triggernetmedia.com – Peringatan Hari Berkabung Daerah Kalimantan Barat, yang dikenal dengan tragedi kemanusian atau Peristiwa Mandor pada tahun 1944 silam dimaknai Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono sebagai momentum mempererat kebersamaan.
Menurutnya banyak pelajaran yang dapat dipetik dari sejarah tersebut.
“Ini sekaligus lambang pengabdian kepada nusa dan bangsa, bagaimana para cendekiawan, ahli pada bidangnya waktu itu bergandengan membangun Kalbar,” ungkapnya usai upacara Peringatan Hari Berkabung Daerah Kalbar di Halaman Belakang Kantor Wali Kota, Selasa (28/6/2022).

Edi mengajak seluruh masyarakat Kota Pontianak, khususnya generasi muda untuk meneladani kisah para insan terbaik pada masanya itu.
Dia menilai perlunya kekompakan dalam upaya menjaga keutuhan negara.
“Semangat itu kita realisasikan dengan produktif berkarya dan bekerja. Jangan melakukan hal yang melanggar hukum,” katanya.
Sebagai ibu kota provinsi, Edi menginginkan Kota Pontianak dapat memberikan contoh terbaik bagi daerah lain di Kalbar.
Ia pun meminta kepada seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kota Pontianak untuk turut menyebarkan semangat kebersamaan.
“Aparatur harus kompak, saling menjaga karena aparatur diberikan amanat untuk melayani masyarakat. Setiap aparatur harus melanjutkan perjuangan pendahulu kita,” pesannya.
Dimulai dengan menjaga kedisiplinan dan memahami tugas, ASN kemudian mampu meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Apabila seiring berjalannya waktu tidak dilaksanakan, maka Pemkot Pontianak tidak akan sungkan untuk menindak secara tegas ASN yang melanggar aturan.
“Jika ada keputusan kami yang membuat ASN tidak nyaman, hal itu tidak lain harus diambil demi kemajuan pembangunan Kota Pontianak,” tegas Edi memungkasi.



