triggernetmedia.com – Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Barat, Harisson, beserta Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Kepala Bulog Kalimantan Barat, dan Satgas Pangan Polda Kalimantan Barat bersama beberapa Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi Kalimantan Barat, melakukan kunjungan ke salah satu Gudang Beras terbesar di Kalimantan Barat, yang dimiliki oleh CV. Agro Abadi.
Kunjungan ini berlangsung, Senin (9/10) dengan tujuan utama untuk memastikan ketersediaan stok beras dan menindaklanjuti arahan dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) guna menekan angka inflasi melalui peninjauan kelapangan secara masif.
“Kami bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Satgas Pangan melakukan kunjungan ke gudang beras swasta untuk meninjau ketersediaan stok beras di Kalimantan Barat. Hal ini dalam rangka kita mengendalikan harga beras dan inflasi di Kalimantan Barat,” ungkap Harrison.
Hasil peninjauan menunjukkan bahwa stok beras di Kalimantan Barat dipastikan aman hingga bulan Desember mendatang. Harisson menambahkan.
“Jadi masyarakat jangan khawatir karena kami akan terus menjaga stok beras maupun harga,” tambah Harrison.
Kepala Bulog Kalimantan Barat, Dedi Aprilyadi, menjelaskan bahwa saat ini ketersediaan beras dari Bulog mencapai 16.000 Ton yang tersebar di Kalimantan Barat, dan akan ada tambahan stok sebanyak 15.000 Ton yang masih dalam perjalanan.
Dengan demikian, total stok beras dari Bulog yang tersedia mencapai 31.000 Ton.
“Untuk menekan harga, kami akan menggelontorkan beras-beras medium melalui pemasaran beras SPHP. Hingga saat ini, sudah disalurkan sebanyak 13.000 Ton, dan rencananya kami akan menyediakan 14.000 Ton beras ini di pasar-pasar tradisional hingga akhir tahun 2023,” jelas Dedi.
Sementara itu, Perwakilan dari Satgas Pangan Polda Kalimantan Barat, AKP. Tua Mangasi Sitorus, menegaskan komitmennya untuk bekerja sama dengan Pemprov dan stakeholder lainnya guna menstabilkan harga beras agar terjangkau bagi masyarakat menengah ke bawah, termasuk beras komersil.
Tujuan dari upaya ini adalah memberikan pilihan kepada masyarakat sesuai dengan kemampuan ekonomi masing-masing.
“Kami bersama Pj. Gubernur turun ke lapangan untuk mengecek ketersediaan stok di Kalimantan Barat, dan kami pastikan stok ini aman hingga menjelang Natal dan Tahun Baru,” ujar AKP Tua Mangasi S.




