triggernetmedia.com – Sebagai bentuk rasa syukur hari ulang tahunnya yang jatuh pada tanggal 17 Oktober 2022, Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono merefleksikan kinerjanya bersama Wakil Wali Kota Bahasan serta jajaran Pemerintah Kota Pontianak.
Seperti diketahui, masa jabatan keduanya akan berakhir pada 23 Desember tahun depan.
Edi menuturkan, banyak tantangan yang telah dihadapinya.
“Namun di saat yang sama juga tidak sedikit harapan dan doa terbaik agar berjalannya pemerintahan semakin bertumbuh,” ujarnya.

Menurutnya, setiap pencapaian yang telah diraih tak terlepas dari doa orang tua, istri dan keluarga dan orang-orang terdekat yang mendukungnya, termasuk pentingnya dedikasi segenap aparatur Pemkot Pontianak.
“Untaian terima kasih ini saya haturkan kepada segenap pihak yang telah mendukung dan bersama membangun Kota Pontianak,” ungkap Edi.
Menghadapi tahun berikutnya, Edi berpesan kepada seluruh aparatur di jajaran Pemkot Pontianak.
Menurutnya, Pemerintahan yang baik akan berjalan jika dipimpin dengan integrasi.
“Integrasi dilengkapi aparatur yang smart akan menciptakan inovasi, dibarengi dedikasi pelayanan kepada masyarakat,” sebutnya.
Dalam melayani masyarakat diperlukan kesigapan dan ketepatan.
Edi menyebut sudah banyak keluhan yang sampai kepadanya, diantaranya soal kurangnya pelayanan karena harus melalui birokrasi yang terlalu panjang dan contoh lain.
“Salah satunya ketika warga datang ke kantor, sapa dan tanya keperluannya, lalu dengar semua keluhannya,” ungkap Edi.
“Kalau bisa penuhi semua keperluannya, dan lebih baik lagi jika kita bisa mengedukasi dengan santun. Kadang dengan cara ini mereka merasa didengar,” ujarnya.

Persoalan lain, sambung Edi, yang juga tengah menjadi prioritasnya adalah pembangunan sumber daya manusia (SDM).
Jika dilihat dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Pontianak yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), Kota Pontianak berada di atas angka rata-rata nasional yaitu 79,93.
“Dari data ini menunjukkan perkembangan pembangunan SDM yang signifikan dari tahun-tahun sebelumnya dan menandakan kesiapan warga menghadapi tantangan serta persoalan,” jelas Edi.
“Berbagai masalah akan selalu ada, tetapi jika masyarakat sudah terbentuk, mereka menjadi mandiri. Tugas kita untuk memfasilitasi masyarakat, sehingga yang sudah ada menjadi lebih baik,” timpalnya.
Selaku kepala daerah, Edi terus bertekad bagaimana menciptakan kinerja yang efektif dan efisien.
Edi menegaskan bahwa dirinya tidak bosan-bosannya untuk mengingatkan jajaran pemerintah untuk berpikir sederhana dengan melibatkan banyak orang.
“Dengan demikian kolaborasi akan terjalin. Tak kalah pentingnya adalah mentaati aturan diiringi kreativitas,” katanya.
“Jika ada yang mudah jangan dipersulit, serta mulai lakukan tugas secara kolaboratif. Kalau dikerjakan sendirian pasti sulit dan biasanya hasilnya kurang memuaskan. Laksanakan dengan responsif,” katanya memungkas.











