triggernetmedia.com – Gelombang isu Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) kembali mengguncang Partai Golkar dan menjadi sorotan publik. Kali ini, rumor yang beredar semakin serius setelah muncul dugaan adanya restu dari Istana untuk menggantikan Ketua Umum Golkar, Bahlil Lahadalia. Meski sejumlah elite partai mencoba meredam gejolak, isu Munaslub justru kian santer dibicarakan, terutama di media sosial.
Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Sarmuji, merespons isu ini dengan tenang. “Desas-desus tidak perlu ditanggapi. Ibarat asap tanpa api,” ujarnya, menegaskan bahwa rumor tersebut tidak berdasar.
Namun, di media sosial, sejumlah unggahan menyoroti kedekatan Bahlil dengan mantan Presiden Jokowi, yang dinilai sebagian kalangan sebagai beban politik bagi Golkar. Kekhawatiran pun muncul bahwa Golkar akan terus tersandera sebagai partai yang identik dengan era Jokowi, yang kini telah usai secara konstitusional.
Selain kedekatan politik, kinerja Bahlil sebagai menteri juga menuai kritik tajam. Beberapa kebijakan kontroversial, seperti isu perizinan tambang di Raja Ampat dan wacana pelarangan penjualan LPG 3 kilogram, dianggap mencoreng citra pemerintah sekaligus merugikan nama baik Partai Golkar.
Salah satu unggahan menyebut, “Terlalu Jokowi, Bahlil didongkel dari Golkar. Golkar itu partai tua, punya mekanisme jelas. Saatnya Golkar mandiri!”
Lebih jauh, sejumlah kabar menyebutkan bahwa restu dari Istana untuk menggelar Munaslub sudah diberikan kepada Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, yang juga merupakan tokoh senior Golkar. Bahkan, disebut-sebut Nusron telah dipanggil ke Istana untuk membahas skenario pergantian kepemimpinan partai sebelum akhir tahun 2025.
Bahlil dan Elite Golkar Membantah Keras
Untuk meredam kegaduhan, Bahlil Lahadalia dengan tegas membantah seluruh isu yang berkembang. Ia menegaskan tidak ada rencana Munaslub di tubuh Golkar, dan menepis rumor adanya perpecahan internal.
“Masa mau dipercaya berita yang enggak ada sumbernya?” kata Bahlil dalam keterangan di Jakarta, Minggu (3/8/2025).
Senada, Nusron Wahid juga membantah isu keterlibatannya dalam skenario Munaslub. “Pertama, saya tidak tahu-menahu soal isu itu. Kedua, sampai hari ini tidak pernah ada pembicaraan dari pihak Istana kepada saya maupun pihak lain di lingkungan Golkar,” ujarnya seperti dilansir Antara.
Politikus senior Golkar lainnya, Nurdin Halid, ikut bersuara. “Isu Munaslub itu hoaks. Isu murahan yang tak layak ditanggapi,” ujarnya.
Sebagai informasi, Bahlil resmi terpilih sebagai Ketua Umum Golkar dalam Munas XI pada 20–21 Agustus 2024. Ia menggantikan Airlangga Hartarto secara aklamasi.
Namun, dengan tekanan politik yang kian meningkat, pertanyaan besar kini menggantung di langit-langit partai berlambang beringin: mampukah Bahlil bertahan dari badai politik ini, atau akan ada gelombang perubahan lebih cepat dari yang diperkirakan?

