Pemprov Kalbar Minta Disdukcapil Kabupaten/Kota Bangun Inovasi Jemput Bola

  • Bagikan
banner 468x60

triggernetmedia.com – Wakil Gubernur Kalbar H Ria Norsan meminta Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten/Kota di Provinsi Kalbar untuk dapat meningkatkan pelayanan dengan inovasi jemput bola.

“Kita harus tuntaskan target 85 persen. Saat ini, ada beberapa Kabupaten/Kota belum mencapai target. Kita harus berikan inovasi pelayanan dengan jemput bola,” kata H Ria Norsan saat membuka Rapat Koordinasi Kabupaten/Kota tentang Pencapaian Target Nasional Akta Kelahiran di Hotel Kapuas Dharma, pada Kamis (3/10).

Dikatakannya, saat ini ada beberapa Disdukcapil Kabupaten/Kota di Provinsi Kalbar yang belum mencapai target. Sehingga dapat diupayakan program pelayanan jemput bola.

Secara menyeluruh, capaian Disdukcapil Kalbar baru mencapai 75,77 persen yang merupakan capaian akumulasi masing-masing Kabupaten/Kota di Kalbar.

Rincian Capaian Disdukcapil Kabupaten/Kota di Provinsi Kalbar diantaranya, Disdukcapil Kabupaten Ketapang menempati posisi pertama dengan capaian 97,60 persen.

Kemudian, posisi kedua ditempati oleh Disdukcapil Kota Pontianak dengan capaian 88,52 persen.

Disusul Disdukcapil Kabupaten Kubu Raya  dengan capaian 87,76 persen, Disdukcapil Kabupaten Sambas dengan capaian 83,12 persen, Disdukcapil Kabupaten Kayong Utara dengan capaian 81,43 persen.

Sedangkan Disdukcapil Kota Singkawang dengan capaian 79,88 persen, Disdukcapil Kabupaten Kapuas Hulu dengan capaian 73,57 persen, Disdukcapil Kabupaten Sekadau dengan capaian 71,38 persen, Disdukcapil Kabupaten Landak dengan capaian 70,75 persen, Disdukcapil Kabupaten Melawi dengan capaian 63,21 persen.

Baca juga  Syukuran HUT YNCI Pontianak Ke-4 di Hari Pahlawan

Kemudian, Disdukcapil Kabupaten Mempawah dengan capaian 62,29 persen, Disdukcapil Kabupaten Sintang dengan capaian 61,27 persen, Disdukcapil Kabupaten Sanggau dengan capaian 60,49 persen, dan posisi paling kecil ditempati oleh Kabupaten Bengkayang dengan capaian sebesar 38,65 persen.

“Untuk Provinsi Kalbar sampai dengan, 30 Juni 2019 semester satu target cakupan kepemilikan akta kelahiran anak usia 0-18 tahun tercapai sebesar 75,77 persen, atau 1.372.671 Jiwa, dari jumlah anak wajib akta sebanyak 1.811.674. Artinya untuk mencapai 85 persen sisa waktu tiga bulan kedepan sampai akhir tahun 2019 harus dipacu sebesar 9,23 persen, atau 439.003 Jiwa,” jelasnya.

Pemerintah Provinsi dan Instansi/Lembaga terkait guna menyamakan persepsi sekaligus evaluasi terkait pencapaian target nasional kepemilikan akta kelahiran di Provinsi Kalbar.

“Akta kelahiran sebagai salah satu output pelayanan dibidang pencatatan sipil, merupakan representasi pengakuan negara atas status sipil seorang warga negara, dan sebagai bentuk perlindungan negara terhadap hak anak,” kata Ria Norsan.

Oleh karena itu, lanjutnya, dalam mewujudkan tanggung jawab negara tersebut pemerintah melalui Ditjen Dukcapil Kemendagri telah bersungguh-sungguh melakukan berbagai upaya konkrit melalui penguatan regulasl baik berupa undang-undang maupun peraturan pelaksanaannya.

Baca juga  Hari Kedua, 140 Pengendara Terjaring Operasi Patuh Kapuas

Dia menambahkan, pelayanan dibidang administrasi kependudukan yang semakin baik menjadi hal wajib yang harus segera diwujudkan dalam rangka memberikan layanan yang murah,mudah dan cepat.

“Jajaran Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil terus berupaya meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat dengan menerapkan Inovasiyang berbasis teknologi d|gital. Inovasi berbasis teknologi digital sejatinya merupakan bagian dari tuntutan era revolusi industri 4.0 yang ditandai dengan pergeseran era manual menjadi era digital,” sebutnya.

Revolusi industri 4.0, jelas Ria Norsan, pada kenyataannya telah mengubah hldup dan kerja manusia secara Fundamental. Revolusi industri menjadikan semua aktivitas menjadi serba otomatis bahkan cenderung robotisasi. Berkaitan dengan era revolusi industri 4.0, maka aparatur sipil negara sebagai pelayan publik dituntut untuk bekerja lebih maksimal.

“Mindset sebagai pelayan publik tidak lagi bermental dilayani, melainkan mental melayani. intinya harus ada perubahan, sebab jika kita tidak berubah, maka kita akan tertinggal,” pesannya.

Humpro

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *