Trigger Netmedia
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Sospolhukam
    • Metropolitan
    • Nasional
    • Internasional
  • Kalbar
    • Pontianak
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Kapuas Raya
    • Landak
    • Mempawah
    • Sanggau
    • SingBeBas
    • Kapuas Hulu
  • Ekonomi
    • Keuangan
    • Bisnis
    • Industri
    • Makro
    • IHSG
    • Fintech
  • Edutaiment
    • Literasi
    • Edukasi
    • Budaya
    • Gadgets
    • IT
  • Sport
    • Sepak Bola
    • Kabar Arena
    • Otomotif
  • Infotainment
    • Selebritis
    • Film
    • Music
    • Zodiak
    • Comunity
    • Kekinian
    • Fashion
    • Milenial
  • Kuliner
    • Food
    • Pesona Dunia
    • Pesona Nusantara
  • Pariwara
    • Videotron
    • Foto
    • Kanal Iklan
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Sospolhukam
    • Metropolitan
    • Nasional
    • Internasional
  • Kalbar
    • Pontianak
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Kapuas Raya
    • Landak
    • Mempawah
    • Sanggau
    • SingBeBas
    • Kapuas Hulu
  • Ekonomi
    • Keuangan
    • Bisnis
    • Industri
    • Makro
    • IHSG
    • Fintech
  • Edutaiment
    • Literasi
    • Edukasi
    • Budaya
    • Gadgets
    • IT
  • Sport
    • Sepak Bola
    • Kabar Arena
    • Otomotif
  • Infotainment
    • Selebritis
    • Film
    • Music
    • Zodiak
    • Comunity
    • Kekinian
    • Fashion
    • Milenial
  • Kuliner
    • Food
    • Pesona Dunia
    • Pesona Nusantara
  • Pariwara
    • Videotron
    • Foto
    • Kanal Iklan
No Result
View All Result
Trigger Netmedia
No Result
View All Result
Home Headline

Sekelumit Kisah Nakes dari India: Kerja Keras Pertaruhkan Nyawa, Tapi Tetap Bergaji Rendah

ariz by ariz
4 Juni 2021
in Headline, Health, Internasional, News, Sorotan
0
Sekelumit Kisah Nakes dari India: Kerja Keras Pertaruhkan Nyawa, Tapi Tetap Bergaji Rendah

Anggota keluarga Vijay Raju, yang meninggal karena penyakit virus corona (COVID-19), berduka sebelum kremasinya di tanah krematorium di desa Giddenahalli di pinggiran Bengaluru, India, Kamis (13/5/2021). ANTARA FOTO/REUTERS/Samuel Rajkumar/FOC/sa.

0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

triggernetmedia.com – Melonjaknya jumlah pasien infeksi Covid-19 menyebabkan berbagai persoalan bagi para tenaga kesehatan di India. Terparah, sistem kesehatan India langsung mengalami tekanan berat.

Dengan gaji rendah, keadaan juga mendesak tenaga kesehatan bekerja tanpa alat pelindung memadai hampir 24 jam, karena kurangnya jumlah staf.

Para tenaga kesehatan itu pun sampai merasa takut nyawanya terancam akibat paparan infeksi Covid-19 yang tinggi.

“Kami terlalu banyak bekerja, stres, dan sangat ketakutan,” kata Radha Jain, seorang dokter di ibu kota New Delhi, kepada AFP.

Asosiasi Medis India mengatakan lebih dari 1.200 dokter meninggal dunia karena Covid-19 sejak awal pandemi, dengan 500 dokter diantaranya meninggal dunia dalam dua bulan terakhir.

Sementara secara nasional, lebih dari 165.000 orang India telah meninggal dunia akibat infeksi Covid selama satu tahun pandemi terjadi.

Meskipun lonjakan Covid-19 telah mereda dalam beberapa pekan terakhir, tapi data mencatat bagaimana kasus kematian per hari masih di angka 3.000 orang.

Deependra Garg, seorang dokter yang bekerja di pinggiran Delhi, tahu betul betapa mengerikan situasi di India. Istrinya Anubha, adalah seorang dokter pribadi yang terinfeksi Covid-19 pada April lalu.

Mereka awalnya melakukan perawatan isolasi mandiri di rumah. Tetapi karena kondisi Anubha memburuk, ia kemudian berjuang mendapat tempat tidur rumah sakit.

Garg akhirnya menemukan tempat tidur di rumah sakit yang jaraknya hampir 200 km dari tempat tinggal mereka.

Tetapi Anubha, yang sebenarnya telah divaksinasi penuh, meninggal dunia dua minggu kemudian.

“Kami berada di garis depan 24 jam dalam seminggu. Kami terkena beban virus yang tinggi tetapi kami harus terus bekerja melawan segala rintangan karena kami telah memilih profesi ini. Kami tidak punya pilihan,” kata Garg.

Pandemi Covid-19 dianggap telah mengekspos kelemahan sistem perawatan kesehatan India, terutama di rumah sakit pemerintah yang tidak lengkap.

Ketika wabah virus corona melonjak, banyak laporan muncul bagaimana rumah sakit kekurangan staf medis sementara pasien terbaring di lantai karena bangsal perawatan penuh sesak.

Dikutip dari Channel News Asia, pemerintah India disebut hanya menggunakan kurang dari 2 persen dari PDB untuk biaya kesehatan, dan menjadi salah satu tarif terendah di dunia.

India juga hanya memiliki 0,8 dokter per 1.000 warganya pada tahun 2017, jumlahnya hampir sama dengan Irak, menurut Bank Dunia.

Dokter Shekhar Kumar, yang bekerja dengan sebuah rumah sakit swasta di negara bagian utara Uttar Pradesh mengatakan staf junior dan mahasiswa kedokteran tahun terakhir terkadang harus bekerja dengan shift 24 jam.

“Dibandingkan tahun lalu, kali ini pasien membutuhkan rawat inap lebih lama sehingga menambah beban staf,” kata Kumar.

Ia menyampaikan bahwa para tenaga medis itu umumnya mulai merasa terpuruk ketika tahu rekan-rekannya jatuh sakit karena virus corona.

Para dokter mengaku mereka trauma karena dipaksa untuk memilih pasien mana yang harus diselamatkan terlebih dahulu. Mereka harus bergulat dengan persediaan obat-obatan dan oksigen yang tidak mencukupi.

Ravikant Singh, pendiri kelompok amal yang membantu mendirikan rumah sakit lapangan Covid-19, mengatakan bahwa dia bahkan sampai kesulitan tidur selama beberapa malam.

“Ini adalah situasi yang mengubah hidup para dokter. Bagian terburuknya adalah kami tidak bisa menyelamatkan banyak nyawa karena kekurangan oksigen,” kata Singh kepada AFP.

Bahkan setelah menyelesaikan pekernaannya, para dokter juga masih khawatir akan menginfeksi virus corona kepada keluarganya saat pulang kerumah.

Sumber : Suara.com

About Author

ariz

See author's posts

Tags: infeksi covid-19nakessistem kesehatantenaga kesehatan
Previous Post

Kasus COVID-19 Meningkat, Taiwan Bakal Terapkan Lockdown?

Next Post

Jemaah Haji Dibatalkan Pertama dalam Sejarah, Haikal Hassan Curiga karena Zalim ke HRS

ariz

ariz

Next Post
Jemaah Haji Dibatalkan Pertama dalam Sejarah, Haikal Hassan Curiga karena Zalim ke HRS

Jemaah Haji Dibatalkan Pertama dalam Sejarah, Haikal Hassan Curiga karena Zalim ke HRS

Stay Connected test

  • 24k Followers
  • 23.9k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
AKI dan AKB Masih Tinggi, Indonesia Terpaut Jauh dari Target SDGs

AKI dan AKB Masih Tinggi, Indonesia Terpaut Jauh dari Target SDGs

16 Juli 2025
Jabat Dewan Syuro, Anggota Komisi Fatwa MUI Berperan Beri Masukan dan Nasihat ke JI

Jabat Dewan Syuro, Anggota Komisi Fatwa MUI Berperan Beri Masukan dan Nasihat ke JI

17 November 2021
Kronologi Polemik Ijazah Jokowi: Dari Gugatan Hukum hingga Drama Politik

Kronologi Polemik Ijazah Jokowi: Dari Gugatan Hukum hingga Drama Politik

18 Juli 2025
Status PPPK Paruh Waktu Dihapus, Revisi UU ASN Kembalikan Struktur Dua Pilar

Status PPPK Paruh Waktu Dihapus, Revisi UU ASN Kembalikan Struktur Dua Pilar

26 November 2025
Bandara Rahadi Oesman Ketapang Hentikan Sementara Layanan Penerbangan Komersial

Bandara Rahadi Oesman Ketapang Hentikan Sementara Layanan Penerbangan Komersial

0
2 Hari Hilang, Nelayan Tewas Mengambang di Pantai Cipalawah Garut

2 Hari Hilang, Nelayan Tewas Mengambang di Pantai Cipalawah Garut

0
14 Tahun Terbunuhnya Munir, Polri Didesak Bentuk Tim Khusus

14 Tahun Terbunuhnya Munir, Polri Didesak Bentuk Tim Khusus

0
Prabowo Resmikan Kantor DPD Gerindra di Banten

Prabowo Resmikan Kantor DPD Gerindra di Banten

0
Curah Hujan Masih Rendah, Waspada Meningkatnya Potensi Titik Api 

BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat dan Petir di Sejumlah Wilayah Indonesia

19 Juli 2026
Spanyol vs Argentina di Final Piala Dunia 2026: Duel Lintas Generasi, Siapa Juaranya?

Spanyol vs Argentina di Final Piala Dunia 2026: Duel Lintas Generasi, Siapa Juaranya?

19 Juli 2026
Bukayo Saka Pemain Terbaik Pertandingan Inggris vs Prancis, Antar The Three Lions Juara Ketiga Piala Dunia 2026

Bukayo Saka Pemain Terbaik Pertandingan Inggris vs Prancis, Antar The Three Lions Juara Ketiga Piala Dunia 2026

19 Juli 2026
Gol Spektakuler Julian Alvarez ke Gawang Swiss Terpilih sebagai Gol Terbaik Perempat Final dan Semifinal Piala Dunia 2026

Gol Spektakuler Julian Alvarez ke Gawang Swiss Terpilih sebagai Gol Terbaik Perempat Final dan Semifinal Piala Dunia 2026

19 Juli 2026

Recent News

Curah Hujan Masih Rendah, Waspada Meningkatnya Potensi Titik Api 

BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat dan Petir di Sejumlah Wilayah Indonesia

19 Juli 2026
Spanyol vs Argentina di Final Piala Dunia 2026: Duel Lintas Generasi, Siapa Juaranya?

Spanyol vs Argentina di Final Piala Dunia 2026: Duel Lintas Generasi, Siapa Juaranya?

19 Juli 2026
Bukayo Saka Pemain Terbaik Pertandingan Inggris vs Prancis, Antar The Three Lions Juara Ketiga Piala Dunia 2026

Bukayo Saka Pemain Terbaik Pertandingan Inggris vs Prancis, Antar The Three Lions Juara Ketiga Piala Dunia 2026

19 Juli 2026
Gol Spektakuler Julian Alvarez ke Gawang Swiss Terpilih sebagai Gol Terbaik Perempat Final dan Semifinal Piala Dunia 2026

Gol Spektakuler Julian Alvarez ke Gawang Swiss Terpilih sebagai Gol Terbaik Perempat Final dan Semifinal Piala Dunia 2026

19 Juli 2026
  • Kode Etik
  • Kode Prilaku Perusahaan Pers
  • Tentang Kami
  • Redaksi

© 2026 triggernetmedia development

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Sospolhukam
    • Metropolitan
    • Nasional
    • Internasional
  • Kalbar
    • Pontianak
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Kapuas Raya
    • Landak
    • Mempawah
    • Sanggau
    • SingBeBas
    • Kapuas Hulu
  • Ekonomi
    • Keuangan
    • Bisnis
    • Industri
    • Makro
    • IHSG
    • Fintech
  • Edutaiment
    • Literasi
    • Edukasi
    • Budaya
    • Gadgets
    • IT
  • Sport
    • Sepak Bola
    • Kabar Arena
    • Otomotif
  • Infotainment
    • Selebritis
    • Film
    • Music
    • Zodiak
    • Comunity
    • Kekinian
    • Fashion
    • Milenial
  • Kuliner
    • Food
    • Pesona Dunia
    • Pesona Nusantara
  • Pariwara
    • Videotron
    • Foto
    • Kanal Iklan

© 2026 triggernetmedia development