triggernetmedia.com – Bupati Landak dr. Karolin Margret Natasa mengaku kecewa atas ketidakhadiran pimpinan perusahaan perkebunan pada kegiatan rapat evaluasi kinerja perusahaan perkebunan terkait kewajiban pembangunan kebun masyarakat di Kabupaten Landak yang digelar di aula utama Kantor Bupati Landak, Selasa (4/2).
Menurut Karolin, pada pertemuan tersebut seharusnya dihadiri oleh Pimpinan Perusahaan Perkebunan. Namun disayangkan yang hadir justru umumnya manager bidang atau kepala bidang perusahaan perkebunan saja.
“Padahal kegiatan ini bertujuan untuk merumuskan serta menyelaraskan program pemerintah bersama pihak perusahaan. Jadinya agenda hari ini menjadi sia-sia,” ungkap Karolin.
“Yang wajib hadir pada pertemuan ini adalah Pimpinan Perusahaannya. Bukan malah diwakili oleh kepala bidang, manager bidang, dan bahkan ada yang mengirim humasnya saja, apakah undangan dari Bupati ini tidak mesara penting lagi bagi perusahaan. Sampaikan kepada Pimpinan Perusahaan masing-masing, selama Saya masih mengundang, masih mau mengajak berdiskusi terkait perkebunan di Kabupaten Landak manfaatkan dengan baik, nanti apabila ada permasalahan sosial dilapangan jangan cari Saya, dan tidak akan mau mengurusnya,” kata Karolin dihadapan sejumlah perwakilan perusahaan perkebunan yang menghadiri pertemuan itu.
Bupati Karolin menjelaskan, pertemuan tersebut sebenarnya merupakan langkah baik dari pemerintah daerah untuk bersama-sama pihak perusahaan membuat suatu kesepahaman bersama terkait adanya permasalahan-permasalahan yang terjadi menyangkut kelangsungan perusahaan perkebunan di Kabupaten Landak saat ini.
“Kami ingin ada kesepahaman antara kita, bukan hanya pihak perusahaan saja, tetapi kami dari Pemda dan Forkopimda juga dalam rangka menata investasi perkebunan yang ada di Kabupaten Landak,” jelasnya.
“Saya memiliki data terkait permasalahan yang ada dilapangan dan banyak laporan juga dari masyarakat Saya, sehingga diperlukannya pertemuan ini. Tetapi yang hadir perwakilan saja, hal ini tidak akan bisa memberikan keputusan, kedepan apabila bukan Pimpinan Perusahaan yang hadir akan Saya suruh pulang mereka yang mewakili pimpinannya,” ujarnya menambahkan.
Dalam pertemuan itu Bupati Landak, dr. Karolin Margret Natasa meminta agar pihak perusahaan perkebunan dapat mematuhi peraturan dan undang-undang yang berlaku dalam upaya membentuk iklim investasi yang sehat.
Medi demikian,Karolin mengakui, bahwa investasi dari perkebunan ini juga memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Tetapi masih banyak juga hal-hal yang belum dilakukan oleh pihak perusahaan seperti pembinaan masyarakat, sistem pebagian hasil perkebunan kepada petani, kurangnya pekerja dari masyarakat setempat dan lain sebagainya,” sebut Karolin.
“Makanya pihak perusahaan harus mengkaji ulang regulasi yang ada sesuai dengan perda dan undang-undang yang berlaku. Saya tidak mau mendengar lagi ada masyarakat Saya yang dirugikan,” ujar Karolin mengingatkan sejumlah perwakilan perusahaan perkebunan yang hadir.
Ariz



