triggernetmedia.com – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisikan Stasiun Klimatologi Mempawah, Kalimantan Barat menyatakan pada dasarian III (tanggal 21-31) Mei 2021, curah hujan di wilayah Kalimantan Barat bagian utara berkisar antara 10-50 mm/dasarian dengan kategori Rendah-Menengah, dengan sifat hujan secara umum bersifat Bawah Normal-Normal.
“Curah hujan di wilayah Kalimantan Barat bagian tengah-selatan berkisar antara 50-150 mm/dasarian dengan kategori Menengah-Tinggi, dengan sifat hujan Normal-Atas Normal,” papar kepala Staklim BMKG Mempawah, Luhur Tri Uji Prayitno, Senin (31/5/2021) di Mempawah.
Ia menyebut, Hari Tanpa Hujan Sangat Pendek (1-5 hari) terjadi di 75 persen dari pos pengamatan curah hujan di Kalimantan Barat. Hari tanpa hujan terpanjang terjadi di Kabupaten Sambas (Tangaran) sepanjang 10 hari.
Kemudian Prospek Iklim, sambung Luhur, ENSO, IOD, dan anomali suhu muka laut dalam kondisi netral, sehingga tidak berdampak signifikan pada curah hujan di Kalimantan Barat. Angin pada lapisan 850 mb diprakirakan terjadi dominasi monsun Australia, juga adanya konvergensi di utara wilayah Kalimantan Barat. Prediksi OLR (radiasi gelombang panjang) lebih tinggi dari biasanya, yang berarti bahwa hanya ada sedikit tutupan awan.
“Berdasarkan pertimbangan kondisi tersebut, dasarian I Juni 2021 masih ada potensi pengurangan curah hujan,” ujarnya.
Berikut Prakiraan Curah Hujan :
Dasarian I (tanggal 1-10) Juni 2021 diprakirakan secara umum berkisar antara 25-100 mm/dasarian (Rendah-Menengah). Potensi pengurahan curah hujan terjadi hampir di seluruh wilayah Kalimantan Barat, namun untuk kabupaten Ketapang bagian selatan dan Sambas bagian utara curah hujan diprakirakan lebih rendah dibanding wilayah lain.
Potensi pengurangan curah hujan masih terjadi pada dasarian I Juni 2021. Masyarakat diimbau untuk tetap waspadai kemunculan titik panas dan bijak menggunakan cadangan air
“Demikian prospek iklim dasarian Provinsi Kalimantan Barat, semoga bermanfaat bagi Mitra Iklim Kalbar. Untuk keperluan perencanaan dalam kegiatan operasional agar dapat menghubungi BMKG sebagai antisipasi perubahan atau pembaruan dari prospek iklim ini,” tutup luhur. (*)








