banner 468x60 banner 468x60

Kombinasi Karung dan Perca Karya Maggie Hutauruk di New York Fashion Week

Trigger Netmedia - 19 Februari 2020
Kombinasi Karung dan Perca Karya Maggie Hutauruk di New York Fashion Week
Kombinasi Karung dan Perca Karya Maggie Hutauruk di New York Fashion Week. (Suara.com/ Frieda Isyana) - ()

triggernetmedia.com – Maggie Hutauruk-Eddy membawa nama Indonesia dalam New York Fashion Week (NYFW) 2020 lewat label 2Madison Avenue. Dengan 16 koleksi pakaian lelaki dan perempuan bertajuk ‘Liga’ ini, ia membawakan isu lingkungan dan menggunakan dua bahan unik, yakni karung goni bekas dan kain perca ulos.

Ini kali ketiga Maggie, sapaannya, tampil di salah satu perhelatan mode terbesar di dunia tersebut. Ditemui Suara.com pada Media Gathering di Hotel Intercontinental Jakarta, ia mengaku bukanlah desainer pertama yang menggunakan karung goni sebagai bahan koleksi labelnya, akan tetapi ia yakin bisa jadi yang pertama membawanya ke NYFW 2020.

Isu lingkungan yang ia bawa berfokus pada limbah. Ia menggunakan karung goni bekas yang mungkin bukanlah suatu bahan yang terpikirkan oleh para desainer sebagai bahan busana mereka untuk dipamerkan. Namun dengan keuletan dan kekreatifitasan Maggie, karung goni ini ‘disulap’ menjadi pakaian ready-to-wear yang sangat menarik dengan warna-warna yang cerah.

“Banyak sekali limbah di Indonesia. We can do something about it dan aku hanya memberikan sedikit example. Dari situ ada banyak yang bisa jadi inspirasi,” katanya pada Selasa, (18/2/2020).

Mempersiapkan koleksi Liga membutuhkan 1,5 bulan hingga dipamerkan pada 10 Februari 2020. Termasuk salah satunya mengumpulkan karung goni bekas. Ia menceritakan meminta bantuan asistennya di rumah untuk mengumpulkan karung goni saat pergi ke pasar. Biasanya karung goni dipakai sebagai alas bagi pedagang beras agar berasnya tidak tumpah ke mana-mana.

Maggie mengaku karung goni yang ia kumpulkan memang bekas pakai dan dalam keadaan lusuh. Tapi setelah dikumpulkan, ia mencucinya sampai bersih dan mulai mengeceknya satu per satu untuk dipadupadankan dalam desainnya. Ia menyebut bahkan pernah menemukan karung goni yang berasal dari Tanzania.

“Ternyata karungnya dari Tanzania. Kupikir this is so special, ketemunya di Pasar Minggu. And that’s why I love my job. We find something meaningful like that,” kata Maggie.

Tak hanya karung goni, Maggie juga menggunakan kain perca ulos dan juga bahan-bahan yang tidak terpakai. Ia gemar mengumpulkan bahan-bahan sisa dan membuat sesuatu yang lebih menarik dari bahan tersebut hingga ia menyebut dirinya sendiri sebagai pemulung. Untuk koleksi yang ia bawa ke New York, Maggie tidak ingin menggunakan bahan yang 100 persen masih baru.

Fashion stylist Adi Surantha mengapresiasi karya Maggie yang cukup inovatif, visioner, dan sarat akan pesan penting ini. Baginya, dengan Maggie memperkenalkannya di kancah internasional, maka dunia fashion bisa dilirik lagi bukan hanya tentang desainnya, namun sebagai fashion yang memiliki message atau pesan tersendiri.

“Visioner sekarang adalah materialnya, bagaimana pakaian ini bisa dipakai berkali-kali. Karung ini sangat inovatif, karung ini sangat hina di fashion, zaman kita perang jajahan ini dipakai budak, mereka pakai itu saking susahnya,” tuturnya dalam kesempatan yang sama.

