triggernetmedia.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak raih penghargaan dari Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati. Penghargaan tersebut diberikan atas capaian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) terkait Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) tahun anggaran 2020.
Reward dari Kementerian Keuangan itu berupa tropi dan piagam, yang diserahkan oleh Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal Perbendaharaan Negara Provinsi Kalbar periode 2019 – 2021, Edih Mulyadi, dan diterima langsung oleh Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan di Ruang VIP Wali Kota Pontianak, Kamis (7/10/2021).
Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan mengucap syukur dan berterima kasih atas penghargaan yang diberikan oleh Menteri Keuangan.
“Kita bersyukur atas keberhasilan Kota Pontianak mempertahankan opini WTP selama sepuluh tahun berturut-turut. Tentunya kita berharap apa yang telah didapatkan ini tidak membuat jajaran di Pemkot Pontianak terlena dan kendor terutama dalam meningkatkan kualitas tata kelola keuangan daerah,” kats Bahasan.
“Seluruh jajaran harus lebih termotivasi untuk semaksimal mungkin meningkatkan kualitas laporan keuangan yang akuntabel,” imbuhnya.
Bahasan meminta jajaran aparatur di Pemkot Pontianak tidak jumawa, melainkan agar senantiasa melakukan langkah-langkah untuk memperbaiki hal-hal yang dinilai masih kurang dengan terus melakukan evaluasi-evaluasi.
“Perolehan WTP kesepuluh kali ini harus terus ditingkatkan agar kedepan jangan sampai kualitasnya menurun,” ujarnya.
Seiring kondisi pandemi Covid-19 yang mulai mereda di Kota Pontianak, Bahasan mendorong agar ASN di lingkungan Pemkot Pontianak terus menggenjot kinerjanya sehingga prestasi yang dicapai ini ada semskin mengalami peningkatan yang signifikan.
“Kita masih bisa membuktikan meskipun dengan adanya pandemi ini kita masih bertahan hingga mampu mempertahankan WTP kesepuluh kalinya,” katanya.
Kakanwil Dirjen Perbendaharaan Negara Provinsi Kalbar, Edih Mulyadi menyatakan, pihaknya diberi mandat untuk menyerahkan secara langsung dua buah penghargaan kepada Pemkot Pontianak.
“Kita diamanatkan untuk menyampaikan langsung tropi dan piagam kepada Pemkot Pontianak karena keberhasilan meraih opini WTP dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK),” jelasnya.
“Untuk tropi khusus diberikan karena sepuluh tahun berturut-turut meraih WTP, sedangkan piagam merupakan penghargaan tahunan atas keberhasilan memperoleh opini WTP,” jelas Edih menambahkan.
Edih menilai penghargaan yang diterima Pemkot Pontianak ini menandakan tata kelola keuangan Kota Pontianak sudah sangat baik, meskipun masih ada hal-hal yang perlu disempurnakan.
Meski telah meraih penghargaan, Esih tidak menampik bahwa pihaknya juga Edih juga meminta kepada Pemkot Pontianak untuk menindaklanjuti adanya temuan BPK yang harus ditindaklanjuti.
“Tindaklanjutnya diharapkan dengan cepat dan terprogram, salah satunya adalah terkait pengelolaan aset daerah,” sebutnya.
“Kami juga menawarkan bantuan jika diperlukan untuk membantu pengelolaan aset agar lebih baik,” ujar Edih menambahkan.
Dalam optimalisasi tata kelola keuangan daerah, Edih menekankan hal yang perlu diperhatikan adalah memastikan sistem informasi dalam pengelolaan keuangan daerah betul-betul ditangani secara baik.
Edih juga tak menampik bahwa Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD) belum bisa berjalan normal, akan tetapi hal itu tetap harus dipersiapkan. Pasalnya, pemerintah Republik Indonesia akan membentuk laporan keuangan yang sifatnya merangkum laporan keuangan pemerintah daerah dengan laporan keuangan pemerintah pusat dalam laporan keuangan Republik Indonesia, atau dikenal dengan Sistem Informasi Keuangan Republik Indonesia (SIKRI).
“Beberapa langkah yang harus dilakukan adalah dengan memastikan kode akun yang berstandar serta konsolidasi pastikan dilakukan dengan mudah,” ujar Edih.
“Untuk bisa nantinya pemerintah provinsi akan mengambil dari semua laporan-laporan keuangan pemda menjadi laporan konsolidasi,” katanya memungkas.
Pewarta : Dhesta
Editor : Ariz




