Jumat, 29 Mei 2026
Trigger Netmedia
  • Home
  • Kalbar
    • Pontianak
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Kapuas Raya
    • Landak
    • Mempawah
    • Sanggau
    • SingBeBas
    • Kapuas Hulu
  • News
    • Peristiwa
    • Sospolhukam
    • Metropolitan
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
    • Keuangan
    • Bisnis
    • Industri
    • Makro
    • IHSG
    • Fintech
  • Edutaiment
    • Literasi
    • Edukasi
    • Budaya
    • Gadgets
    • IT
  • Sport
    • Sepak Bola
    • Kabar Arena
    • Otomotif
  • Lifestyle
    • Comunity
    • Kekinian
    • Fashion
    • Milenial
  • Infotainment
    • Selebritis
    • Film
    • Music
    • Zodiak
  • Kuliner
    • Food
    • Pesona Dunia
    • Pesona Nusantara
  • Pariwara
    • Videotron
    • Foto
    • Kanal Iklan
No Result
View All Result
Trigger Netmedia
Home Ekonomi

Kabar Buruk dari Bank Dunia soal Resesi: Belum Pernah Terjadi Selama Lebih dari 80 Tahun

ariz by ariz
11 Januari 2023
in Ekonomi, Headline, Internasional, News, Sorotan
0
Kabar Buruk dari Bank Dunia soal Resesi: Belum Pernah Terjadi Selama Lebih dari 80 Tahun

Ilustrasi resesi ekonomi (Kolase foto/Shutterstock)

1.2k
VIEWS
Share on Facebook

triggernetmedia.com – Bank Dunia mengatakan bahwa perekonomian global tinggal selangkah lagi menuju resesi kedua dalam satu dekade yang sama, kondisi yang disebutnya belum pernah terjadi selama lebih dari 80 tahun.

Mengutip CNN, Rabu (11/1/2023) lembaga tersebut memproyeksikan bahwa pertumbuhan ekonomi global pada 2023 ini menurun tajam, imbas kondisi krisis.

Related posts

Implementasi Digitalisasi dan Mekanisasi Masa Depan Perkebunan Nusantara

Dugaan Under Invoicing Ekspor CPO Masuk Tahap Penyidikan

28 Mei 2026
Danantara Siapkan PT DSI Jadi Pengelola Ekspor Satu Pintu

Danantara Siapkan PT DSI Jadi Pengelola Ekspor Satu Pintu

28 Mei 2026

Kelompok itu sekarang memproyeksikan ekonomi dunia akan tumbuh hanya 1,7% tahun ini, membanting negara-negara berkembang yang telah terpukul keras oleh pandemi dan kenaikan suku bunga.

“Krisis yang dihadapi pembangunan semakin intensif karena prospek pertumbuhan global memburuk,” kata Presiden Bank Dunia David Malpass dalam sebuah pernyataan. Dinukil dari suara.com.

Inflasi yang meningkat, kebijakan bank sentral yang agresif, kondisi keuangan yang memburuk, dan gelombang kejut dari invasi Rusia ke Ukraina semuanya membebani pertumbuhan ekonomi

Sepertiga dari ekonomi dunia diperkirakan berada dalam resesi pada tahun 2023, menurut laporan IMF.

“Akibatnya, guncangan negatif lebih lanjut dari inflasi yang lebih tinggi dan bahkan kebijakan moneter yang lebih ketat hingga peningkatan ketegangan geopolitik – bisa cukup untuk memicu kondisi resesi,” menurut Bank Dunia.

Sebelumnya resesi pertama terjadi pada 2020 lalu ketika terjadi gelombang pandemi Covid-19. Kala itu ekonomi global menyusut sebesar 3,2% selama resesi pandemi, sebelum bangkit kembali dengan kuat pada tahun 2021. Dunia terakhir mengalami dua resesi dalam dekade yang sama pada tahun 1930-an.

Organisasi tersebut memperkirakan ekonomi AS akan tumbuh hanya 0,5% pada tahun 2023. 20 negara yang menggunakan Euro, yang telah terpukul oleh perang di Ukraina, diperkirakan tidak akan mengalami ekspansi agregat sama sekali. Kedua prakiraan tersebut jauh lebih rendah dibandingkan pada Juni 2022.

Sementara pertumbuhan di Tiongkok diproyeksikan meningkat pada tahun 2023 setelah pencabutan pembatasan Covid-19 , naik menjadi 4,3%. Tetapi perkiraan itu juga turun dari enam bulan lalu, mencerminkan kegoyahan yang sedang berlangsung di pasar real estate negara itu, permintaan yang lebih lemah dari negara lain untuk produk buatan China, dan gangguan pandemi yang berkelanjutan.

“Tiga mesin pertumbuhan utama dunia – Amerika Serikat, kawasan Eropa dan China – sedang mengalami periode kelemahan yang nyata,” kata Bank Dunia dalam laporannya.

Kemunduran ini juga akan merugikan negara-negara miskin, yang telah merasakan dampak dari iklim ekonomi yang tidak pasti, investasi bisnis yang lebih rendah, dan kenaikan suku bunga. Meningkatnya biaya pinjaman dapat membuat lebih sulit untuk menangani tingkat utang yang tinggi.

