Fenomena Awan Arcus di Kubu Raya

Trigger Netmedia - 29 Januari 2021
Fenomena Awan Arcus di Kubu Raya
Fenomena Awan Arcus - (Tangkapan layar)

triggernetmedia.com – Berdasarkan informasi warga, terdapat fenomena langka terjadi di langit Sungai Asam, kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya pada Kamis (29/1/2021) sore. dengan kemunculan awan berbentuk seperti gelombang tsunami. Secara ilmiah dalam dunia meteorologi, fenomena ini dinamakan dengan awan Arcus (ref: cloud atlas World Meteorological Organization, WMO).

“Fitur awan arcus dapat ditemukan diantara jenis awan cumulonimbus dan cumulus. Awan arcus merupakan awan yang lazim terjadi meskipun frekuensi kejadiannya jarang, memiliki tinggi dasar awan yang rendah, serta formasi pembentukannya horizontal memanjang seolah-olah seperti gelombang,” kata Kepala Stasiun Meteorologi Supadio Pontianak, Nanang Buchori, Jum’at (29/1/2021) di Sui Raya.

Menurut Nanang, fenomena awan jenis ini pernah terlihat di wilayah Kalbar pada 6 Desember 2015 lalu di Stasiun Meteorologi Supadio, kemudian fenomena yang sama juga terjadi pada 26 September 2020 di Sanggau, dan 9 Oktober 2020 di Kota Pontianak, dan sempat viral secara nasional terjadi di Aceh pada10 Agustus 2020 lalu.

Nanang menjelaskan, fenomena awan Arcus terbentuk sebagai hasil dari ketidakstabilan atmosfer di sepanjang pertemuan massa udara yang lebih dingin dengan massa udara yang lebih hangat serta lembab sehingga membentuk tipe awan yang memiliki pola pembentukan horizontal memanjang.

“Kondisi tersebut dapat terjadi salah satunya karena adanya fenomena angin laut dalam skala yang luas mendorong massa udara ke daratan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kondisi cuaca di sekitar wilayah Sungai Raya terjadi hujan mulai pukul 13.00 wib hingga 15.00 wib. Kemudian, terlihat pada pantauan radar cuaca terdapat sel awan Cumulonimbus berbentuk memanjang yang biasa disebut squalline dari arah utara, dari sekitar wilayah Kabupaten Mempawah pada pukul 15.40 wib, dan bergerak menuju ke Kota Pontianak sekitar pukul 16.30 wib. Berlanjut menuju wilayah Sungai Raya pada pukul 17.00 wib. Diduga pada sekitar pukul 17.00 wib ini terbentuknya awan Arcus, karena wilayah Sungai Raya sudah dingin akibat telah terjadinya hujan sebelumnya.

“Fenomena awan arcus ini dapat menimbulkan angin kencang dan hujan lebat yang dapat disertai kilat atau petir di sekitar pertumbuhan awan. Kecepatan angin maksimum yang tercatat di Stasiun Meteorologi Supadio sebesar 15 knot (setara 28 km/jam), sementara di Kota Pontianak maksimum 17 knot (setara 30 km/jam). Akumulasi jumlah curah hujan di Stasiun Meteorologi Supadio Pontianak selama 24 jam sebesar 27.6mm, kategori hujan intensitas sedang,” jelasnya lagi.

Menurut Nanang, diprakirakan kondisi cuaca 7 hari ke depan masih berpotensi terjadi hujan di sebagian besar wilayah Kalbar dengan intensitas ringan hingga lebat. Potensi hujan intensitas sedang hingga lebat diprakirakan dominan terjadi di wilayah Kalimantan Barat bagian timur, seperti Kabupaten Kapuas Hulu, Kabupaten Sintang, Kabuypaten Melawi, Kabupaten Sekadau dan sekitarnya.

