triggernetmedia.com – Sebanyak 74 Hafidz dan Hafidzah yang telah berhasil menghafal 30 Juz Al-Qur’an, diwisuda dalam sebuah upacara yang digelar di Pendopo Gubernur Kalimantan Barat, Jumat (27/10). Wisuda ini dihadiri oleh Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Barat, Harisson, dengan tujuan untuk memberikan penghargaan dan apresiasi kepada para penghafal Al-Qur’an serta memotivasi generasi muda untuk lebih mendalami Al-Qur’an.
Kegiatan wisuda ini menjadi salah satu wujud komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dalam membentuk generasi Muslim yang berkarakter sebagai generasi Qur’ani.
Juga menjadi momentum penting untuk merangkai dengan pelepasan Kafilah STQ Nasional Kalbar, yang akan mewakili provinsi ini dalam Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadits (STQH) Nasional XXVII yang akan diselenggarakan di Provinsi Jambi.
Selama acara, Bendera Pemprov Kalbar diserahkan kepada Ketua Umum LPTQ Provinsi Kalbar, Brigjen Pol (Purn) Andi Musa, yang nantinya akan membawa Kafilah Kalbar dalam kompetisi nasional.
Selain itu, Pj. Gubernur juga memberikan dukungan dan mengenakan syal untuk melepas keberangkatan 4 calon jamaah Umrah.
“Kita ketahui program Hafidz dan Hafidzah Al-Quran ini termasuk Umrah, ini adalah programnya Sutarmidji, Gubernur Periode 2018-2023. Ini menjadi kewajiban bagi Gubernur selanjutnya untuk melanjutkan program yang sangat mulia ini. Kita ucapkan terima kasih kepada Bapak Sutarmidji yang sudah memulai program ini,” ungkap Harisson.
Harisson menekankan pentingnya menjaga hafalan Al-Qur’an, terus belajar, meningkatkan kualitas hafalan, dan menjaga akhlak yang baik. Ia juga berharap para penghafal Al-Qur’an dapat memahami, memaknai, dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari, menjadikan mereka generasi unggul yang beriman dan bertaqwa.
Pj. Gubernur juga memberikan pesan khusus kepada Kafilah Kalbar yang akan berlaga di STQH Nasional untuk menjaga kesehatan, stamina, pola makan, dan istirahat yang cukup agar dapat tampil prima dalam kompetisi.
Selain itu, ia berpesan kepada Calon Jamaah Umrah agar selalu mendoakan Provinsi Kalbar agar tetap hidup dalam rukun, damai, sejahtera, dan mendapatkan berkah dari Allah.
“Nanti selama 12 hari berada di Tanah Suci agar selalu memanjatkan doa untuk keluarga dan masyarakat kalbar, doa yang terbaik untuk masyarakat kalbar agar dapat terus hidup rukun dan damai, sejahtera, selalu mendapatkan rahmat dari Allah, selalu mendapatkan kasih sayang dari Allah SWT,” pesan Harisson menutup sambutannya.











