triggernetmedia.com – Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji, menghadiri acara peresmian Teaching Farm Closed House di Universitas Tanjungpura, yang didanai melalui hibah dari perusahaan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. Acara ini bertujuan untuk memberikan apresiasi atas kontribusi PT Charoen Pokphand Indonesia dalam memajukan sektor peternakan di Kalbar, Kamis (31/8).
Dalam pidatonya, Gubernur menyambut baik hibah dari Teaching Farm Closed House dari PT Charoen Pokphand Indonesia kepada Universitas Tanjungpura.
Menurutnya, fasilitas ini bukan hanya akan menjadi tempat praktikum modern bagi mahasiswa, tetapi juga memiliki dampak signifikan terhadap inflasi, terutama melalui produksi ayam potong.
“Kami sangat berterima kasih kepada PT Charoen Pokphand Indonesia yang telah menyumbangkan Teaching Farm Closed House (kandang ayam broiler modern). Produksi ayam potong ini menjadi salah satu faktor utama dalam inflasi, dengan kontribusi signifikan dalam jangka waktu 4 hingga 6 bulan. Di Kalimantan Barat sendiri, produksi ayam potong selalu menjadi penyumbang inflasi sepanjang Januari hingga Juni,” ucap Gubernur.
Gubernur berharap bahwa fasilitas kandang ayam modern ini akan menjadi inspirasi bagi mahasiswa Fakultas Peternakan dan Pertanian untuk memulai usaha dalam sektor peternakan.
Ia menekankan pentingnya literasi keuangan bagi mahasiswa guna memahami peluang dan tantangan dalam menjalankan usaha.
“Modal bukanlah kendala utama, yang penting adalah pemahaman dalam literasi keuangan. Saya berharap para mahasiswa dapat menguasai aspek ini sebelum memulai usaha,” tambahnya.
Sutarmidji juga berharap bahwa Universitas Tanjungpura akan terus mengembangkan fasilitas kandang ayam modern ini sebagai langkah untuk meningkatkan pendapatan dan memberikan motivasi kepada masyarakat setempat. Ia berharap fasilitas ini bisa menjadi contoh bagi daerah lain di Kalimantan Barat.
“Kandang ayam modern ini seharusnya digunakan untuk mendorong inovasi dan menjadi daya tarik bagi individu yang ingin berinvestasi dalam peternakan. Mahasiswa harus mampu membaca peluang dengan baik, karena kemampuan membaca peluang akan meningkatkan daya saing,” paparnya.
Dalam kesempatan yang sama, Tjiu Thomas Effendy dari PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk menjelaskan bahwa Teaching Farm Closed House mewakili teknologi paling modern dalam industri peternakan saat ini. Fasilitas ini didesain dengan standar internasional untuk memastikan kesejahteraan dan produktivitas ayam.
“Fasilitas kandang ini mengikuti standar dunia, menjadi satu-satunya cara yang efektif untuk beternak ayam ke depan. Keunggulannya terletak pada sistem tertutup yang melindungi ayam dari kondisi eksternal seperti cuaca panas atau hujan. Tingkat kematian dalam sistem ini hanya sekitar 3%, jauh lebih rendah dibandingkan kandang terbuka yang bisa mencapai lebih dari 15%,” terang Tjiu Thomas Effendy.
Ia menambahkan bahwa keunggulan lainnya adalah kondisi ayam yang lebih sehat di dalam kandang tertutup, yang berdampak positif pada konversi pakan menjadi daging. Fasilitas ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam perkembangan industri peternakan di Indonesia.