Masyarakat diimbau untuk mewaspadai potensi hujan sedang hingga lebat tersebut. Potensi hujan yang bisa disertai angin kencang berdurasi singkat diprakirakan masih berpotensi terjadi di wilayah pesisir barat Kalimantan Barat, khususnya pada kejadian hujan intensitas sedang hingga lebat pada siang hingga sore hari.

Bagi masyarakat yang hendak memperoleh informasi terkini, BMKG Stasiun Meteorologi Supadio Pontianak membuka layanan informasi cuaca 24 jam dapat menghubungi melalui :
• call center 0561 – 721142 ;
• https://www.bmkg.go.id;
• follow Fanspage Facebook dan Instagram : @infoBMKGKalbar;
• atau dapat langsung menghubungi kantor BMKG
terdekat.

 

Ariz

Tinggalkan Komentar

Terkini

Kepala BKN Masuk Komnas HAM dari Pintu Belakang, MAKI: Artinya Ada yang Ditutupi

Kepala BKN Masuk Komnas HAM dari Pintu Belakang, MAKI: Artinya Ada yang Ditutupi

ASN   Headline   Nasional   News   Sorotan   Sospolhukam
3 Kali Absen, Azis Syamsuddin Akhirnya Nongol Rapat Paripurna RUU PDP di DPR

3 Kali Absen, Azis Syamsuddin Akhirnya Nongol Rapat Paripurna RUU PDP di DPR

Headline   Nasional   News   Sorotan   Sospolhukam
Target Jadi Produsen Halal Dunia, Indonesia Bangun 5 Kawasan Industri Halal

Target Jadi Produsen Halal Dunia, Indonesia Bangun 5 Kawasan Industri Halal

Headline   Industri   Internasional   Kesra   Nasional   News   Sorotan
Indonesia Darurat Covid-19, KPAI Tak Setuju Sekolah Dibuka Juli Tahun Ini

Indonesia Darurat Covid-19, KPAI Tak Setuju Sekolah Dibuka Juli Tahun Ini

Headline   Kesehatan   Nasional   News   Pendidikan   Sorotan   Sospolhukam
Bangun Zona Integritas, Kapolres Ketapang: Polisi Modern Melayani Publik Secara Cepat, Modern, Bebas Korupsi

Bangun Zona Integritas, Kapolres Ketapang: Polisi Modern Melayani Publik Secara Cepat, Modern, Bebas Korupsi

Headline   Ketapang   Kilas Kalbar   News   Sospolhukam
Monitoring Vaksinasi Massal, Bupati Landak: Sukseskan 1 Juta Vaksinasi Sehari

Monitoring Vaksinasi Massal, Bupati Landak: Sukseskan 1 Juta Vaksinasi Sehari

Headline   Kesehatan   Kilas Kalbar   Landak   News   Pelayanan Puplik   Sorotan
3 Aturan Pendaftaran CPNS 2021 yang Segera Dibuka

3 Aturan Pendaftaran CPNS 2021 yang Segera Dibuka

Headline   Nasional   News   Pelayanan Puplik
Ekonomi Kian Sulit Sejak Pandemi, Pernikahan Anak pun Dilaporkan Meningkat

Ekonomi Kian Sulit Sejak Pandemi, Pernikahan Anak pun Dilaporkan Meningkat

Headline   Internasional   Kesehatan   Kesra   News   Sorotan   Sospolhukam
5 Jenis Teh Tak Biasa Ini Punya Banyak Manfaat Kesehatan, Wajib Dicoba!

5 Jenis Teh Tak Biasa Ini Punya Banyak Manfaat Kesehatan, Wajib Dicoba!

Artikel   Headline   Infotainment   Lifestyle   Serba-serbi   Tips
Indonesia-Ceko Tingkatkan Kerja Sama Perlindungan Keanekaragaman Hayati dan Lingkungan

Indonesia-Ceko Tingkatkan Kerja Sama Perlindungan Keanekaragaman Hayati dan Lingkungan

Headline   Internasional   lingkungan   Maritim   News   Sains   Sorotan

SITE LOCATION REKLAME

Streaming triggernetmedia.com