triggernetmedia.com – Penjabat Gubernur Kalimantan Barat, Harisson, memimpin diskusi terbatas yang membahas tantangan dan prospek ekonomi provinsi tersebut. Diskusi, yang dihadiri oleh Kepala Perangkat Daerah dan pemangku kepentingan terkait, berlangsung di Balai Petitih Kantor Gubernur Kalimantan Barat, Jumat (10/11).
Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Mohammad Bari, bertindak sebagai moderator dalam diskusi yang juga melibatkan Eddy Suratman, Guru Besar FEB Universitas Tanjungpura, sebagai narasumber.
Dalam diskusi tersebut, Pj Sekda Kalbar menyoroti beberapa aspek yang dianggap penting untuk peningkatan perekonomian di Kalimantan Barat.
Dia menyatakan harapannya bahwa hasil dari diskusi ini dapat menghasilkan kebijakan-kebijakan program yang dapat diimplementasikan melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di provinsi tersebut.
Eddy Suratman, sebagai narasumber, menyampaikan beberapa poin rekomendasi kebijakan. Salah satunya adalah menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok untuk mencegah penurunan daya beli masyarakat.
Kerjasama dengan lembaga seperti Bulog, BUMD/BUMN, dan pemerintah kabupaten/kota dianggap penting untuk memastikan ketersediaan bahan pokok dan kelancaran distribusinya. Suratman juga mendorong pembukaan toko pengendali harga di pasar utama daerah.
“Bahkan patut dipertimbangkan untuk mendorong pemerintah kabupaten/kota membuka toko pengendali harga yang beroperasi saat tertentu saja di pasar-pasar utama daerah”, terang Eddy Suratman.
Suratman menyoroti perlunya percepatan penyerapan anggaran pada sisa tahun anggaran, dengan menekankan pembentukan posko penyerapan untuk koordinasi antar OPD guna mengatasi hambatan dalam penyaluran anggaran.
Selain itu, diskusi juga mengangkat isu hilirisasi atau industrialisasi sebagai pengungkit pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat.
Menurut kajian Bappeda Kalbar, beberapa kawasan pertumbuhan dengan sektor unggulan masing-masing telah diidentifikasi, termasuk kawasan metropolitan Kota Pontianak, kawasan industri Tayan, dan kawasan pariwisata Pasir Panjang.
Harapannya, rekomendasi-rekomendasi ini dapat menjadi landasan untuk perumusan kebijakan yang efektif guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat ke depannya.




