banner 468x60 banner 468x60

Seminar Wawasan Kebangsaaan, Kubu Raya Bahas Degradasi Kebangsaan

Trigger Netmedia - 25 September 2019
Seminar Wawasan Kebangsaaan, Kubu Raya Bahas Degradasi Kebangsaan
 - ()

triggernetmedia.com – Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan membuka Seminar Wawasan Kebangsaaan yang digelar Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Kubu Raya di Gardenia Resort and Spa Kubu Raya, Rabu (25/9).

Seminar diikuti 160 pelajar dari delapan SMA/sederajat se-Kecamatan Sungai Raya. Bupati Muda menerangkan, wawasan kebangsaan Indonesia adalah pandangan tentang persatuan, kesatuan, dan kebersamaan dari manusia Indonesia dengan berbagai latar belakang.

Ragam perbedaan tersebut berada di bawah satu pemerintahan yaitu pemerintah Negara Kesatuan Repulik Indonesia (NKRI).

“Wawasan kebangsaan memiliki arti penting dalam rangka lebih mempertebal rasa kebangsaan serta meningkatkan semangat kebangsaan,” kata Muda Mahendrawan dalam sambutannya.

Muda mengatakan seminar kebangsaan perlu terus dilakukan. Bahkan di sekolah-sekolah di Kabupaten Kubu Raya melalui berbagai bentuknya. Yakni menyesuaikan era saat ini yang merupakan era digital milenial yang serba cepat.

“Sekolah-sekolah harus cepat dengan peka memahami situasi. Untuk mengantisipasi segala serangan-serangan yang mendistorsi rasa cinta terhadap daerah dan Indonesia,” katanya.

Menurut Muda, rasa kebanggaan terhadap negara harus dibangkitkan kembali. Ia mengingatkan para pelajar bahwa Kabupaten Kubu Raya juga terbentuk untuk Repulik Indonesia. Cara berpikirnya adalah kebangsaan dengan slogan “Dari Kubu Raya untuk Indonesia”.

Tantangan generasi saat ini, ujar Muda, adalah teknologi dan informasi.

“Sehingga generasi saat ini jauh berbeda dengan generasi yang belum tergantung pada teknologi dan informasi dan masih membutuhkan orang banyak atau ruang publik,” sebutnya.

Muda menngungkapkan, sebagaimana pasal 30 Undang-Undang Dasar 1945, tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara sebagai sebuah negara kebangsaan. Namun, ia menyayangkan saat ini rasa kebangsaan tersebut mengalami degradasi.

“Yang terjadi saat ini adanya tanda-tanda kemerosotan rasa, paham, dan semangat kebangsaan,” ucapnya.

Muda menjelaskan hal itu dapat dilihat dari sejumlah indikasi. Seperti menonjolnya kepentingan kelompok dan golongan sendiri dengan mengorbankan kepentingan bangsa dan negara. Selain itu menguatnya kembali semangat primodialisme dan mengemukanya gejala pemaksaan kehendak mayoritas terhadap minoritas.

“Termasuk melunturnya budaya menghormati simbol negara, mencontoh budaya asing lalu menghujat budaya sendiri, dan memudarnya asas satu wilayah nusantara,” jelasnya.

“Saya berharap melalui seminar wawasan kebangsaan ini semakin menumbuhkan rasa cinta terhadap Tanah Air dan jiwa patriotisme serta dan nasionalisme guna menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

,” timpal Muda.

Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Kubu Raya Tugiono mengatakan, seminar kebangsaan dengan melibatkan para pelajar SMA/sederajat bertujuan meningkatkan wawasan dan kesadaran sebagai bangsa Indonesia yang besar dan multikultural.

Selain itu, juga untuk mewaspadai berbagai faktor yang dapat mengancam kokohnya pilar-pilar kebangsaan Indonesia.

“Kegiatan ini juga untuk meningkatkan wawasan kebangsaan sebagai bangsa Indonesia dengan berprestasi dan berkarakter sesuai dengan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia serta menjaga keutuhan NKRI dengan semangat bineka tunggal ika,” jelasnya.

Turut hadir pada seminar tersebut Kasubdit Karakter dan Wawasan Kebangsaan Direktorat Ideologi, Karakter dan Wawasan Kebangsaan Kementerian Dalam Negeri RI Hartono selaku narasumber.

Jek I Ariz

Tinggalkan Komentar

Terkini

Bertemu Petinggi Uni Eropa, Menko Airlangga Bahas Kerja Sama Perubahan Iklim

Bertemu Petinggi Uni Eropa, Menko Airlangga Bahas Kerja Sama Perubahan Iklim

Headline   Internasional   lingkungan   Maritim   News   Sorotan   Sospolhukam
Jokowi Minta BUMN Kronis Ditutup, DPR Minta Erick Tohir Lakukan Pembenahan

Jokowi Minta BUMN Kronis Ditutup, DPR Minta Erick Tohir Lakukan Pembenahan

Bisnis   Ekonomi   Headline   Nasional   News   Parlementaria   Sorotan   Sospolhukam
Wapres Ma’ruf Amin Minta Warga NU Jadi Penggerak Ekonomi Umat

Wapres Ma’ruf Amin Minta Warga NU Jadi Penggerak Ekonomi Umat

Ekonomi   Headline   Kesra   Nasional   News   Sorotan
Soal Korban Pinjol Ilegal, Mahfud MD: Lapor Polisi Dan Tak Usah Bayar Utang!

Soal Korban Pinjol Ilegal, Mahfud MD: Lapor Polisi Dan Tak Usah Bayar Utang!

Ekonomi   Fintech   Headline   Nasional   News   Sorotan   Sospolhukam
Sempat Hilang, KPK Amankan Bupati Kuansing Lewat Bantuan Keluarga

Sempat Hilang, KPK Amankan Bupati Kuansing Lewat Bantuan Keluarga

Headline   Nasional   News   Sorotan   Sospolhukam
Demi Dapat Sinyal, Guru NTT Sampai Panggul Muridnya untuk Laksanakan ANBK

Demi Dapat Sinyal, Guru NTT Sampai Panggul Muridnya untuk Laksanakan ANBK

Headline   Nasional   News   Pendidikan   Sorotan   Technology
Menkominfo Gandeng Google dan Apple untuk Saring Pinjol Ilegal Beroperasi

Menkominfo Gandeng Google dan Apple untuk Saring Pinjol Ilegal Beroperasi

Bisnis   Fintech   Headline   IT   Nasional   News   Sorotan   Sospolhukam
Abaikan Mendagri, Kemenhub: Penerbangan Jawa-Bali Masih Bisa dengan Tes Antigen

Abaikan Mendagri, Kemenhub: Penerbangan Jawa-Bali Masih Bisa dengan Tes Antigen

Bisnis   Headline   Kesehatan   Nasional   News   Pelayanan Puplik   Sorotan   Sospolhukam
Megawati: Polri Jangan Hanya Mikirin Karir Tapi Lupa Rakyat

Megawati: Polri Jangan Hanya Mikirin Karir Tapi Lupa Rakyat

Headline   Nasional   News   Pelayanan Puplik   Sorotan   Sospolhukam
Media Inggris Ungkap Fakta Baru Tragedi 1965, Amnesty: Buka Kembali Kasusnya

Media Inggris Ungkap Fakta Baru Tragedi 1965, Amnesty: Buka Kembali Kasusnya

Headline   Internasional   News   Sorotan   Sospolhukam

SITE LOCATION REKLAME

Streaming triggernetmedia.com