triggernetmedia.com – Gubernur Kalimantan Barat mengungkapkan salah satu penyebab terjadinya banjir di provinsi itu yakni terjadinya pendangkalan dan kerusakan Daerah Aliran Sungai (DAS) Sungai Kapuas.
Sutarmidji menyebut, pada muara sungai kapuas, biasanya kalau tidak musim pasang sedalam 7 meter. Namun, sekarang saat tidak pasang saja sudah tinggal 4,5 meter.
“Artinya sudah ada pendangkalan 2,5 meter,” katanya, usai Penyerahan Piagam Penghargaan atas bantuan banjir dan bantuan Covid-19 di Pendopo Gubernur Selasa (9/11/2021).
Gubernur Sutarmidji juga menyebutkan, bahwa sedimentasi cepat terjadi akibat alih fungsi lahan hutan, juga aktivitas Penambangan Emas Tanpa Ijin (PETI).
“Hutan dulunya ditanami berbagai jenis tanaman, namun saat ini hanya satu jenis tanaman saja. Saya sebenarnya kurang sependapat dengan adanya Hutan Tanaman Industri (HTI), harus dipertimbangkan,” ujarnya.
Sebagai contoh, sambungnya, ada yang menebang kayu dulu, setelah kayunya habis kayunya diambil dan lahannya ditelantarkan.
“Untuk perusahaan dan pengusaha yang sifatnya mengelola lingkungan seperti sawit dan pertambangan, jangan hanya mencari kekayaan di Kalbar, namun saat bencana menimpa, seharusnya juga ikut berkontribusi dalam membantu masyarakat,” tandasnya. (*)