Pada akhir tahun 2024, hasil ekonomi di pasar negara berkembang dan negara berkembang akan berada sekitar 6% di bawah tingkat yang telah dipetakan sebelum pandemi, menurut Bank Dunia. Pertumbuhan pendapatan juga diperkirakan akan lebih lambat dari rata-rata satu dekade sebelum Covid, sehingga semakin sulit untuk menutup kesenjangan dengan negara-negara kaya.

About Author

ariz

See author's posts

Tags: # 2023Bank DuniaEkonomi GlobalIMFresesi
Previous Post

Lifting Minyak PGN Saka Sepanjang 2022 Lampaui Target APBN

Next Post

Sejak Awal Tahun RI Sudah Impor Pangan 4 Komoditas

Next Post
Sejak Awal Tahun RI Sudah Impor Pangan 4 Komoditas

Sejak Awal Tahun RI Sudah Impor Pangan 4 Komoditas

Implementasi Digitalisasi dan Mekanisasi Masa Depan Perkebunan Nusantara

Dugaan Under Invoicing Ekspor CPO Masuk Tahap Penyidikan

28 Mei 2026
Danantara Siapkan PT DSI Jadi Pengelola Ekspor Satu Pintu

Danantara Siapkan PT DSI Jadi Pengelola Ekspor Satu Pintu

28 Mei 2026
Pemerintah Tiru China dalam Pengentasan Kemiskinan

Pemerintah Tiru China dalam Pengentasan Kemiskinan

28 Mei 2026

Gallery Video

  • DEBAT PUBLIK ANTAR PASANGAN BUPATI DAN WAKIL BUPATI KABUPATEN KETAPANG TAHUN 2024
    • DEBAT PUBLIK ANTAR PASANGAN BUPATI DAN WAKIL BUPATI KABUPATEN KETAPANG TAHUN 2024

    • Watch Video

  • DEBAT PUBLIK PASLON BUPATI DAN WAKIL BUPATI KETAPANG 2020 SEGMEN 3
    • DEBAT PUBLIK PASLON BUPATI DAN WAKIL BUPATI KETAPANG 2020 SEGMEN 3

    • Watch Video

  • DEBAT PUBLIK PASLON BUPATI DAN WAKIL BUPATI KETAPANG 2020 SEGMEN 4
    • DEBAT PUBLIK PASLON BUPATI DAN WAKIL BUPATI KETAPANG 2020 SEGMEN 4

    • Watch Video

  • DEBAT PUBLIK PASLON BUPATI DAN WAKIL BUPATI KETAPANG 2020 SEGMEN 5
    • DEBAT PUBLIK PASLON BUPATI DAN WAKIL BUPATI KETAPANG 2020 SEGMEN 5

    • Watch Video

  • KAMPUNG KB MEWUJUDKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT
    • KAMPUNG KB MEWUJUDKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT

    • Watch Video

  • DPRD SAHKAN APBD KABUPATEN MEMPAWAH TA 2021 Rp1,08 TRILIUN
    • DPRD SAHKAN APBD KABUPATEN MEMPAWAH TA 2021 Rp1,08 TRILIUN

    • Watch Video

Advertisement Space Availble

Recent News

  • Dugaan Under Invoicing Ekspor CPO Masuk Tahap Penyidikan
  • Danantara Siapkan PT DSI Jadi Pengelola Ekspor Satu Pintu
  • Pemerintah Tiru China dalam Pengentasan Kemiskinan

PT. KALBAR INFORMASI GROUP (KBIG)

Recent News

Implementasi Digitalisasi dan Mekanisasi Masa Depan Perkebunan Nusantara

Dugaan Under Invoicing Ekspor CPO Masuk Tahap Penyidikan

28 Mei 2026
Danantara Siapkan PT DSI Jadi Pengelola Ekspor Satu Pintu

Danantara Siapkan PT DSI Jadi Pengelola Ekspor Satu Pintu

28 Mei 2026
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kode Prilaku Perusahaan Pers
  • Amsi

copyright © 2025 banner 120x600

No Result
View All Result
  • Home
  • Kalbar
    • Pontianak
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Kapuas Raya
    • Landak
    • Mempawah
    • Sanggau
    • SingBeBas
    • Kapuas Hulu
  • News
    • Peristiwa
    • Sospolhukam
    • Metropolitan
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
    • Keuangan
    • Bisnis
    • Industri
    • Makro
    • IHSG
    • Fintech
  • Edutaiment
    • Literasi
    • Edukasi
    • Budaya
    • Gadgets
    • IT
  • Sport
    • Sepak Bola
    • Kabar Arena
    • Otomotif
  • Lifestyle
    • Comunity
    • Kekinian
    • Fashion
    • Milenial
  • Infotainment
    • Selebritis
    • Film
    • Music
    • Zodiak
  • Kuliner
    • Food
    • Pesona Dunia
    • Pesona Nusantara
  • Pariwara
    • Videotron
    • Foto
    • Kanal Iklan

copyright © 2025 banner 120x600