banner 468x60

Landak Koordinasikan Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi

  • Bagikan
Pertemuan Koordinasi Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi (SKPG), di Aula DPPKP, Kamis 05/12/2019.
banner 468x60

triggernetmedia.com – Pemerintah Kabupaten Landak Melalui Dinas Pertanian Perikanan dan Ketahanan Pangan (DPPKP) Bidang Ketahanan Pangan mengadakan Pertemuan Koordinasi Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi (SKPG), di Aula DPPKP, Kamis (05/12).

Pertemuan Koordinasi ini dibuka oleh Plt. Kepala Dinas Pertanian Perikanan dan Ketahanan Pangan (DPPKP) Alpius, dan dihadiri oleh Kepala bidang Ketahanan pangan DPPKP, Perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Landak, Perwakilan DSPMPD Kabupaten Landak, Perwakilan BPS Kabupaten Landak dan Seluruh Kepala BP2K yang ada di Kabupaten Landak.

Dalam sambutannya Plt. Kepala Dinas Pertanian Perikanan dan Ketahanan Pangan (DPPKP) Alpius, mengatakan Undang-undang nomor 18 Tahun 2012 disebutkan bahwa ketahanan pangan merupakan kondisi terpenuhinya pangan bagi negara sampai dengan perseorangan, yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutunya, aman, beragam, bergizi, merata dan terjangkau serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan dan budaya masyarakat untuk hidup sehat, aktif dan priduktif secara berkelanjutan.

Baca juga  Pemkab Landak Resmi Terbitkan SE Tahun Ajaran Baru

“Seperti diketahui konsep ketahanan pangan dan gizi dibagun berdasarkan atas tiga pilar ketahanan pangan yaitu ketersediaan pangan, akses pangan dan pemanfaatan pangan,” Ujar Alpius.

Alpius juga menjelaskan informasi SKPG dapat dimanfaatkan sebagai bahan rekomendasi pengambilan keputusan dalam bentuk intervensi jangka pendek, menengah maupun jangka panjang.

“Intervensi atau tindakan jangka pendek merupakan tindakan darurat antara lain seperti operasi pasar, bantuan pangan, kegiatan padat karya atau hasil analisis situasi dan kedalaman permasalahan yang dihadapi. Intervensi atau tindakan jangka panjang dapat berupa perumusan kebijakan, perencanaan ataupun prigram-program perbaikan infrastruktur, irigasi, tranfortasi untuk peningkatan akses fisik pangan,” jelas Alpius.

Sementara itu, Kepala Bidang Ketahanan Pangan DPPKP Kabupaten Landak Regina Maria Bali, menyampaikan bahwa tujuan dari kegiata ini diadakan untuk memberikan informasi secara berkesinambungan tentang situasi pangan dan gizi suatu wilayah khususnya di Kabupaten Landak.

“Ruang lingkup kegiatan SKPG ini pada dasarnya bersifat simuktan yang dilaksanakan dalam suatu kerangka waktu tertentu yang mekedepankan pebtingnya menemukan isyarat dini agar alternative intervensi yang relevan dan dilaksanakan tepat waktu,” ujar Regina.

Baca juga  Menunggak Rp 442 M, Kominfo Layangkan Surat Teguran Kedua ke Sampoerna Telekomunikasi

Bupati Landak, dr. Karolin Margret Natasa mengapresiasi Dinas Pertanian Perikanan dan Ketahanan Pangan (DPPKP) Bidang Ketahanan Pangan yang telah melaksanakan Pertemuan Koordinasi Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi (SKPG).

“Saya mengapresiasi dan mendukung DPPKP bidang ketahanan pangan yang telah melaksanakan Pertemuan Koordinasi Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi (SKPG), hal ini guna mempertahankan ketersediaanya bahan pangan dan gizi masyarakat di Kabupaten Landak,” ujar Karolin.

Bupati Karolin menyebut sistem ketahanan kewaspadaan pangan dan gizi pada dasarnya merupakan suatu kegiatan survei pangan dan gizi.

“Kegiatan survei pangan dan gizi pada intinya merupakan kegiatan pengamatan terhadap status gizi masyarakat yang diakibatkan oleh masalah pangan sehingga ini menjadi penting bagi Pemkab Landak dan masyarakat,” katanya.

Ariz

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *