Trigger Netmedia
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Sospolhukam
    • Metropolitan
    • Nasional
    • Internasional
  • Kalbar
    • Pontianak
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Kapuas Raya
    • Landak
    • Mempawah
    • Sanggau
    • SingBeBas
    • Kapuas Hulu
  • Ekonomi
    • Keuangan
    • Bisnis
    • Industri
    • Makro
    • IHSG
    • Fintech
  • Edutaiment
    • Literasi
    • Edukasi
    • Budaya
    • Gadgets
    • IT
  • Sport
    • Sepak Bola
    • Kabar Arena
    • Otomotif
  • Infotainment
    • Selebritis
    • Film
    • Music
    • Zodiak
    • Comunity
    • Kekinian
    • Fashion
    • Milenial
  • Kuliner
    • Food
    • Pesona Dunia
    • Pesona Nusantara
  • Pariwara
    • Videotron
    • Foto
    • Kanal Iklan
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Sospolhukam
    • Metropolitan
    • Nasional
    • Internasional
  • Kalbar
    • Pontianak
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Kapuas Raya
    • Landak
    • Mempawah
    • Sanggau
    • SingBeBas
    • Kapuas Hulu
  • Ekonomi
    • Keuangan
    • Bisnis
    • Industri
    • Makro
    • IHSG
    • Fintech
  • Edutaiment
    • Literasi
    • Edukasi
    • Budaya
    • Gadgets
    • IT
  • Sport
    • Sepak Bola
    • Kabar Arena
    • Otomotif
  • Infotainment
    • Selebritis
    • Film
    • Music
    • Zodiak
    • Comunity
    • Kekinian
    • Fashion
    • Milenial
  • Kuliner
    • Food
    • Pesona Dunia
    • Pesona Nusantara
  • Pariwara
    • Videotron
    • Foto
    • Kanal Iklan
No Result
View All Result
Trigger Netmedia
No Result
View All Result
Home Indonesia Membangun Kesehatan

Ratusan Guru Besar FK Seluruh Indonesia Soroti Kebijakan Kesehatan

ariz by ariz
21 Mei 2025
in Kesehatan, Nasional, Sorotan
0
Ratusan Guru Besar FK Seluruh Indonesia Soroti Kebijakan Kesehatan

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Dalam beberapa waktu terakhir kebijakan Kemenkes mendapat sorotan dari akademisi fakultas kedokteran. (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)

0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

triggernetmedia.com – Aksi protes yang dilakukan akademisi di fakultas kedokteran sejumlah kampus beberapa waktu belakangan terhadap Kementerian Kesehatan (Kemenkes) masih berlanjut.

Kali ini, ratusan Guru Besar Fakultas Kedokteran dari  Seluruh Indonesia menyerukan keprihatinan terhadap arah kebijakan dan tata kelola kesehatan nasional.

Seruan itu disampaikan secara terbuka dan dihadapan para dokter dan mahasiswa kedokteran di Aula IMERI, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI) Salemba, Jakarta Pusat.

“Kami para guru besar Fakultas Kedokteran di Indonesia merupakan bagian integral perjuangan bangsa dalam menjaga kesehatan masyarakat. Negeri ini tidak terlepas dari perjalanan panjang peran dokter dalam upaya mempertahankan dan meningkatkan derajat kesehatan rakyat,” ujar Prof Yusra salah satu perwakilan guru besar fakultas kedokteran di Jakarta, Selasa 20 Mei 2025.

Para guru besar menilai, saat ini arah kebijakan kesehatan nasional cenderung menjauh dari semangat kolaborasi berbagai pihak.

Kebijakan-kebijakan kesehatan nasional saat ini yang diberlakukan menimbulkan keresahan kolektif di kalangan dokter.

Salah satunya tentang mutasi secara sepihak oleh Kemenkes kepada dokter spesialis dilakukan tanpa prosedur yang jelas.

Hal tersebut menyebabkan polemik antara kalangan dokter dengan pemerintah, dalam hal ini pihak Kementerian Kesehatan.

“Alih-alih memperkuat mutu layanan dan pendidikan, kebijakan yang ada justru berpotensi menurunkan kualitas pendidikan dokter dan dokter spesialis. Pada akhirnya berdampak negatif terhadap mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat,” ujar Prof Yusra.

