triggernetmedia.com – Pj. Bupati Landak, Dr. Gutmen Nainggolan menyebut 7 (tujuh) kecamatan di Kabupaten Landak yang terdampak banjir. Pemkab Landak melalui dinas-dinas terkait sudah membangun posko-posko atau dapur umum untuk warga yang terdampak banjir untuk bisa di evakuasi.
“Kami sudah meninjau langsung dan memonitor banjir yang ada disini di darit menyuke. Lalu yang pasti dan terutama adalah kita memastikan dulu semua warga kita yang terdampak banjir itu selamat dan aman. Namun apabila warga tetap tinggal di rumahnya kami mengimbau agar terus berhati-hati dan tetap mawas diri,” ujar Gutmen saat mendampingi Staf Ahli Bidang Sosial dan Sumber Daya Manusia (SDM) Pemprov Kalbar, Alexander Rombonang melakukan peninjauan langsung sekaligus menyerahkan bantuan kepada korban terdampak banjir di wilayah Kecamatan Menyuke di Desa Darit, Kecamatan Menyuke. Jum’at (24/1).
Gutmen menyebut kebutuhan logistik yang diperlukan untuk bertahan hidup sudah dipersiapkan termasuk juga obat-obatan dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat dan Dinas Kesehatan Kabupaten Landak sudah tersedia dengan baik.
“Kami mengapresiasi yang sebesar besarnya kepada Pemprov Kalbar yang sangat responsif dan juga bersama-sama dengan Pemkab Landak meninjau dan melihat lokasi-lokasi yang banjir yang ada di Kabupaten Landak,” ungkapnya.
Sesuai data yang telah dihimpun oleh BPBD Prov. Kalbar, sebanyak kurang lebih 25.000 jiwa terdampak banjir dan tingginya curah hujan.
“Kita melihat langsung hari ini disini sudah mulai surut sekitar hampir setengah meter. Semoga ini segera berangsur surut sehingga nanti selanjutnya akan dilakukan tindakan penanganan pasca banjir disini dan juga antisipasi banjir kiriman di Ngabang nantinya,” kata Gutmen.
Di Kecamatan Ngabang, lanjut Gutmen, sudah dipersiapkan antisipasi kemungkinan banjir dengan mendirikan dapur umum serta menyiapkan perahu di sepanjang Sungai Landak untuk mengevakuasi warga yang terdampak banjir.
“Kebanyakan warga masih belum mau mengungsi ke posko dan memilih untuk tetap di rumahnya. Jadi kami juga menghargai pilihan dari warga kita maka ada perahu yang kita siapkan apabila sewaktu-waktu mereka mau mengungsi ke tempat yang kita sediakan. Namun apabila mereka masih mau bertahan di rumahnya kami akan mengantarkan bantuan berupa makanan yang bisa mereka konsumsi,” kata Gutmen.
Sementara , Staf Ahli Bidang Sosial dan Sumber Daya Manusia (SDM) Gubernur Kalimantan Barat Alexander Rombonang menegaskan, yang paling penting adalah melakukan evakuasi masyarakat yang terdampak karena masih cukup banyak masyarakat yang sepertinya agak enggan untuk di evakuasi.
“Padahal kalau mereka mau, kita bisa menangani mungkin dengan lebih baik di posko karena ada makanan dan sebagainya serta kalau sakit bisa diobati. Kita juga memberikan bantuan bahan makanan cukup banyak untuk sementara ini semoga bisa sedikit meringankan beban dari warga kita,” ujar Alexander.
Masyarakat Kabupaten Landak yang terdampak banjir di 7 kecamatan dan terparah yakni di Desa Darit.
“Semoga kondisi banjir ini cepat surut, semoga tidak terlalu lama ini bisa selesai dan tentu saja setelah ini tugas kita adalah penanganan pasca banjir. Pasti akan banyak muncul berbagai masalah, seperti adanya penyakit, kemudian mungkin akan ada kerusakan dan sebagainya nanti akan kita koordinasikan bersama untuk menangani secara bersama,” kata Alexander.
Seluruh elemen masyarakat yang ingin berpartisipasi dalam memberikan bantuan berupa makanan, pakaian, dan lain sebaginya diperkenankan untuk membantu.
“Kami juga mengajak semua elemen masyarakat yang merasa ingin berpartisipasi untuk memberikan bantuan kepada warga yang terdampak banjir ini. Makanan boleh, pakaian boleh. Pada saat ini yang diperlukan adalah air minum bersih dan kemudian untuk anak anak dan lain sebagainya,” tutup Alexander.
Sumber: Diskominfo Landak



