triggernetmedia.com – Hari Keselamatan Pasien Sedunia/World Patient Safety Day (WPSD) diperingati setiap 17 September. WPSD ditetapkan Majelis Kesehatan Dunia ke-72 pada 2019 melalui resolusi WHA72.6 sebagai momentum global untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan.
Tahun ini, tema yang diangkat adalah “Perawatan Aman untuk Setiap Bayi Baru Lahir dan Setiap Anak” dengan slogan “Keselamatan pasien sejak awal!”. Tema tersebut menekankan pentingnya perlindungan bayi dan anak dari bahaya yang dapat dicegah selama perawatan kesehatan.
Seminar nasional WPSD 2025 digelar di Gedung Prof. Dr. Sujudi Kemenkes RI, Selasa (19/8/2025). Hadir Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin, Dirjen Kesehatan Lanjutan Azhar Jaya, Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan, Bupati Mempawah Erlina, Anggota DPR RI Surya Utama (Uya Kuya), serta jajaran direktur RSUD se-DKI Jakarta.
Dorongan dari Kalimantan Barat
Gubernur Ria Norsan menegaskan, keselamatan bayi dan anak menjadi pondasi peningkatan usia harapan hidup dan persiapan generasi emas 2045.
“Keselamatan pasien bukan hanya tugas dokter atau bidan, tetapi tanggung jawab bersama. Kita ingin menurunkan angka kematian bayi di Kalbar yang saat ini masih berada di urutan ke-10 nasional,” ujarnya.
Ia mengajak tenaga medis hingga masyarakat untuk menjadikan keselamatan pasien sebagai budaya kerja dan tanggung jawab moral.
Catatan dari Kementerian Kesehatan
Menkes Budi Gunadi Sadikin menyoroti tingginya angka kematian bayi di Indonesia yang masih tertinggal dari negara ASEAN lainnya.
“Kematian bayi di Indonesia lebih tinggi dari Vietnam, Laos, bahkan Myanmar. Target kita menurunkannya dari 33 ribu menjadi 20 ribu per tahun,” tegasnya.
Menurut Menkes, lebih dari 90% kematian bayi terjadi di rumah sakit dengan penyebab utama infeksi (sepsis) dan gangguan pernapasan (asfiksia). Ia menekankan perlunya pencatatan data akurat, peningkatan kebersihan fasilitas, serta standar pelayanan yang lebih baik.
Apresiasi untuk RSUD di Kalbar
Dalam kesempatan itu, Menkes juga memberikan apresiasi kepada RSUD Pontianak dan RSUD Mempawah yang dinilai memiliki standar layanan baik. Bahkan, salah satu direktur RSUD di Kalbar direkrut Kemenkes untuk memperkuat peningkatan kualitas layanan rumah sakit secara nasional.
“Standar RSUD Pontianak yang bagus akan kita tularkan ke seluruh Indonesia,” kata Budi.
Peringatan WPSD 2025 diharapkan mampu memperkuat komitmen bersama dalam melindungi bayi baru lahir dan anak-anak, sekaligus mendorong peningkatan mutu layanan kesehatan di seluruh Indonesia.

