Trigger Netmedia
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Sospolhukam
    • Metropolitan
    • Nasional
    • Internasional
  • Kalbar
    • Pontianak
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Kapuas Raya
    • Landak
    • Mempawah
    • Sanggau
    • SingBeBas
    • Kapuas Hulu
  • Ekonomi
    • Keuangan
    • Bisnis
    • Industri
    • Makro
    • IHSG
    • Fintech
  • Edutaiment
    • Literasi
    • Edukasi
    • Budaya
    • Gadgets
    • IT
  • Sport
    • Sepak Bola
    • Kabar Arena
    • Otomotif
  • Infotainment
    • Selebritis
    • Film
    • Music
    • Zodiak
    • Comunity
    • Kekinian
    • Fashion
    • Milenial
  • Kuliner
    • Food
    • Pesona Dunia
    • Pesona Nusantara
  • Pariwara
    • Videotron
    • Foto
    • Kanal Iklan
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Sospolhukam
    • Metropolitan
    • Nasional
    • Internasional
  • Kalbar
    • Pontianak
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Kapuas Raya
    • Landak
    • Mempawah
    • Sanggau
    • SingBeBas
    • Kapuas Hulu
  • Ekonomi
    • Keuangan
    • Bisnis
    • Industri
    • Makro
    • IHSG
    • Fintech
  • Edutaiment
    • Literasi
    • Edukasi
    • Budaya
    • Gadgets
    • IT
  • Sport
    • Sepak Bola
    • Kabar Arena
    • Otomotif
  • Infotainment
    • Selebritis
    • Film
    • Music
    • Zodiak
    • Comunity
    • Kekinian
    • Fashion
    • Milenial
  • Kuliner
    • Food
    • Pesona Dunia
    • Pesona Nusantara
  • Pariwara
    • Videotron
    • Foto
    • Kanal Iklan
No Result
View All Result
Trigger Netmedia
No Result
View All Result
Home Jurnalisme Publik Artikel

Hari Pangan Sedunia, Yuk, Kenalan dengan Kerben, Buah Berry Asli Indonesia

TriggerNetMedia by TriggerNetMedia
16 Oktober 2021
in Artikel, Headline, Internasional, Kesehatan, Serba-serbi
0
0
SHARES
11
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

triggernetmedia.com – Di antara begitu banyaknya buah lokal Indonesia, ada satu buah sejenis berry yang belum banyak dikenal orang. Namanya kerben. Buah ini tidak langka, hanya saja tidak terlalu mudah ditemukan.

Kerben banyak didapatkan di Desa Suko Pangkat, Kecamatan Gunung Kerinci, Kabupaten Kerinci, Jambi. Buah ini tumbuh sangat subur di sana, terutama di ladang penduduk.

Sukmareni, Koordinator Divisi Komunikasi Komunitas Konservasi Indonesia (KKI) Warsi menjelaskan, ladang penduduk tersebut sebagian besar berada di kawasan hutan.

Untuk legalitas masyarakat dalam mengelola ladang yang sangat berdekatan dengan pemukiman itu, sejak 2018 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menerbitkan SK Perhutanan Sosial untuk empat kelompok pengelola Hutan Kemasyarakatan (HKm), yaitu Sungai Kuning, Gunung Pua, Sungai Batu Lebar, dan Gunung Bujang.

Baca Juga:4 Manfaat Pisang Mentah Bagi Kesehatan

Dengan adanya legalitas ini, masyarakat dapat mengelola hutan dengan mempertahankan kearifan lokal mereka.

“Masyarakat Desa Suko Pangkat mengelola hutan tersebut dengan menerapkan kearifan lokal, yaitu menggunakan sistem agroforestry. Dengan sistem agroforestry, masyarakat tidak membuka hutan sebagai lahan terbuka. Mereka menanam kopi dan kayu manis, yang masuk dalam tanaman kehutanan,” kata Reni, dalam siaran pers tertulis yang diterima Suara.com.

Ia menjelaskan, fungsi hutan tersebut mirip dengan hutan alam dan tersambung dengan hutan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS). Dengan begitu, pengelolaannya bernilai konservasi.

“Inilah yang membuat kami terus berupaya mencari peluang ekonomi baru bagi masyarakat Suko Pangkat, agar tekanan terhadap hutan berkurang. Hingga kemudian muncul gagasan untuk membuat selai kerben. Selai kerben dan hutan yang dikelola dengan baik, akan memberikan kehidupan yang lebih baik untuk masyarakat Suko Pangkat dan sekitarnya,” katanya.

Menyambut Hari Pangan Sedunia yang dirayakan setiap 16 Oktober, yuk, simak fakta tentang kerben yang tampilannya sangat menarik ini.

1. Tumbuh liar di kawasan pegunungan
Tak perlu perawatan khusus, tanaman kerben tumbuh secara liar di kawasan pegunungan, tepatnya di ketinggian lebih dari 1300 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Reni menyebutkan, sebenarnya kerben tak hanya bisa didapatkan di Jambi. Di Lembang, Bandung, pun ada, dan biasanya dipasarkan bersama dengan stroberi.

Tanamannya berupa perdu dengan banyak duri di bagian batangnya ini berbeda dari tanaman stroberi yang tidak memiliki batang kokoh. Karena memang tumbuh liar, tanaman ini tidak memerlukan perawatan khusus.

Sering kali kerben ditemukan di pekarangan rumah warga. Ketika buahnya tidak dimakan karena begitu berlimpah, maka saat buahnya jatuh dari pohon, bijinya akan tumbuh menjadi bibit baru, sehingga kebun belukar kerben menjadi rimbun.

Menariknya, buah ini tidak mengenal musim. Tanamannya bisa berbuah sepanjang tahun.

Baca Juga:4 Manfaat Pisang Mentah Bagi Kesehatan

Untuk dibuat selai, awalnya buah-buah kerben ini diambil dari tanaman liar. Namun, ketika kapasitas produksi selai mulai meningkat, tanaman kerben ini mulai dibudidayakan di lahan-lahan telantar.

 

2. Antara stroberi dan raspberry

Buah kerben, berry asli Indonesia (Dok. KKI WARSI)
Buah kerben, berry asli Indonesia (Dok. KKI WARSI)

Kalau melihat buahnya, kerben seperti persilangan antara stroberi dan raspberry. Bentuknya seperti stroberi, tapi warnanya merah menyala seperti raspberry.

“Hanya saja, teksturnya lebih lembut daripada stroberi. Ukurannya juga lebih kecil. Buah yang sudah matang sempurna dengan warna merah menyala rasanya manis dengan sedikit asam. Ada bagian lembut berwarna putih di bagian tengah buah. Ini yang tidak ditemukan pada stroberi,” kata Reni.

Ia bercerita, buah ini biasa dijadikan camilan bagi anak-anak desa. Sepulang sekolah mereka kerap mengumpulkan kerben, lalu merajutnya dengan rumput. Siapa yang rangkaian kerbennya paling panjang, dia yang menang. Setelah itu, baru mereka santap ramai-ramai. Petani juga sering mengonsumsi buah kerben segar. Sepulang dari ladang, atau ketika dalam perjalanan pulang-pergi ke ladang, mereka memetik dan mengonsumsi buah ini.

 

3. Selai tanpa pengawet kimia

Selai kerben (Dok. KKI WARSI)
Selai kerben (Dok. KKI WARSI)

Kerben mulai banyak dimanfaatkan oleh penduduk desa sebagai bahan pembuatan selai. Ini pun melewati masa percobaan dahulu, sebelum dapat menghasilkan selai yang enak sekaligus menarik dipandang.

Reni bercerita, awalnya selai dibuat dengan menghancurkan kerben dan mencampurkan gula. Tapi, selaput putih di bagian tengah buah ternyata membuat selai jadi tidak cantik.

Mencoba memperbaiki penampilannya, bagian tengah buah diambil dahulu, sebelum diolah. Selanjutnya, mereka melakukan uji organoleptik (uji rasa dan uji aroma) dengan sejumlah warga. Ketika sudah mendapatkan komposisi yang tepat, pengukuran dan cara pembuatan itu dijadikan patokan produksi.

Meski tanpa pengawet kimia sama sekali, jika dikemas dengan wadah kedap udara, selai kerben bisa disimpan selama dua minggu. Dengan syarat, kemasannya tidak dibuka, sehingga tidak terkontaminasi oleh bakteri.

“Kami hanya menggunakan tambahan gula, garam, dan perasan lemon sebagai penguat rasa. Bahan-bahan ini juga berperan sebagai pengawet alami,” kata Reni.

 

4. Buah yang serba guna
Fifin Liefang, finalis kompetisi memasak Masterchef Indonesia musim keenam, menyebutkan, selain disantap segar begitu saja, berry umumnya juga cocok dibuat jus dan berbagai dessert. Misalnya, dijadikan compote untuk melapisi bagian dalam layer cake. Berry juga bisa dijadikan topping untuk sejumlah makanan barat, seperti pancake dan waffle.

Selain untuk hidangan penutup, berry bisa dimanfaatkan untuk hidangan savoury atau gurih. Rasanya yang asam manis sangat cocok untuk disandingkan dengan hidangan laut dan daging. “Misalnya, sebagai saus untuk disantap dengan steak sapi atau salmon,” kata Fifin, memberi tip.

Fifin memberi resep simpel membuat saus. Kerben dihancurkan, ditambahkan gula, garam, merica hitam, serta berbagai rempah khas Indonesia, seperti cengkeh, bunga lawang, dan kapulaga. Kerben yang sudah dibumbui itu dipanaskan di kompor, tanpa perlu ditambahkan air. Jadilah saus kerben yang sedap.

Ia juga memberikan resep lain yang menggunakan bahan asli Indonesia, yaitu nila bakar bumbu kerben. Cara membuat bumbunya hampir sama seperti membuat saus kerben, tapi tidak dipanaskan. Kerben hanya perlu dihaluskan dengan cabai, dan ditambahkan bumbu seperti bumbu saus. Campuran kerben dan bumbu tersebut kemudian dilumurkan pada ikan segar, lalu dibakar. Atau, untuk mendapatkan tekstur crispy, ikan segar digoreng dahulu setelah dilumuri bumbu, baru kemudian dibakar. Ikan yang sudah matang akan menampilkan sedikit kilau karena gula yang menjadi karamel.

 

5. Punya nilai ekonomi dan ekologi
Produksi selai di Desa Suko Pangkat digawangi oleh ibu-ibu muda yang tergabung dalam KUPS Suko Suka. Selai ini mampu memberi tambahan penghasilan kepada keluarga pengelola hutan di Suko Pangkat.

Selama ini selai dengan label Suko Selai tersebut dipasarkan di sekitar Jambi dan pasar-pasar khusus, misalnya pameran produk kehutanan. Tampilannya cantik, dikemas dengan botol kaca yang ramah lingkungan.

Reni bercerita, “Sambutan pasar cukup baik. Hal ini terlihat dari adanya permintaan produk setiap minggu. Namun, sejauh ini selai tersebut belum dipasarkan secara online, sehingga belum menjangkau pasar yang lebih luas.”

Inilah saatnya #TimeforActionIndonesia. #MudaMudiBumi bisa turun tangan dan ikut membantu agar selai ini dikenal luas. Caranya, pesan selai kerben ini secara langsung dan promosikan kepada banyak orang melalui media sosial.
“Jika selai banyak terjual, maka masyarakat akan semakin fokus pada usaha ini. Dengan begitu, pembukaan hutan baru untuk perladangan bisa diminimalkan,” pungkas Reni.

 

Sumber : Suara.com

 

About Author

TriggerNetMedia

See author's posts

Tags: berryberry asli indonesiabuahbuah lokalHari Pangan Seduniakerben
Previous Post

Menparekraf Sandiaga Uno Ungkap Alasan Harga Kain Tenun Mahal

Next Post

Ingin Percantik Tampilan Dinding? Intip 7 Jenis Stiker Ini

TriggerNetMedia

TriggerNetMedia

Next Post

Ingin Percantik Tampilan Dinding? Intip 7 Jenis Stiker Ini

Stay Connected test

  • 24k Followers
  • 24k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
AKI dan AKB Masih Tinggi, Indonesia Terpaut Jauh dari Target SDGs

AKI dan AKB Masih Tinggi, Indonesia Terpaut Jauh dari Target SDGs

16 Juli 2025
Jabat Dewan Syuro, Anggota Komisi Fatwa MUI Berperan Beri Masukan dan Nasihat ke JI

Jabat Dewan Syuro, Anggota Komisi Fatwa MUI Berperan Beri Masukan dan Nasihat ke JI

17 November 2021
Kronologi Polemik Ijazah Jokowi: Dari Gugatan Hukum hingga Drama Politik

Kronologi Polemik Ijazah Jokowi: Dari Gugatan Hukum hingga Drama Politik

18 Juli 2025
Honda Civic Genio, Mobil Legendaris dengan Kelebihan dan Kekurangan

Honda Civic Genio, Mobil Legendaris dengan Kelebihan dan Kekurangan

3 April 2024
Bandara Rahadi Oesman Ketapang Hentikan Sementara Layanan Penerbangan Komersial

Bandara Rahadi Oesman Ketapang Hentikan Sementara Layanan Penerbangan Komersial

0
2 Hari Hilang, Nelayan Tewas Mengambang di Pantai Cipalawah Garut

2 Hari Hilang, Nelayan Tewas Mengambang di Pantai Cipalawah Garut

0
14 Tahun Terbunuhnya Munir, Polri Didesak Bentuk Tim Khusus

14 Tahun Terbunuhnya Munir, Polri Didesak Bentuk Tim Khusus

0
Prabowo Resmikan Kantor DPD Gerindra di Banten

Prabowo Resmikan Kantor DPD Gerindra di Banten

0
Evaluasi Dua Tahun Prabowo-Gibran, DPR Tekankan Pentingnya Integritas Penegak Hukum

Evaluasi Dua Tahun Prabowo-Gibran, DPR Tekankan Pentingnya Integritas Penegak Hukum

21 Oktober 2026
Beredar Video Penangkapan Nusron Wahid, KPK: Hoaks

Beredar Video Penangkapan Nusron Wahid, KPK: Hoaks

21 Oktober 2026
Sebelumnya, BNPB mencatat target pemadaman karhutla di enam provinsi prioritas mencapai 1.024 hektare. Dari jumlah tersebut, 454 hektare telah dipadamkan, sementara 570 hektare masih belum padam.

Sebelumnya, BNPB mencatat target pemadaman karhutla di enam provinsi prioritas mencapai 1.024 hektare. Dari jumlah tersebut, 454 hektare telah dipadamkan, sementara 570 hektare masih belum padam.

21 Oktober 2026
MDMC-BPBD Kubu Raya Padamkan Karhutla di Kuala Dua

Karhutla Dominasi 2.179 Bencana di Indonesia, BNPB Catat 422 Korban Jiwa

21 Oktober 2026

Recent News

Evaluasi Dua Tahun Prabowo-Gibran, DPR Tekankan Pentingnya Integritas Penegak Hukum

Evaluasi Dua Tahun Prabowo-Gibran, DPR Tekankan Pentingnya Integritas Penegak Hukum

21 Oktober 2026
Beredar Video Penangkapan Nusron Wahid, KPK: Hoaks

Beredar Video Penangkapan Nusron Wahid, KPK: Hoaks

21 Oktober 2026
Sebelumnya, BNPB mencatat target pemadaman karhutla di enam provinsi prioritas mencapai 1.024 hektare. Dari jumlah tersebut, 454 hektare telah dipadamkan, sementara 570 hektare masih belum padam.

Sebelumnya, BNPB mencatat target pemadaman karhutla di enam provinsi prioritas mencapai 1.024 hektare. Dari jumlah tersebut, 454 hektare telah dipadamkan, sementara 570 hektare masih belum padam.

21 Oktober 2026
MDMC-BPBD Kubu Raya Padamkan Karhutla di Kuala Dua

Karhutla Dominasi 2.179 Bencana di Indonesia, BNPB Catat 422 Korban Jiwa

21 Oktober 2026
  • Kode Etik
  • Kode Prilaku Perusahaan Pers
  • Tentang Kami
  • Redaksi

© 2026 triggernetmedia development

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Sospolhukam
    • Metropolitan
    • Nasional
    • Internasional
  • Kalbar
    • Pontianak
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Kapuas Raya
    • Landak
    • Mempawah
    • Sanggau
    • SingBeBas
    • Kapuas Hulu
  • Ekonomi
    • Keuangan
    • Bisnis
    • Industri
    • Makro
    • IHSG
    • Fintech
  • Edutaiment
    • Literasi
    • Edukasi
    • Budaya
    • Gadgets
    • IT
  • Sport
    • Sepak Bola
    • Kabar Arena
    • Otomotif
  • Infotainment
    • Selebritis
    • Film
    • Music
    • Zodiak
    • Comunity
    • Kekinian
    • Fashion
    • Milenial
  • Kuliner
    • Food
    • Pesona Dunia
    • Pesona Nusantara
  • Pariwara
    • Videotron
    • Foto
    • Kanal Iklan

© 2026 triggernetmedia development