banner 468x60 banner 468x60

Dibantah Kejagung, Pinangki Tak Pernah Bocorkan Persembunyian Djoko Tjandra

Trigger Netmedia - 14 Januari 2021
Dibantah Kejagung, Pinangki Tak Pernah Bocorkan Persembunyian Djoko Tjandra
Terdakwa kasus penerimaan suap dari Djoko Tjandra terkait pengurusan fatwa Mahkamah Agung (MA), Pinangki Sirna Malasari menjalani sidang pembacaan tuntutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (11/1/2021). - (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak)

triggernetmedia.com – Kasubdit Upaya Hukum Luar Biasa Eksekusi dan Ekseminasi Kejaksaan Agung, Syarief Sulaeman Nahdi mengaku tak pernah mendapat informasi dari siapapun perihal persembunyian Djoko Tjandra ketika masih menjadi buronan kasus hak tagih bank Bali.

Hal itu disampaikan Syarief dalam sidang terdakwa Djoko Tjandra terkait perkara gratifikasi pengurusan fatwa di Mahkamah Agung (MA), Kamis (14/1/2021).

 

Kesaksian Syarief berawal ketika Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejagung menanyakan Syarief mengenai apakah mengetahui adanya informasi secara resmi terkait keberadaan Djoko Tjandra selama buron.

“Apakah ada pernah laporan secara resmi atau secara tertulis ada seseorang yang kemudian melaporkan keberadaan dari terpidana Joko S. Tjandra?” tanya Jaksa dalam sidang yang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat.

 

Mendengar pertanyaan Jaksa, Slamet pun menjawab dengan tegas, bahwa tak ada sama sekali laporan yang masuk kepada dirinya, terkait informasi keberadaan Djoko Tjandra saat buron.

“Tidak ada,” jawab Djoko.

Jaksa lainnya pun kembali mempertegas jawaban Slamet. Dengan mengingatkan apakah pernah ada informasi ditahun 2019 atau 2020 terkait laporan dari Jaksa Pinangki Sirna Malasari tentang keberadaan Djoko di Malaysia.

 

“Laporan baik secara langsung atau tidak yang bersumber dari saudari Piangki bahwa terkait dengan terdakwa Djoko S. Tjandra apapun itu ? Pernah ada?,” kembali tanya Jaksa.

Slamet pun masih dengan jawaban sama bahwa ia tak pernah mendapat informasi apapun terkait Djoko Tjandra. Termasuk dari Pinangki yang dipertanyakan oleh Jaksa.

 

“Tidak pernah ada,”jawab Slamet.

Kemudian, Jaksa pun kembali menanyakan apakah Slamet mengenal Jaksa Pinangki. Slamet pun menjawab ia pun tak begitu mengenal.

“Kalau kenal tidak. Tapi tahu,” kata Slamet

Jaksa pun masih penasaran dengan jawaban Slamet dan kembali bertanya apakah Pinangki pernah mengirim melalui surat resmi terkait melaporkan keberadaan Djoko ?

“Kalau secara formal surat tidak ada,” ucapnya.

Ngaku Bocorkan Lokasi Persembunyian Djoko Tjandra

Pada persidangan sebelumnya, Pinangki yang diperiksa sebagai terdakwa mengaku bahwa ia memberikan informasi keberadaan Djoko kepada pihak kejaksaan Agung RI.

Berawal Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejagung menanyakan Pinangki terkait pengetahuannya bahwa Djoko sepatutnya dilakukan eksekusi dalam perkara sebelumnya yakni kasus hak tagih bank Bali.

Pinangki pun menjawab bahwa ia sempat memberitahukan kepada salah satu tim Kepala Seksi Uheksi Kejaksaan Agung bernama Aryo sekitar bulan November 2019, terkait semua informasi keberadaan Djoko.

“Nah itu, bulan November saya sampaikan. Saya tunjukan foto-fotonya ke Aryo ke Kasi Uheksi tersebut,” kata Pinangki di dalam sidang.

Pinangki di depan majelis hakim juga mengaku bahwa ia dari awal ingin memberikan informasi keberadaan Djoko. Lantaran, ia hanya mengetahui bahwa untuk seseorang dieksekusi melalui Direktorat Uheksi.

“Karena rencana awal kalaupun harus dieksekusi kan eksekusi harus lewat dia,  karena saya nggak tahu jaksa eksekutornya siapa,” ucap Pinangki.

Dakwaan Jaksa

Sebelumnya, Pinangki didakwa menerima uang senilai 500 ribu USD dari Djoko Tjandra untuk mengurus fatwa di Mahkamah Agung (MA). Hal itu dilakukan agar Djoko Tjandra –yang saat itu masih buron– tidak dieksekusi dalam kasus hak tagih atau cassie Bank Bali.

