triggernetmedia.com – Monitoring hari tanpa hujan di Kalimantan Barat terpantau secara umum berada dalam kategori pendek 6 – 10 hari hingga menengah 11 – 20 hari.
“Hari tanpa hujan terpanjang terjadi di wilayah Bonti, Kabupaten Sanggau sepanjang 44 hari,” kata Kasi Observasi dan informasi Stasiun Klimatologi BMKG Mempawah, Kalimantan Barat, Ismaharto Adi, Senin (16/9).
Saat ini, lanjutnya, kualitas udara PM10 maksimum sebesar 217.86 µg/m3 dengan kategori “Tidak Sehat”.
Kondisi tersebut terjadi sejak 7 September 2019 pukul 10:00 WIB.
Ismaharto Adi menyebut, kondisi indeks Nino 3.4 terpantau sebesar (-0.09) berada pada fase netral.
“Indeks Dipole Mode terpantau sebesar +0.98 berada pada kondisi Dipole Mode Positif. Suhu permukaan laut di sekitar wilayah Kalimantan Barat secara umum menunjukan nilai anomali berkisar antara -0.8 hingga 0.0,” jelasnya.
Secara umum, lanjutnya, curah hujan di wilayah Kalimantan Barat pada dasarian II tanggal 11-20 September 2019 diprakirakan berkisar antara 10-90 mm/dasarian, dimana curah hujan Kalimantan Barat wilayah hulu diprakirakan yang lebih tinggi dibanding curah hujan di wilayah pesisir.
“Terdapat potensi hujan pada awal dan akhir dasarian II September di sebagian wilayah Kalimantan Barat. Namun potensi hujan kembali berkurang pada pertengahan dasarian II September,” kata Ismaharto Adi.
“Perlu diwaspadai dampak berkurangnya curah hujan, terutama di wilayah Kalimantan Barat bagian selatan, masyarakat diimbau selalu waspada serta mengantisipasi potensi munculnya titik panas dan berkurangnya ketersediaan air,” katanya lagi.
Ariz