Untuk itu, para guru besar menyatakan lima poin sikap keprihatinan terhadap arah kebijakan dan tata kelola kesehatan nasional. Adapun poin-poinnya sebagai berikut:

  1. Kami mengingatkan bahwa kebijakan kesehatan harus berbasis cara berpikir ilmiah dalam ilmu kedokteran dan kesehata, berbasis bukti, etika, dan kolaborasi.
  2. Kami menolak kebijakan yang mengabaikan mutu dan prinsip ilmiah, legacy, dan tradisi keilmuan dalam pendidikan tenaga medis.
  3. Kami menolak keputusan birokratis yang melemahkan rumah sakit pendidikan, kelembagaan, dan sistem kesehatan akademik.
  4. Kami prihatin terhadap narasi publik yang menyudutkan tenaga medis dan institusi pendidikan.
  5. Kami dengan tegas menolak pengambilalihan Kolegium Dokter Spesialis.

Sebelumnya diberitakan, akademisi Fakultas Kedokteran di beberapa kampus seperti di Universitas Indonesia (UI), Universitas Padjajaran (Unpad) dan terakhir Universitas Hasanuddin menyampaikan protes kepada Menkes Budi Gunadi Sadikin.

Terbaru, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (FK Unhas) Makassar, Profesor Haerani Rasyid juga mengungkapkan keprihatinan.

Pernyataan tersebut disampaikan dengan melihat perkembangan narasi yang ada di publik, yakni menyudutkan tenaga medis dan institusi pendidikan dalam polemik layanan kesehatan nasional.

Menurutnya, sejumlah pernyataan pejabat tinggi negara yang cenderung menyalahkan dokter, rumah sakit, dan fakultas kedokteran sebagai penyebab berbagai persoalan dalam sistem kesehatan nasional tidak sepenuhnya tepat.

“Permasalahan utama justru terletak pada tata kelola sistem dan alokasi anggaran yang belum optimal. Sementara kekurangan yang disorot itu bersifat insidental dan personal, yang sejatinya juga bisa terjadi pada profesi lain,” ujar Haerani.

Haerani menilai bahwa sikap menyalahkan pihak medis secara terbuka dapat berdampak negatif terhadap kepercayaan publik.

Selain menciptakan polarisasi, narasi tersebut juga berpotensi merusak iklim kolaborasi antara pemerintah dan para pemangku kepentingan di sektor kesehatan.

Sebelumnya, Dekan FKUI Prof Ari Fahrial Syam menyebut Kemenkes terlalu sering melakukan framing negatif atau citra yang buruk terhadap pendidikan kedokteran.

Framing negatif yang terjadi menyoroti berbagai hal, mulai dari bullying hingga isu biaya pendidikan kedokteran.

“Framing yang selalu dibuat terkait bullying, misalnya berita tiga tahun lalu, diangkat lagi. Belum lagi sebutan PPDS yang terkesan hanya bisa untuk orang kaya saja, padahal kita semua di sini yang duduk di depan, dengan latar belakang pekerjaan orang tua macam-macam, tidak ada yang dari profesor, anak dokter,” kata Ari dalam konferensi pers di Aula kampus FKUI, Salemba, Jakarta, Jumat 16 Mei 2025.

Ia mengatakan bahwa di FKUI, mahasiswa kedokteran dengan latar belakang dari keluarga dokter hanya sedikit. Bahkan, jumlahnya tidak sampai 10 persen. Karena itu, dia heran kalau saat ini muncul anggapan sentimen bila ada anak dokter yang ingin melanjutkan karir seperti orangtuanya.

Sehingga, Ari menekankan, tidak ada perlakuan khusus dan istimewa yang diberikan selama program pendidikan berlangsung.

“Jadi intinya pernyataan yang sama diulang terus, mohon maaf, seperti kaset berputar saja,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes Aji Muhawarman menekankan kalau pihaknya tidak pernah bermaksud menimbulkan kesan negatif terhadap profesi dokter maupun tenaga kesehatan lainnya.

“Penjelasan yang disampaikan selama ini bertujuan untuk mengungkapkan fakta di lapangan, khususnya terkait proses pendidikan dokter spesialis, demi melindungi peserta didik dari praktik perundungan/kekerasan yang tidak sejalan dengan semangat profesionalisme,” katanya.

 

 

About Author

ariz

See author's posts

Tags: # fkuiFakultas KedokteranKemenkesKesehatan Nasional
Previous Post

Lahan Gambut dan Mangrove Kalimantan, Jalan Indonesia Menuju Masa Depan Bebas Emisi

Next Post

Diminati Warga, Pasar Murah di Pontianak Timur Sediakan 1.000 Paket

ariz

ariz

Next Post
Diminati Warga, Pasar Murah di Pontianak Timur Sediakan 1.000 Paket

Diminati Warga, Pasar Murah di Pontianak Timur Sediakan 1.000 Paket

Stay Connected test

  • 24k Followers
  • 24k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
AKI dan AKB Masih Tinggi, Indonesia Terpaut Jauh dari Target SDGs

AKI dan AKB Masih Tinggi, Indonesia Terpaut Jauh dari Target SDGs

16 Juli 2025
Jabat Dewan Syuro, Anggota Komisi Fatwa MUI Berperan Beri Masukan dan Nasihat ke JI

Jabat Dewan Syuro, Anggota Komisi Fatwa MUI Berperan Beri Masukan dan Nasihat ke JI

17 November 2021
Kronologi Polemik Ijazah Jokowi: Dari Gugatan Hukum hingga Drama Politik

Kronologi Polemik Ijazah Jokowi: Dari Gugatan Hukum hingga Drama Politik

18 Juli 2025
Honda Civic Genio, Mobil Legendaris dengan Kelebihan dan Kekurangan

Honda Civic Genio, Mobil Legendaris dengan Kelebihan dan Kekurangan

3 April 2024
Bandara Rahadi Oesman Ketapang Hentikan Sementara Layanan Penerbangan Komersial

Bandara Rahadi Oesman Ketapang Hentikan Sementara Layanan Penerbangan Komersial

0
2 Hari Hilang, Nelayan Tewas Mengambang di Pantai Cipalawah Garut

2 Hari Hilang, Nelayan Tewas Mengambang di Pantai Cipalawah Garut

0
14 Tahun Terbunuhnya Munir, Polri Didesak Bentuk Tim Khusus

14 Tahun Terbunuhnya Munir, Polri Didesak Bentuk Tim Khusus

0
Prabowo Resmikan Kantor DPD Gerindra di Banten

Prabowo Resmikan Kantor DPD Gerindra di Banten

0
Bea Cukai Entikong Gagalkan Penyelundupan 13 Kg Sabu dari Malaysia

Bea Cukai Entikong Gagalkan Penyelundupan 13 Kg Sabu dari Malaysia

27 September 2026
Fadli Zon Kenang Guruh Soekarnoputra sebagai Seniman dan Pecinta Literasi

Fadli Zon Kenang Guruh Soekarnoputra sebagai Seniman dan Pecinta Literasi

27 September 2026
Mengenal Keturunan Soekarno yang Masih Hidup hingga Kini, dari Anak hingga Cicit

Mengenal Keturunan Soekarno yang Masih Hidup hingga Kini, dari Anak hingga Cicit

27 September 2026
AI Mulai Masuk ke UKM, Data Jadi Fondasi Smart Factory

AI Mulai Masuk ke UKM, Data Jadi Fondasi Smart Factory

27 September 2026

Recent News

Bea Cukai Entikong Gagalkan Penyelundupan 13 Kg Sabu dari Malaysia

Bea Cukai Entikong Gagalkan Penyelundupan 13 Kg Sabu dari Malaysia

27 September 2026
Fadli Zon Kenang Guruh Soekarnoputra sebagai Seniman dan Pecinta Literasi

Fadli Zon Kenang Guruh Soekarnoputra sebagai Seniman dan Pecinta Literasi

27 September 2026
Mengenal Keturunan Soekarno yang Masih Hidup hingga Kini, dari Anak hingga Cicit

Mengenal Keturunan Soekarno yang Masih Hidup hingga Kini, dari Anak hingga Cicit

27 September 2026
AI Mulai Masuk ke UKM, Data Jadi Fondasi Smart Factory

AI Mulai Masuk ke UKM, Data Jadi Fondasi Smart Factory

27 September 2026
  • Kode Etik
  • Kode Prilaku Perusahaan Pers
  • Tentang Kami
  • Redaksi

© 2026 triggernetmedia development

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Sospolhukam
    • Metropolitan
    • Nasional
    • Internasional
  • Kalbar
    • Pontianak
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Kapuas Raya
    • Landak
    • Mempawah
    • Sanggau
    • SingBeBas
    • Kapuas Hulu
  • Ekonomi
    • Keuangan
    • Bisnis
    • Industri
    • Makro
    • IHSG
    • Fintech
  • Edutaiment
    • Literasi
    • Edukasi
    • Budaya
    • Gadgets
    • IT
  • Sport
    • Sepak Bola
    • Kabar Arena
    • Otomotif
  • Infotainment
    • Selebritis
    • Film
    • Music
    • Zodiak
    • Comunity
    • Kekinian
    • Fashion
    • Milenial
  • Kuliner
    • Food
    • Pesona Dunia
    • Pesona Nusantara
  • Pariwara
    • Videotron
    • Foto
    • Kanal Iklan

© 2026 triggernetmedia development