kesiapan Daerah
Penyaluran BPNT 2025 dibagi dalam empat tahap triwulanan, yakni:
-
Tahap I: Januari – Maret
-
Tahap II: April – Juni
-
Tahap III: Juli – September
-
Tahap IV: Oktober – Desember
Waktu pencairan di setiap daerah dapat berbeda, bergantung pada kesiapan teknis dari bank penyalur dan kantor pos yang ditunjuk. Karena itu, masyarakat diminta aktif memeriksa status penerimaan bantuan agar tidak tertinggal jadwal pencairan.
Dua Kanal Resmi untuk Cek Status Penerima BPNT
Kementerian Sosial menyediakan dua kanal utama yang bisa digunakan masyarakat untuk mengecek status Keluarga Penerima Manfaat (KPM), yakni melalui situs resmi Kemensos dan aplikasi “Cek Bansos”.
1. Melalui Situs Resmi
Langkah-langkahnya:
-
Buka laman cekbansos.kemensos.go.id.
-
Isi data sesuai KTP (provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, desa).
-
Ketik nama lengkap penerima dan masukkan kode verifikasi (captcha).
-
Klik “Cari Data” untuk melihat status penerima dan jenis bantuan.
2. Melalui Aplikasi “Cek Bansos”
-
Unduh aplikasi resmi Cek Bansos buatan Kementerian Sosial RI.
-
Buat akun dengan NIK dan verifikasi wajah (face recognition).
-
Masuk ke menu “Cek Bansos” dan isi data wilayah tempat tinggal.
-
Tekan “Cari Data” untuk melihat hasil pencarian.
Selain fitur pengecekan, aplikasi ini juga menyediakan menu “Usul” dan “Sanggah”, yang memungkinkan masyarakat mengajukan nama penerima baru atau melaporkan data yang dianggap tidak tepat.
Menjaga Transparansi dan Ketepatan Sasaran
Pemerintah menekankan pentingnya transparansi dan akurasi data dalam penyaluran BPNT. Seluruh penerima bantuan merupakan masyarakat yang terdaftar dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Dengan sistem digitalisasi data dan pemantauan langsung melalui aplikasi, diharapkan proses penyaluran bantuan sosial semakin cepat, akurat, dan tepat sasaran.
“BPNT bukan hanya soal bantuan pangan, tetapi juga bagian dari upaya pemerintah menjaga keadilan sosial dan memperkuat ketahanan pangan nasional,” ujar pihak Kemensos.




