banner 468x60

Media Touring PLN Group Kalbar 2019

  • Bagikan
banner 468x60

triggernetmedia.com – Manager UP3B Kalbar, Ricky Faizal mengatakan keberadaan gardu induk pada sistem kelistrikan Khatulistiwa sangat dominan dalam mengatur penyaluran aliran listrik ke berbagai kawasan.

Dia menegaskan, diperlukan komitmen dan integritas para petugas dalam menangani teknis pengoperasiannya.

“Gardu Induk (GI) Singkawang misalnya, GI tersebut mulai beroperasi sejak tahun 2010 yang berfungsi menerima suplai listrik dari GI Bengkayang,” kata Ricky Faizal.

Posisi GI Singkawang, sambung Ricky, yang masuk dalam sistem kelistrikan Khatulistiwa cukup strategis, karena sebagai pengatur beban listrik yang disalurkan ke GI Senggiring dan GI Sambas.

“Kedua saluran transmisi yang dilewati cukup dominan dalam mengamankan pasokan listrik kepada pelanggan di beberapa kota dan kabupaten,” jelasnya.

“Untuk menjaga integritas layanan kelistrikan itu, petugas diseluruh gardu induk harus standby 24 jam nonstop untuk memastikan keandalan pasokan listrik yang disuplai dari satu GI ke GI lainnya,” jelasnya lagi.

Ricky menambahkan bahwa, Unit Layanan Transmisi dan Gardu Induk (ULTG) Singkawang berada dibawah wilayah kerja PLN UP3B Kalbar.

Baca juga  AS Roma Melenggang ke 16 Besar Liga Eropa Usai Kalahkan Braga 3-1

Dikatakannya, ULTG Singkawang sendiri membawahi 6 GI, yakni GI Singkawang, GI Senggiring, GI Sambas, GI Ngabang, dan GI  Bengkayang.

Itu berarti, seluruh GI telah terinterkoneksi dalam sistem kelistrikan Khatulistiwa.

“PLN ini milik kita bersama. Untuk menjadikan kelistrikan di Kalbar ini semakin membaik, masyarakat diharapkan dapat  membantu menjaga instalasi PLN. Jika menemukan anomali atau kejanggalan pada saluran transmisi, tower, atau ada warga yang melakukan pembakaran serta penggalian dekat tapak tower dan lain-lain, segeralah melaporkan ke petugas PLN layanan terdekat,” imbau Ricky.

Sementara itu, Jafrihan, Manager ULTG Singkawang menjelaskan, GI Singkawang menerima suplai listrik dari GI Bengkayang sebesar 134,8 MW.

Dari suplai itu, lanjutnya, kemudian menyalurkan listrik ke GI Sambas sebesar 29,2 MW dan ke GI Senggiring sebesar 48 MW melalui saluran transmisi 150 kV.

Menurut Jafrihan, setiap GI terhubung satu sama lain dengan double sirkuit.

Baca juga  Mendikbud Nadiem Kecewa Baru 22 Persen Sekolah Buka Dengan Prokes Ketat

Mekanisme kerjanya dengan sistem loop, artinya jika terjadi gangguan pada satu sirkuit maka pasokan listrik akan disuplai dari saluran lainnya, sehingga layanan kepada pelanggan tidak akan terganggu.

“Jika menemukan anomali atau kejanggalan  pada instalasi maka petugas akan bergerak cepat untuk melakukan identifikasi gangguan yang terjadi, apakah sifatnya temporer atau permanen,” jelasnya.

“Sekecil apapun gangguan yang terjadi yang berpotensi menyebabkan terganggunya pasokan listrik maka petugas akan bergerak cepat mengatasinya. Harus turun kelapangan meski terkadang dalam cuaca yang buruk sekalipun,” Jafrihan menambahkan.

Untuk menjaga keandalan pasokan listrik, Jafrihan mengimbau agar masyarakat turut peduli menjaga keberadaan instalasi listrik milik PLN.

“Mengikhlaskan tanam tubuh yang dimiliki untuk bisa ditebang terutama yang dekat dengan jaringan listrik, serta tidak bermain layang-layang terutama dengan menggunakan tali kawat,” pungkasnya.

 

Hendra I Ariz

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *