triggernetmedia.com – Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji meminta kapal penumpang untuk tidak merapat di Pelabuhan Dwikora. Hal itu dilakukan mengingat anjuran dari Presiden RI untuk tidak melaksanakan mudik di tengah pandemi Covid-19.
“Masalah mudik presiden sudah putuskan tidak usah mudik. Saya sudah mimta kapal penumpang jangan merapat di Pelabuhan Dwikora karena kita sudah ada dua pasien positif satu nahkoda dan ABK. Tapi ABK sudah sembuh karena sudah dinyatakan dua kali negatif dan nahkoda nya masih menunggu hasil swab kedua kalinya lagi,” ujar Sutarmidji di Pontianak, Kamis (23/4/2020).
Selain kapal, ia juga meminta kepada setiap penumpang yang turun dari pesawat terbang untuk langsung membuat pernyataan menjadi Orang Dalam Pemantauan (ODP) serta mencatat alamat lengkap ketika berada di Kalbar.
“Kalau keluyuran kemana-mana dan ketahuan maka tidak boleh isolasi mandiri dan dibawa ketempat isolasi pemerintah menjadi 21 hari. Kemarin ada 3 orang yang dibawa keruang isolasi yang sudah disiapkan pemerintah,” tegasnya.
Masyarakat terpapar COVID-19 tidak menimbulkan stigma negatif
Gubernur Sutarmidji juga mengajak masyarakat Kalbar tidak mengucilkan warga yang telah terpapar Covid-19 dan tidak menimbulkan stigma negatif. Sebab jika mereka bisa sembuh maka imunitas tubuh telah terbangun dengan baik. Dan mereka dapat menceritakan pengalamannya, karena memang sejauh ini diakui belum ada obat yang benar-benar mujarab memusnahkan virus ini.
“Kalau yang pandai ngomong jak usah didengar. Kalau saya ngomong sesuai data dan ada referensi,” tegas Sutarmidji di Pontianak, Kamis (23/4/2020).
Mantan Wali Kota Pontianak dua periode ini menuturkan saat ini sudah ada sekitar 200 orang di Kalbar yang hasil rapid test dinyatakan reaktif dengan kondisi segar.
Ia mencontohkan seperti ASN dilingkungan Pemprov Kalbar yang berada dirumah saja dengan keadaan segar namun terpapar ringan.
“Kalau ada yang sudah merasa hebat bisa jadi relawan kamar jenazah. Kalian tidak tahu bagaimana orang yang mandikan nangis takut bahkan supir ambulan juga takut dan saya nangis lihatnya,” ucapnya.
“Jangan merasa hebat dan meremehkan. Kita juga harus menjaga tenaga medis dan masyarakat, terserah orang mau ngomong apa,” ujar Sutarmidji.
Dhesta




