triggernetmedia.com – Restorasi Hutan dan Sungai Kapuas disingkat Rotan merupakan komunitas warga Desa Sungai Enau, Kecamatan Kuala Mandor B, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat yang berdiri sejak 2017.
Komunitas Rotan Kapuas terbilang aktif secara sukarela mewakafkan diri untuk menjaga lingkungan sekitar di sana.
Namun, belakangan ini mereka mengaku menelan kekecewaan. Apakah sebabnya?
Ketua Komunitas Rotan Kapuas, Sahli, mengungkap, berdasarkan hasil penilaian Balai Wilayah Sungai Kalimantan 1 Pontianak yang tidak sesuai dengan kriteria.
“Diantaranya yaitu yang diprosedurkan, karenanya kami komunitas Rotan Kapuas sangat kecewa,” kata Sahli di Kubu Raya dalam edaran rilisnya pada Sabtu malam (2/7/2022).
Sahli merinci, ada empat poin kriteria penilaian yang tidak terpenuhi dari Akademi Ide Kalimantan, antarlain soal penilaian keterbukaan informasi dalam pelaporan keuangan, pertemuan rutin jadwal, tempat, bersama anggota ,tampilan video kegiatan Akademi Ide Kalimantan yang disebutnya tidak ada.
“Poin yang sangat membuat kami kecewa dikarenakan tidak sesuai dengan topik yang diprosedurkan Balai Wilayah Sungai Kalimantan 1 Pontianak yakni yang berkaitan dengan sungai dari pemaparan Akademi Ide Kalimantan tidak sama sekali,” sebutnya.
“Tidak ada berkaitan dengan Sungai Barik dari pelestarian sungainya dan semacamnya. Ini kacau,” kata Sahli menambahkan.
Selain menyoroti permasalahan dan kekecewaan komonitas Rotan Kapuas itu, sambung Sahli, berdasarakan undangan buku panduan penguatan komunitas peduli sungai tingkat nasional tahun 2022, menurutnya ajang ini tegas diperuntukan untuk komunitas peduli sungai bukan lainnya.
“Jujur, saya bingung sebanarnya ajang ini untuk pembinaan komunitas peduli sungai atau BWSK/BBWK. Kok penilainnya di luar yang sudah ditetapkan. Tentu kita mengingatkan betapa pentingnya proses komunikasi lanjutan,” ujar Sahli yang tak dapat meredam kekecewaan Komunitas Rotan Kapuas.




