triggernetmedia.com – Puluhan jurnalis di Pontianak yang tergabung dalam Rumah Jurnalis Pontianak turut ambil bagian dalam memerangi penyebaran virus corona atau Covid-19 di Kalimantan Barat.
Menurut Juru Bicara Rumah Jurnalis Pontianak (RJP) Yuniardi, dengan mendirikan posko peliputan bagi para jurnalis di Pontianak, maka kepentingan kawan-kawan jurnalis untuk mendapatkan informasi terkini terkait konfirmasi ke sumber yang tepat dapat terkoordinasi dengan baik antara narasumber dan para jurnalis sebagai perpanjangan berbagai platform media massa di lapangan.
“Kami berupaya bersama-sama dengan Pemerintah dan seluruh warga Kalbar melawan Covid-19 dengan pemberitaan yang benar dan terverifikasi. Upaya ini juga sebagai bukti kami sebagai corong publik untuk mendapatkan informasi,” katanya di Kedai Opini, Jalan Putri Daranante, Pontianak, Selasa (24/3/2020) petang.
Tempat ini (Kedai Opini), ujar Yuniardi, dipilih sebagai posko karena sangat strategis dan terjangkau ke sumber informasi, misalnya Dinkes Kalbar, Polresta Kota Pontianak, serta sejumlah kantor-kantor yang merupakan sumber utama yang akan dijadikan dasar pemberitaan.
“Di posko ini kami juga saling bertukar informasi mengenai keamanan liputan serta protokol keselamatan dalam peliputan covid-19. Kami berupaya mematuhi semua panduan yang telah diarahkan Dewan Pers, AJI dan IJTI,” katanya.
Menurutnya, saat ini sejumlah jurnalis dari berbagai organisasi seperti AJI Pontianak dan IJTI Pengda Kalbar serta non organisasi tergabung dalam posko tersebut.
Tujuannya jelas, untuk memberantas hoaks soal corona dan tidak memberikan kepanikan kepada masyarakat.
“Kami cukup resah juga dengan hoaks Covid-19 yang berseliweran di medsos. Maka itu, kami mengimbau masyarakat agar membaca, mendengar dan menonton berita dari sumber terpercaya,” ujarnya.
Yuniardi mengungkapkan, sampai saat ini, ia dan sejumlah jurnalis masih kesulitan mendapatkan alat pelindung diri seperti masker dan handsanitizer. Dia berharap semua pihak bisa membantu memberikan akses kepada jurnalis membeli dan mendapatkannya.
“Kami dapat masker terbatas sekali. Padahal kami harus turun ke lapangan untuk memperoleh informasi untuk diidistribusikan kepada masyarakat,” sebutnya.
Selain itu, Yuniardi turut mengimbau masyarakat untuk mengisolasi diri di rumah serta mematuhi maklumat dari Pemerintah dan Kepolisian.
“Biar kami yang meliput, kalian di rumah aja. Jangan lagi nongkrong. Kalau ke luar rumah membeli penganan, lengkapilah diri dengan masker. Jangan lupa pula mencuci tangan,” imbaunya.
Rilis



