triggernetmedia.com – Bupati Sanggau Paolus Hadi menyatakan, diperlukan adanya dukungan dan kesadaran masyarakat tentang ketahanan pangan.
Menurutnya pemahaman masyarakat tentang ketahanan pangan harus benar-benar dipahami masyarakat, sehingga masyarakat dapat bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk dengan Pemerintah Desanya mendukung ketahanan pangan.
“Kemudian, melalui dinas terkait kita bisa masuk ke Pemerintah Desa, tentu dengan dukungan APBD yang memang terbatas tapi kita selalu dukung hal itu, juga terimakasih kepada pemerintah pusat yang mendukung hal ini melalui programnya,” kata Bupati Paolus Hadi, Selasa (2/8/2022).
Bupati yang akrab disapa PH ini mengungkapkan adanya keterkaitan dampak masalah pangan dengan stunting di Kabupaten Sanggau.
“Yang menjadi masalah adalah apabila pangan tidak terpenuhi maka akan berdampak terhadap masalah stunting, untuk itu kita pacu terus agar penguatan gizi masyarakat dapat terpenuhi,” ujarnya.
Tak kalah pentingnya diperlukan kolaborasi penuntasan masalah pangan dengan pihak lain, seperti Forkopimda agar dapat segera mengambil tindakan apabila ditemukan adanya masalah ketahanan pangan dan penyakit mulut kuku atau PMK di Sanggau.
“Dalam mengatasi PMK kita tentu bersama dengan Forkopimda yang terus secara intens bahkan turun langsung untuk melihat sehingga apabila ada kendala cepat kita ambil tindakan dan penyuluhan juga kita lakukan secara bersama-sama,” tandas Bupati Paolus Hadi.
Sebagai informasi, belum lama ini Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian RI Dr. Jan Samuel Maringka berkunjung ke kabupaten Sanggau untuk meninjau langsung realisasi program Jaga Pangan di wilayah perbatasan Entikong Kabupaten Sanggau.
“Kita juga melibatkan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sanggau agar bersama-sama mendukung program ini sehingga target program ini dapat terpenuhi dalam waktu dekat ini,” kata Irjen Kementan Dr. Jan Samuel Maringka, Jumat (29/7/2022).
Irjen Kementan Dr. Jan Samuel Maringka menyatakan, Sanggau akan segera di deklarasikan sebagai daerah yang masuk zona hijau di Wilayah Kalimantan Barat.
“Saya berharap agar hal ini dapat menjadi penyemangat bagi Kabupaten/Kota lain di wilayah Kalbar ini agar Kalbar menjadi zero Penyakit Mulut Kuku (PMK). Kita sekaligus memonitoring dan mengevaluasi agar daerah-daerah yang menjadi target kerja kita dapat segera menjadi bebas PMK ” ujarnya.
Irjen Kementan RI ini menyebut ketahanan pangan di Sanggau saat ini sangat baik, bahkan tidak menutup kemungkinan potensi ekspor.
“Untuk di wilayah Sanggau, kita melihat tadi ada varietas unggulan seperti lada dan durian karena tidak menutup kemungkinan apabila oversuplai maka dapat di ekspor ke wilayah lain yang membutuhkan,” tukasnya.



