triggernetmedia.com – Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Ahmad Ramadhan, mengonfirmasi bahwa Tim Densus 88 Antiteror Polri telah berhasil menangkap dua terduga teroris di Boyolali, Jawa Tengah.
Mereka berinisial S dan T ditangkap pada Selasa, 1 Agustus 2023, karena diduga terkait dengan insiden bom bunuh diri yang terjadi di Polsek Astana Anyar, Bandung, Jawa Barat pada Desember 2022.
Dalam insiden tragis tersebut, tersangka berinisial AM melakukan aksi bom bunuh diri yang menyebabkan satu anggota polisi, Aipda Sofyan Didu, meninggal dunia.
Selain itu, sembilan anggota polisi dan seorang warga juga mengalami luka-luka akibat ledakan tersebut.
Dalam keterangannya kepada awak media, Kamis (3/8), Brigjen Ahmad Ramadhan menyatakan, “S dan T ini terkait bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar Bandung.”
Namun, detail lebih lanjut mengenai peran S dan T dalam insiden tersebut belum diungkap oleh pihak berwenang.
Diketahui bahwa AM, pelaku bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar, merupakan mantan narapidana yang terlibat dalam kasus bom panci di Cicendo, Kota Bandung, pada Februari 2017, identitas pelaku dikonfirmasi berdasarkan sidik jari dan teknologi pengenalan wajah.
Tim Densus 88 terus bekerja keras untuk mengungkap jaringan terorisme dan mencegah aksi teror di seluruh wilayah Indonesia.
Penangkapan terhadap S dan T menjadi langkah proaktif dalam menghadapi ancaman keamanan negara.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan apresiasi atas kerja keras Tim Densus 88 dalam menangkap kedua terduga teroris tersebut.
Ia menegaskan bahwa upaya pemberantasan terorisme akan terus ditingkatkan untuk menjaga keamanan dan kedamaian masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, penyelidikan lebih lanjut terus dilakukan untuk mengungkap dugaan keterlibatan lebih banyak orang dalam kasus ini.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan berkoordinasi dengan aparat keamanan jika menemui perilaku atau aktivitas yang mencurigakan.
sumber berita: berbagai sumber