Limbah bukan hanya karung goni dan kain perca, oleh karena itu Maggie masih sangat tertarik untuk menggunakan bahan-bahan bekas lainnya yang berpotensi menjadi limbah.

“Kalau ada bahan bahan lain, for sure. Sebenarnya saya pengin pakai ban mobil, ban motor tapi motongnya susah banget. I think nanti pelan-pelan nanti kita bisa nemuin karena saya punya gallery yang aktif melakukan kontes, misalnya kontes melukis, kontes brokat. Nanti bisa bersama-sama we can create something amazing untuk Indonesia,” pungkasnya.

Source : Suara.com

Tinggalkan Komentar

Terkini

Berenang Tak Hanya Menyehatkan, Namun Tingkatkan Kemampuan Kosakata Anak

Berenang Tak Hanya Menyehatkan, Namun Tingkatkan Kemampuan Kosakata Anak

Artikel   Headline   Lifestyle   Psikologi & Tips   Serba-serbi
Pelaku Modest Fashion Menjamur, Begini Cara Produsen Busana Lokal Bersaing

Pelaku Modest Fashion Menjamur, Begini Cara Produsen Busana Lokal Bersaing

Bisnis   Comunity   Ekonomi   Headline   Lifestyle   News   Sorotan   Trend
Berapa Kali Seprai Harus Dicuci saat Cuaca Panas?

Berapa Kali Seprai Harus Dicuci saat Cuaca Panas?

Artikel   Headline   Serba-serbi   Tips
Efek Dahsyat Penerapan PPKM, Indeks PMI Manufaktur RI Anjlok ke Level 40,1

Efek Dahsyat Penerapan PPKM, Indeks PMI Manufaktur RI Anjlok ke Level 40,1

Bisnis   Ekonomi   Headline   Industri   Keuangan   Nasional   News   Sorotan   Sospolhukam
Pemerintah Targetkan Inklusi Keuangan hingga 90 Persen Tahun 2024

Pemerintah Targetkan Inklusi Keuangan hingga 90 Persen Tahun 2024

Headline   Keuangan   Nasional   News   Sorotan   Sospolhukam
Pemerintah Bebaskan Pajak Sewa Ruko di Pasar dan Mall

Pemerintah Bebaskan Pajak Sewa Ruko di Pasar dan Mall

Bisnis   Ekonomi   Headline   Keuangan   Nasional   News   Sorotan   Sospolhukam
PNS Kemendikbudristek Wajib Baca Naskah Pancasila pada Rabu dan Jumat, Termasuk Saat WFH

PNS Kemendikbudristek Wajib Baca Naskah Pancasila pada Rabu dan Jumat, Termasuk Saat WFH

ASN   Headline   IT   Nasional   News   Pendidikan   Sorotan   Sospolhukam   Technology
Meluas ke Luar Jawa-Bali, Satgas Minta Daerah-daerah Ini Bersiap Hadapi Lonjakan Covid-19

Meluas ke Luar Jawa-Bali, Satgas Minta Daerah-daerah Ini Bersiap Hadapi Lonjakan Covid-19

Headline   Kesehatan   Nasional   News   Sorotan   Sospolhukam
PPKM Level 4 Diperpanjang, Angka Kematian Covid Indonesia Hari Ini Pecah Rekor 1.598 Jiwa

PPKM Level 4 Diperpanjang, Angka Kematian Covid Indonesia Hari Ini Pecah Rekor 1.598 Jiwa

Headline   Kesehatan   Nasional   News   Sorotan   Sospolhukam
Kota Pontianak Masuk Dalam Perpanjangan PPKM Level 4

Kota Pontianak Masuk Dalam Perpanjangan PPKM Level 4

Ekonomi   Headline   Kesehatan   Kilas Kalbar   News   Pelayanan Puplik   Pontianak   Sorotan   Sospolhukam

SITE LOCATION REKLAME

Streaming triggernetmedia.com