triggernetmedia.com – Ibadah puasa pada bulan Ramadhan merupakan salah satu kewajiban umat Muslim di seluruh dunia. Namun, bagi penderita diabetes, disarankan untuk melakukan persiapan sebelum berpuasa agar tidak membahayakan kesehatan akibat gangguan metabolisme tubuh.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam Sub Spesialis Endokrin, Metabolik dan Diabetes RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie (SSMA) Kota Pontianak, dr Amanda Trixie Hardigaloeh, Sp.PD, K-EMD, menjelaskan hal ini saat diwawancarai oleh tim Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) RSUD SSMA pada Jum’at (15/3).
“Secara prinsip, pasien diabetes yang ingin menjalankan ibadah puasa memerlukan persiapan yang ideal dilakukan 2-4 minggu sebelumnya,” ujarnya.
Menurut dr Amanda, penyesuaian tersebut perlu dilakukan bagi pasien diabetes karena pada bulan Ramadhan terdapat perubahan dari pola gaya hidup. Tidak hanya penyesuaian terkait obat, tetapi juga terkait pola makan, porsi makan, dan jadwal makan, yang dikenal dengan 3J (Jumlah, Jenis, Jadwal) selama waktu makan.
“Penyesuaian terhadap obat-obatan tentu harus dilakukan, selain itu pemantauan gula darah secara mandiri dan aktivitas fisik juga harus disesuaikan.
Amanda juga mengingatkan bahwa jika pasien diabetes mengalami keluhan atau gejala merasa kurang nyaman serta melakukan pemeriksaan gula darah sendiri yang menunjukkan kadar di bawah 70 mg/dL atau di atas 300 mg/dL, disarankan untuk membatalkan puasa.
“Bagi pasien yang belum pernah berkonsultasi terkait penyesuaian gaya hidup selama bulan puasa, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter atau edukator untuk mendapatkan penyesuaian yang tepat,” pungkasnya.