Perkara ini dimulai saat Pinangki bertemu sosok Rahmat dan Anita Kolopaking pada September 2019. Saat itu, Pinangki meminta agar Rahmat dikenalkan kepada Djoko Tjandra.

Kemudian, Anita Kolopaking akan menanyakan ke temannya yang seorang hakim di MA mengenai kemungkinan terbitnya fatwa bagi Djoko Tjandra. Guna melancarkan aksi itu, Djoko Tjandra meminta Pinangki untuk membuat action plan ke Kejaksaan Agung.

Pada tanggal 12 November 2019, Pinangki bersama Rahmat menemui Djoko Tjandra di Kuala Lumpur, Malaysia. Kepada Djoko Tjandra, Pinangki memperkenalkan diri sebagai orang yang mampu mengurus upaya hukum.

Jaksa pun mendakwa Pinangki melanggar Pasal 5 ayat 2 juncto Pasal 5 ayat 1 huruf a Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) subsider Pasal 11 UU Tipikor.

Pinangki juga didakwa Pasal 3 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang pencucian uang serta didakwa terkait pemufakatan jahat pada Pasal 15 jo Pasal 5 ayat 1 huruf a UU Tipikor subsider Pasal 15 jo Pasal 13 UU Tipikor.

 

Sumber : Suara.com

Tinggalkan Komentar

Terkini

Bertemu Petinggi Uni Eropa, Menko Airlangga Bahas Kerja Sama Perubahan Iklim

Bertemu Petinggi Uni Eropa, Menko Airlangga Bahas Kerja Sama Perubahan Iklim

Headline   Internasional   lingkungan   Maritim   News   Sorotan   Sospolhukam
Jokowi Minta BUMN Kronis Ditutup, DPR Minta Erick Tohir Lakukan Pembenahan

Jokowi Minta BUMN Kronis Ditutup, DPR Minta Erick Tohir Lakukan Pembenahan

Bisnis   Ekonomi   Headline   Nasional   News   Parlementaria   Sorotan   Sospolhukam
Wapres Ma’ruf Amin Minta Warga NU Jadi Penggerak Ekonomi Umat

Wapres Ma’ruf Amin Minta Warga NU Jadi Penggerak Ekonomi Umat

Ekonomi   Headline   Kesra   Nasional   News   Sorotan
Soal Korban Pinjol Ilegal, Mahfud MD: Lapor Polisi Dan Tak Usah Bayar Utang!

Soal Korban Pinjol Ilegal, Mahfud MD: Lapor Polisi Dan Tak Usah Bayar Utang!

Ekonomi   Fintech   Headline   Nasional   News   Sorotan   Sospolhukam
Sempat Hilang, KPK Amankan Bupati Kuansing Lewat Bantuan Keluarga

Sempat Hilang, KPK Amankan Bupati Kuansing Lewat Bantuan Keluarga

Headline   Nasional   News   Sorotan   Sospolhukam
Demi Dapat Sinyal, Guru NTT Sampai Panggul Muridnya untuk Laksanakan ANBK

Demi Dapat Sinyal, Guru NTT Sampai Panggul Muridnya untuk Laksanakan ANBK

Headline   Nasional   News   Pendidikan   Sorotan   Technology
Menkominfo Gandeng Google dan Apple untuk Saring Pinjol Ilegal Beroperasi

Menkominfo Gandeng Google dan Apple untuk Saring Pinjol Ilegal Beroperasi

Bisnis   Fintech   Headline   IT   Nasional   News   Sorotan   Sospolhukam
Abaikan Mendagri, Kemenhub: Penerbangan Jawa-Bali Masih Bisa dengan Tes Antigen

Abaikan Mendagri, Kemenhub: Penerbangan Jawa-Bali Masih Bisa dengan Tes Antigen

Bisnis   Headline   Kesehatan   Nasional   News   Pelayanan Puplik   Sorotan   Sospolhukam
Megawati: Polri Jangan Hanya Mikirin Karir Tapi Lupa Rakyat

Megawati: Polri Jangan Hanya Mikirin Karir Tapi Lupa Rakyat

Headline   Nasional   News   Pelayanan Puplik   Sorotan   Sospolhukam
Media Inggris Ungkap Fakta Baru Tragedi 1965, Amnesty: Buka Kembali Kasusnya

Media Inggris Ungkap Fakta Baru Tragedi 1965, Amnesty: Buka Kembali Kasusnya

Headline   Internasional   News   Sorotan   Sospolhukam

SITE LOCATION REKLAME

Streaming triggernetmedia.com