banner 468x60

Membangun Peradaban Menulis dikalangan Pendidik

  • Bagikan
banner 468x60

triggernetmedia.com – Guna memaksimalkan peran pendidik, guru dituntut untuk mampu menulis. Dengan menulis secara berkelanjutan, maka seorang guru telah mengedukasi masyarakat.

“Tentu guru menjadi profesi yang punya peran penting dan diharapkan mampu untuk melahirkan buah-buah pikiran dari mereka. Agar itu benar-benar bisa diserap dan menjadi inspirasi bagi anak-anak Indonesia,” kata Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan, Senin (2/9).

Muda berharap pelatihan menulis bagi para guru mampu memicu tumbuhnya imajinasi. Sehingga buah pikiran yang diungkapkan dalam tulisan juga akan visioner.
Selain itu, kata Muda, Guru akan mampu menembus zaman.

“Hal itu telah dicontohkan oleh para penulis besar di Tanah Air. Di mana para penulis dan orang-orang yang punya pikiran melintas zaman hingga kini tetap eksis ide-idenya dan menjadi inspirator bagi bangsa,” ujar Muda.

Baca juga  PT LIB Sebut Liga 1 Justru Bagus Digelar di Masa PPKM, Kok Bisa?

“Nah, jadi selain karena tuntutan karier dan kepangkatan, kita menulis harus dengan tekad ingin menjadi guru pencerah dan inspirator bagi generasi,” ujarnya.

Muda mengapresiasi pelatihan menulis yang digelar Forum Indonesia Menulis belum lama ini. Menurutnya, kegiatan pelatihan sangat inspiratif sehingga harus dikembangkan menjadi sebuah gerakan yang selaras dengan slogan “Merawat Pesan Peradaban” yang kerap digaungkannya, Muda menyebut ‘pesan peradaban’ sampai di masa kini melalui tulisan-tulisan dari masa sebelumnya.

“Kita punya tanggung jawab besar kepada anak-anak kita lewat peluang yang Allah berikan, yakni menjadi guru. Kita berada di garis depan di dalam mencerdaskan generasi dan insya Allah itu semua menjadi ibadah. Termasuk menulis, jadikan ruang ibadah untuk mencerahkan,” katanya.

Baca juga  Komisi I Lockdown Gara-gara Covid-19, DPR Batasi Kehadiran Fisik, Perbanyak Virtual

Muda menambahkan, membangun peradaban menulis dimulai dari menyatukan ide dan pikiran. Tak seperti menyatukan orang yang relatif mudah, menyatukan ide dan cara pandang, menurut dia, menjadi tantangan tersendiri.

“Dengan jumlah peserta pelatihan 160 orang ini, mudah-mudahan nanti mampu mengubah paradigma dan cara berpikir masyarakat lewat karya tulisan yang menjadi inspirasi,” harapnya.

Rio I Ariz

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *